PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) baru saja merampungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun 2026 dengan sejumlah keputusan strategis. Agenda utama pertemuan ini mencakup perombakan jajaran petinggi perusahaan serta penetapan kebijakan pembagian dividen bagi para pemegang saham.
Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat fondasi bisnis di tengah dinamika industri perbankan nasional. Perubahan struktur kepemimpinan diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutan perseroan ke depan.
Perombakan Jajaran Direksi dan Komisaris
Perubahan posisi di level manajemen puncak menjadi sorotan utama dalam RUPST kali ini. Perseroan melakukan penyegaran struktur organisasi untuk memperkuat posisi sebagai mitra keuangan regional yang kompetitif.
Keputusan ini melibatkan pengangkatan tokoh baru sekaligus pengakhiran masa jabatan beberapa pejabat lama. Berikut adalah rincian perubahan struktur kepemimpinan yang telah disetujui dalam rapat tersebut:
1. Pengangkatan Pejabat Baru
- Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris.
- Sri Khairussaleh Ramli sebagai Komisaris.
- Hasnita Hashim sebagai Komisaris.
- Mariana Husin sebagai Direktur.
2. Pengakhiran Masa Jabatan
- Edwin Gerungan dari posisi Komisaris.
- Ricky Antariksa dari posisi Direktur.
3. Pengangkatan Kembali
- Hendar sebagai Komisaris Independen.
- Effendi sebagai Direktur.
Transisi kepemimpinan ini dipandang sebagai langkah krusial untuk menjaga ritme operasional perusahaan. Dengan komposisi baru, Maybank Indonesia berupaya memadukan kapabilitas global dengan pemahaman mendalam mengenai pasar lokal.
Berikut adalah susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi pasca RUPST 2026:
| Jabatan | Nama Pejabat |
|---|---|
| Presiden Komisaris | Zulkiflee Abbas Abdul Hamid |
| Komisaris | Sri Khairussaleh Ramli |
| Komisaris | Lim Hong Tat |
| Komisaris Independen | Hendar |
| Komisaris Independen | Putut Eko Bayuseno |
| Komisaris Independen | Marina R. Tusin |
| Komisaris Independen | Daniel James Rompas |
| Komisaris | Hasnita Hashim |
| Presiden Direktur | Steffano Ridwan |
| Direktur | Irvandi Ferizal |
| Direktur | Effendi |
| Direktur | Widya Permana |
| Direktur | Bambang Andri Irawan |
| Direktur | Shaiful Adhli Yazid |
| Direktur | Yessika Effendi |
| Direktur | Romy Hardiansyah |
| Direktur | Bianto Surodjo |
| Direktur | Mariana Husin |
Data di atas mencerminkan struktur organisasi terbaru yang akan menjalankan operasional perbankan. Perubahan ini efektif berlaku segera setelah keputusan rapat disahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebijakan Pembagian Dividen dan Laba Bersih
Selain agenda perubahan pengurus, RUPST juga menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan nilai tambah kepada investor sekaligus menjaga kesehatan modal.
Laba bersih yang berhasil dicatatkan perseroan mencapai Rp1,65 triliun. Angka tersebut kemudian dialokasikan ke dalam dua pos utama sesuai dengan kesepakatan pemegang saham.
Rincian Alokasi Laba Bersih 2025
- Pembagian Dividen Tunai: Sebesar 35 persen dari laba bersih atau setara dengan Rp580 miliar.
- Laba Ditahan: Sebesar 65 persen dari laba bersih atau setara dengan Rp1,077 triliun.
Nilai dividen tunai yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp7,61106 per lembar saham. Sementara itu, porsi laba ditahan akan digunakan untuk memperkuat permodalan serta mendukung pengembangan usaha di masa mendatang.
Langkah pengalokasian laba ini menunjukkan strategi konservatif namun tetap akomodatif terhadap kepentingan pemegang saham. Dana yang ditahan akan menjadi amunisi tambahan bagi perseroan untuk melakukan ekspansi bisnis dan inovasi layanan digital.
Fokus Strategis Maybank Indonesia ke Depan
Setelah agenda RUPST selesai, manajemen menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan kinerja di pasar domestik. Posisi Indonesia sebagai salah satu pasar utama bagi Maybank Group menuntut efisiensi dan inovasi yang lebih tinggi.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa perubahan kepemimpinan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan. Fokus utama tetap pada penguatan posisi perseroan sebagai mitra keuangan regional yang andal.
Prioritas Pengembangan Bisnis
- Optimalisasi jaringan kantor cabang di seluruh wilayah Indonesia.
- Peningkatan kapabilitas global untuk melayani nasabah korporasi dan ritel.
- Penguatan infrastruktur teknologi guna mendukung transformasi digital perbankan.
- Penerapan tata kelola perusahaan yang baik untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Sinergi antara jaringan global dan pemahaman pasar lokal menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan struktur kepemimpinan yang baru, perseroan optimistis dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi sektor keuangan nasional.
Seluruh keputusan yang diambil dalam RUPST ini telah melalui proses verifikasi sesuai dengan anggaran dasar perseroan dan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini memastikan bahwa setiap kebijakan yang diputuskan memiliki landasan hukum yang kuat dan transparan bagi publik.
Disclaimer: Data, angka, dan susunan pengurus yang tercantum dalam artikel ini merujuk pada hasil RUPST tahun 2026. Informasi tersebut dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan perusahaan, regulasi otoritas terkait, atau kondisi pasar di masa depan. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada keterbukaan informasi resmi yang diterbitkan oleh PT Bank Maybank Indonesia Tbk melalui kanal resmi perusahaan atau Bursa Efek Indonesia.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.


