Banyuwangi kembali menunjukkan eksistensinya di panggung internasional. Kali ini bukan lewat sektor pariwisata, melainkan melalui forum akademik berskala global yang mempertemukan para intelektual dari berbagai negara untuk membahas isu ekonomi syariah dan pendidikan Islam.
Universitas Islam (UI) Cordoba Banyuwangi resmi menggelar Cordoba Annual Conference 2026 pada Rabu (11/2/2026). Konferensi ini menghadirkan akademisi dari lima negara dan menjadi bukti nyata bahwa kampus di daerah mampu membangun dialog global yang produktif dan berdampak.
“Konferensi ini bukan sekadar forum akademik, tetapi ruang kolaborasi dan diplomasi intelektual. Dari Banyuwangi, kami ingin membangun percakapan global yang produktif dan berdampak,” kata Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Agus Trihartono.
Acara ini menarik perhatian luas karena berhasil mempertemukan perspektif lintas negara dalam satu forum yang solid. Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai bagaimana konferensi internasional di Banyuwangi ini mendorong percakapan global ekonomi syariah dan pendidikan Islam.
Banyuwangi selama ini dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Namun melalui penyelenggaraan Cordoba Annual Conference 2026, kota ini membuktikan potensinya sebagai simpul akademik berskala internasional.
Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi konferensi bukan tanpa alasan. UI Cordoba Banyuwangi merupakan kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Mabadiul Ihsan, mengusung visi global dengan pendekatan integrasi studi keislaman dan teknologi digital. Keberadaan kampus ini menjadi jembatan antara tradisi keilmuan pesantren dan tuntutan akademik modern.
Langkah ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa konferensi internasional hanya bisa digelar di kota-kota besar. Banyuwangi kini tampil sebagai tuan rumah dialog intelektual yang menghubungkan pemikiran lokal dengan diskursus global.
Cordoba Annual Conference 2026 menghadirkan sejumlah pembicara bereputasi dari lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Taiwan, Australia, dan Thailand. Berikut daftar pembicara utama dalam konferensi ini.
| No | Nama Pembicara | Institusi | Negara |
|---|---|---|---|
| 1 | Assoc. Prof. Dr. Mohd. Badrol bin Awang | Faculty of Law and International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) | Malaysia |
| 2 | Hastowohadi, M.Pd. (Kandidat Doktor) | National Chung Cheng University | Taiwan |
| 3 | Moh. Faidol Juddi, S.I.Kom., M.I.Kom. (Kandidat Doktor) | University of Queensland | Australia |
| 4 | Hanifa Rahmawati, M.AppLing (Co-Founder PLATFORM, Awardee LPDP) | Macquarie University | Australia |
| 5 | Dr. Nico Irawan, Ph.D. | Graduate School, Stamford International University | Thailand |
Kehadiran pembicara dari berbagai latar belakang akademik ini memperkaya perspektif diskusi dan membuka peluang kolaborasi riset lintas disiplin ilmu.
Para pembicara dalam konferensi ini dijadwalkan membahas sejumlah isu strategis yang relevan dengan perkembangan dunia saat ini. Tema utama yang diangkat menitikberatkan pada kontribusi generasi muda dalam penguatan pendidikan Islam dan ketahanan ekonomi syariah.
Beberapa topik utama yang menjadi sorotan meliputi pendidikan Islam di era modern, ekonomi syariah dan tantangan global, serta dakwah humanistik berbasis Al-Qur’an. Pembahasan ini menjadi penting mengingat ekonomi syariah terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di berbagai negara, sementara pendidikan Islam menghadapi tantangan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Konferensi ini menjadi wadah untuk merumuskan pendekatan baru dalam memperkuat dua sektor tersebut secara bersamaan, sehingga mampu merespons dinamika sosial, keagamaan, dan ekonomi kontemporer.
Selain ekonomi syariah dan pendidikan Islam, konferensi ini juga menyoroti peran revolusi digital menuju masa depan berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu variabel penting dalam menghadapi tantangan global di sektor pendidikan maupun ekonomi.
Pembahasan mengenai integrasi teknologi digital dengan studi keislaman sejalan dengan visi UI Cordoba yang mengusung pendekatan modern dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Kampus ini secara konsisten mendorong pemanfaatan teknologi sebagai alat untuk memperluas akses pendidikan dan memperkuat daya saing lulusan di tingkat global.
Topik ini menjadi relevan karena transformasi digital telah mengubah lanskap pendidikan dan ekonomi secara fundamental, termasuk dalam konteks pengembangan ekonomi syariah yang semakin mengandalkan platform digital.
Cordoba Annual Conference 2026 diikuti oleh 61 presenter yang berasal dari 19 institusi berbeda. Peserta dari Indonesia sendiri datang dari berbagai daerah, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap forum ini.
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Jumlah Presenter | 61 presenter |
| Jumlah Institusi | 19 institusi |
| Jumlah Negara Pembicara | 5 negara |
| Asal Peserta Indonesia | Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan daerah lainnya |
Skala partisipasi ini membuktikan bahwa konferensi yang diselenggarakan dari daerah pun mampu menarik minat akademisi dari berbagai penjuru, baik nasional maupun internasional.
Konferensi ini merupakan hasil kolaborasi antara tiga institusi pendidikan tinggi, yaitu Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Universitas Negeri Jember (UNEJ), dan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA) Malaysia. Kerja sama trilateral ini menjadi bagian dari agenda tahunan kampus dalam memperluas jejaring akademik internasional.
“Kami ingin menandai langkah konkret UI Cordoba dalam membangun jejaring global dan kolaborasi riset lintas negara,” ujar Rektor Agus Trihartono.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta peningkatan publikasi bersama, pertukaran perspektif akademik, serta penguatan peran perguruan tinggi dalam merespons isu sosial, keagamaan, dan teknologi kontemporer. Kerja sama lintas negara semacam ini menjadi modal penting bagi pengembangan riset dan kapasitas akademik di masa depan.
UI Cordoba Banyuwangi membuktikan bahwa visi global bisa dibangun dari mana saja, termasuk dari kota kecil di ujung timur Pulau Jawa. Kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Pesantren Mabadiul Ihsan ini terus mendorong internasionalisasi melalui berbagai program akademik dan kerja sama luar negeri.
Adapun fakultas yang tersedia di UI Cordoba meliputi Fakultas Dakwah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta Fakultas Ushuluddin. Keempat fakultas ini mencerminkan komitmen kampus dalam mengintegrasikan studi keislaman dengan kebutuhan dunia modern.
“Kami berharap dapat memperluas kerja sama akademik internasional, meningkatkan publikasi bersama, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sosial, keagamaan, dan teknologi kontemporer,” pungkas Agus Trihartono.
Dengan terselenggaranya Cordoba Annual Conference 2026, UI Cordoba Banyuwangi semakin menegaskan posisinya sebagai kampus daerah yang tidak hanya berkiprah di level nasional, tetapi juga aktif berkontribusi dalam percakapan akademik di tingkat global.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.






