Blu by BCA Digital mencatat penambahan lebih dari 500.000 nasabah baru sepanjang 2025, sehingga total basis penggunanya kini menembus 3,07 juta nasabah. Capaian ini diumumkan oleh Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T Halim, dalam gelaran BCA Expoverse 2026 di ICE BSD, Jumat (6/2/2026).
Menariknya, pertumbuhan tersebut dicapai tanpa strategi promosi besar-besaran yang lazim digunakan oleh pelaku industri bank digital lainnya.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai strategi dan kinerja blu by BCA Digital di 2025.
Yoga T Halim menegaskan bahwa ekspansi agresif berbasis kuantitas bukan menjadi fokus utama BCA Digital.
Perseroan justru mengedepankan kualitas nasabah sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
“Di tahun 2025 kemarin, penambahan nasabah kami lebih dari 500.000. Tahun ini kemungkinan targetnya juga kurang lebih sama. Tapi itu bukan fokus utama kami, yang lebih penting adalah kualitas nasabah,” ujar Yoga.
Lebih lanjut, Yoga mengkritisi pola promosi berlebihan yang kerap terjadi di industri bank digital.
Menurutnya, strategi berbasis hadiah cenderung menarik pengguna yang tidak memiliki kebutuhan riil terhadap layanan perbankan digital.
“Kami tidak ngoyo. Nasabah kami adalah nasabah yang berkualitas. Kami sadar ada nasabah yang buka rekening hanya untuk mengejar promo, dan itu cukup banyak terjadi di industri,” tegasnya.
Yoga juga menyoroti dampak negatif dari pola tersebut terhadap keberlanjutan bisnis.
“Kalau promo berlebihan, biasanya nasabah akan membawa teman yang sebenarnya tidak ingin menjadi nasabah, tapi terpaksa. Itu yang ingin kami hindari,” ujarnya.
Strategi fokus pada kualitas terbukti membuahkan hasil konkret.
Tingkat nasabah aktif blu tercatat berada di atas 80 persen, angka yang tergolong tinggi di industri bank digital Indonesia.
“Yang kami inginkan adalah nasabah yang benar-benar mau menggunakan blu. Tingkat nasabah aktif kami itu cukup besar, di atas 80%,” kata Yoga.
Tingginya rasio nasabah aktif ini menjadi indikator bahwa pendekatan BCA Digital dalam menyeleksi basis pengguna berjalan efektif.
Engagement nasabah yang tinggi turut mendorong lonjakan volume transaksi sepanjang 2025.
Berikut rincian kinerja transaksi dan keuangan blu by BCA Digital pada 2025:
| Indikator | Capaian 2025 |
|---|---|
| Total Nasabah | 3,07 juta |
| Nasabah Baru (2025) | 500.000+ |
| Tingkat Nasabah Aktif | Di atas 80% |
| Frekuensi Transaksi | 214,7 juta kali |
| Nilai Transaksi | Rp279,8 triliun |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp14,3 triliun |
| Penyaluran Kredit | Rp8,6 triliun |
| Laba Bersih | Rp213,4 miliar |
Data tersebut menunjukkan bahwa strategi berbasis kualitas nasabah mampu mendorong pertumbuhan yang sehat di seluruh lini bisnis BCA Digital.
“Itu mendorong banyaknya transaksi yang menghasilkan,” ujar Yoga menegaskan.
Memasuki 2026, BCA Digital memproyeksikan penambahan nasabah baru dalam kisaran yang relatif sama dengan tahun sebelumnya.
Perseroan tetap konsisten mengedepankan pendekatan pertumbuhan organik tanpa mengorbankan kualitas demi mengejar angka.
Dengan fundamental yang solid, mulai dari DPK Rp14,3 triliun, penyaluran kredit Rp8,6 triliun, hingga laba bersih Rp213,4 miliar, blu by BCA Digital memperkuat posisinya sebagai salah satu bank digital dengan kinerja paling sehat di Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam BCA Expoverse 2026, angka-angka tersebut dapat berubah seiring dinamika pasar dan perkembangan regulasi perbankan digital sepanjang tahun berjalan.
Sumber: https://investor.id/finance/427613/blu-by-bca-digital-catat-500000-nasabah-baru-di-2025
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.

