PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan pembiayaan KPR iB Hijrah Baitullah sebesar 17 kali lipat secara tahunan (year on year) dengan kenaikan mencapai Rp361 miliar hingga akhir Desember 2025.
Pencapaian ini terjadi di tengah pasar properti yang belum sepenuhnya pulih, dengan strategi digitalisasi menjadi motor utama pertumbuhan.
Jumlah rekening KPR iB Hijrah Baitullah juga melonjak 23 kali lipat menjadi 630 rekening pada periode yang sama.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai strategi digital Muamalat dan prospek KPR syariah ke depan.
Direktur Bank Muamalat Ricky Rikardo Mulyadi menjelaskan bahwa daya tarik utama produk ini terletak pada kemudahan pengajuan secara digital.
“Pengajuan KPR dapat dilakukan melalui situs kprhijrah.id dan dipantau secara real time,” ujar Ricky.
Strategi ini dirancang untuk memperluas jangkauan nasabah, termasuk di wilayah yang belum memiliki kantor cabang Bank Muamalat. Dengan pendekatan digital, calon nasabah tidak perlu datang langsung ke kantor untuk memulai proses pembiayaan.
Langkah ini sejalan dengan tren digitalisasi layanan perbankan syariah yang semakin masif di Indonesia.
Dari sisi fitur, KPR iB Hijrah Baitullah menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). Skema ini memungkinkan nasabah dan bank menjadi mitra kepemilikan, di mana porsi kepemilikan bank akan berkurang seiring pembayaran angsuran.
Produk ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, antara lain:
- Pembelian rumah baru
- Take over dari bank lain
- Top up pembiayaan
- Refinancing
Bank Muamalat menawarkan tenor pembiayaan hingga 25 tahun dengan pilihan skema angsuran tetap maupun bertahap. Fleksibilitas ini memberikan ruang bagi nasabah untuk menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial masing-masing.
Berikut perbandingan fitur utama KPR iB Hijrah Baitullah.
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Akad | Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) |
| Tenor Maksimal | 25 tahun |
| Skema Angsuran | Tetap atau bertahap |
| Pengajuan | Digital via kprhijrah.id |
| Kegunaan | Beli rumah, take over, top up, refinancing |
Data fitur di atas berdasarkan informasi resmi Bank Muamalat per Desember 2025 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan bank.
Ke depan, Bank Muamalat menyatakan akan menambah porsi pembiayaan KPR iB Hijrah Baitullah melalui dua strategi utama.
Pertama, kolaborasi dengan developer properti untuk memperluas pilihan hunian bagi calon nasabah. Kedua, penetrasi ke nasabah existing yang sudah memiliki rekening di Bank Muamalat namun belum memanfaatkan produk KPR.
Kombinasi kedua strategi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan pembiayaan secara berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan akuisisi nasabah baru.
Meski pertumbuhan tercatat signifikan, tantangan di sektor properti masih cukup besar. Tekanan daya beli masyarakat dan risiko kualitas pembiayaan menjadi perhatian utama yang tidak bisa diabaikan.
Ekspansi agresif tetap menuntut pengelolaan risiko yang disiplin. Pertumbuhan yang kencang di awal perlu dijaga agar tetap berkelanjutan dalam jangka panjang, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Berdasarkan data Bank Muamalat, fokus pada digitalisasi dan kolaborasi strategis menjadi langkah yang dipilih untuk menyeimbangkan antara target pertumbuhan dan prudensialitas.***
Sumber: https://keuangan.kontan.co.id/news/muamalat-bidik-pembiayaan-kpr-secara-digital
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.

