Beranda » Pasar Modal » Daftar 5 Saham Pilihan MNC Sekuritas Saat IHSG Alami Koreksi Perdagangan 28 April 2026

Daftar 5 Saham Pilihan MNC Sekuritas Saat IHSG Alami Koreksi Perdagangan 28 April 2026

Indeks Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan sinyal kewaspadaan pada perdagangan Selasa, 28 April . Pergerakan pasar yang cenderung melemah memberikan indikasi bahwa tekanan masih membayangi laju indeks dalam jangka pendek.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat terkoreksi sebesar 0,32 persen ke level 7.106. Meskipun volume mengalami penurunan, sentimen negatif masih cukup mendominasi pergerakan harga di lantai bursa.

Analisis Teknikal dan Proyeksi Pergerakan IHSG

Posisi IHSG saat ini sedang berada dalam fase krusial berdasarkan analisis teknikal. Para analis melihat adanya potensi kelanjutan koreksi yang dipicu oleh pola gelombang yang sedang terbentuk.

Berdasarkan tinjauan MNC , IHSG diprediksi berada pada bagian dari wave [v] pada label hitam. Alternatif lainnya, indeks sedang berada di akhir wave [b] dari wave B pada label merah yang mengonfirmasi potensi pelemahan lebih lanjut.

Area koreksi terdekat diproyeksikan akan menguji rentang level 7.022 hingga 7.092. Fase ini sekaligus menjadi momen bagi indeks untuk menutup area gap yang sempat terbentuk sebelumnya.

Berikut adalah rincian level teknikal yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar:

Indikator Teknikal Level Harga
Support 1 7.022
Support 2 6.917
Resistance 1 7.313
Resistance 2 7.484

Data di atas menunjukkan rentang pergerakan yang cukup lebar. Kewaspadaan terhadap level support sangat krusial untuk menentukan langkah investasi berikutnya.

Strategi Seleksi Saham di Tengah Volatilitas

Menghadapi pasar yang masih fluktuatif, pemilihan dengan strategi yang tepat menjadi kunci utama. MNC Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi saham dengan metode Buy on Weakness untuk memaksimalkan potensi keuntungan saat harga terkoreksi.

Baca Juga:  Analisis Pergerakan IHSG dan 5 Rekomendasi Saham Pilihan MNC Sekuritas pada 9 April 2026

Strategi ini memungkinkan untuk masuk ke pasar pada harga yang lebih rendah sebelum terjadi pembalikan arah atau rebound. Berikut adalah daftar saham pilihan beserta detail teknikalnya:

1. ARCI (Archi Indonesia Tbk)

Saham ini sempat menguat 5,66 persen ke level 1.680 dengan peningkatan volume pembelian yang cukup signifikan. Namun, penguatan tersebut masih tertahan oleh garis MA60. Posisi ARCI saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i].

  • Buy on Weakness: 1.625 – 1.660
  • Target Price: 1.720 – 1.780
  • Stoploss: Di bawah 1.605

2. MIDI (Midi Utama Indonesia Tbk)

Pergerakan MIDI sedang mengalami tekanan jual dengan koreksi sebesar 1,19 persen ke level 332. Secara teknikal, posisi saham ini diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (A).

  • Buy on Weakness: 298 – 322
  • Target Price: 348 – 360
  • Stoploss: Di bawah 288

3. MINA (Mitra Investindo Tbk)

MINA ditutup terkoreksi ke level 320 dengan tekanan jual yang masih terasa. Posisi saham ini dianalisis berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [i] dari wave C.

  • Buy on Weakness: 284 – 302
  • Target Price: 358 – 402
  • Stoploss: Di bawah 280

4. TINS (Timah Tbk)

TINS mencatatkan koreksi tipis sebesar 0,53 persen ke level 3.750. Dominasi tekanan jual masih membayangi, dengan posisi saham yang diperkirakan berada pada bagian dari wave B dari wave (B).

  • Buy on Weakness: 3.560 – 3.680
  • Target Price: 4.010 – 4.360
  • Stoploss: Di bawah 3.390

Manajemen Risiko dalam Investasi Saham

Memahami pergerakan pasar hanyalah satu sisi dari keberhasilan investasi. Sisi lainnya yang tidak kalah penting adalah penerapan manajemen risiko yang ketat.

Baca Juga:  Daftar harga emas Galeri 24 serta UBS di Pegadaian yang update per 24 April 2026 ini

Disiplin dalam menentukan titik stoploss sangat disarankan agar kerugian tidak melebar saat pergerakan harga tidak sesuai dengan ekspektasi. Mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi, sikap selektif dalam memilih saham menjadi syarat mutlak bagi setiap investor.

Diversifikasi portofolio juga menjadi langkah bijak untuk meminimalisir risiko sistemik. Jangan menaruh seluruh modal pada satu sektor atau satu jenis saham saja agar stabilitas portofolio tetap terjaga.

Perlu diingat bahwa bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal maupun internal. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pelaku pasar dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.

Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan eksekusi di pasar. Mengikuti rekomendasi analis adalah langkah awal yang baik, namun pemahaman mendalam mengenai fundamental dan teknikal saham tetap menjadi fondasi utama dalam berinvestasi.


Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai perintah jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Data harga dan proyeksi teknikal dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar yang terjadi.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.