PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menyiapkan skema Dana Investasi Real Estate (DIRE) atau Real Estate Investment Trust (REIT) untuk mengalihkan aset kredit konstruksi yang macet. Langkah ini menjadi inovasi pertama di Indonesia dalam penyelesaian kredit bermasalah melalui instrumen investasi properti.
Setiyo Wibowo, Direktur Manajemen Risiko BTN, mengungkapkan rencana tersebut dalam media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi Utara, Rabu (4/1/2026). Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id berikut ini mengenai strategi BTN mengatasi kredit konstruksi macet melalui skema DIRE.
NPL Kredit Konstruksi BTN Tembus 16,2%
Berdasarkan paparan analyst meeting BTN, non performing loan (NPL) di sektor konstruksi tercatat sebesar 16,2% pada September 2025.
Angka tersebut memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya yang berada di level 15,0% per Juni 2025.
Berikut perbandingan NPL kredit konstruksi BTN dalam dua kuartal terakhir.
| Periode | NPL Kredit Konstruksi | Keterangan |
|---|---|---|
| Juni 2025 | 15,0% | Kuartal II-2025 |
| September 2025 | 16,2% | Kuartal III-2025 (memburuk) |
Data ini menunjukkan tren peningkatan kredit bermasalah di sektor konstruksi BTN dalam dua kuartal berturut-turut.
Skema DIRE, Properti Macet Dikemas Jadi Instrumen Investasi
Dalam skema DIRE yang disiapkan BTN, properti bermasalah yang masih berpotensi menghasilkan pendapatan akan dikemas menjadi instrumen investasi untuk ditawarkan kepada investor.
Aset yang akan masuk skema ini terlebih dahulu diperbaiki agar layak menghasilkan pendapatan.
“Nah ini akan menjadi salah satu inovasi baru kita, kita sudah siapin beberapa aset properti yang nanti diperbaiki dulu, bisa berupa hotel, atau kondotel, atau mall, itu akan kita bungkus menjadi DIRE. Nah itu yang nanti salah satu opsi penyelesaian dari kredit konstruksi yang sekarang macet,” terang Setiyo saat media briefing di Bekasi Utara, Rabu (4/1/2026).
Dengan mekanisme ini, aset yang sebelumnya menjadi beban di neraca bank berubah menjadi aset produktif yang menghasilkan pendapatan.
Menurut Setiyo, skema DIRE/REIT untuk penyelesaian kredit bermasalah ini merupakan langkah yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia.
Apa Itu DIRE/REIT?
DIRE atau REIT adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan pada aset real estat, aset yang berkaitan dengan real estat, dan/atau kas serta setara kas.
Sederhananya, properti seperti hotel, kondotel, atau pusat perbelanjaan dikumpulkan dalam satu wadah investasi, lalu unit penyertaannya ditawarkan kepada investor publik.
Investor mendapatkan imbal hasil dari pendapatan sewa atau operasional properti tersebut.
Penyebab NPL Tinggi, Warisan Kredit Sebelum Pandemi
Setiyo menjelaskan bahwa tingginya NPL kredit konstruksi BTN disebabkan oleh kredit lama yang dibukukan sebelum tahun 2020, alias sebelum pandemi Covid-19.
Penyelesaian aset kredit macet tersebut tidak bisa dilakukan dengan cepat karena prosesnya membutuhkan waktu yang panjang.
“Jadi ya memang kalau aset sudah bermasalah, strategy recovery-nya memang perlu waktu. Jadi sebisa mungkin itu jangan jadi masalah, karena kalau sudah masalah, ngeluarin dari bukunya bank itu perlu waktu, proses penjualannya lama, dan lain-lain,” terang Setiyo.
Strategi Pelengkap, Recycle Aset dan Penjualan Kredit
Selain DIRE/REIT, BTN juga menyiapkan langkah recycle untuk aset kredit macet.
Bank pelat merah yang fokus pada pembiayaan perumahan ini juga melakukan penjualan kredit bermasalah ke pihak lain sebagai strategi tambahan.
Kombinasi ketiga strategi tersebut, yakni DIRE, recycle aset, dan penjualan kredit, diharapkan mampu menekan rasio NPL kredit konstruksi BTN secara bertahap.
Proses penyelesaian aset bermasalah ini akan membutuhkan waktu, mengingat kompleksitas dan nilai aset yang terlibat cukup besar.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.

