Beranda » Pasar Modal » Prediksi Pergerakan IHSG yang Masih Tertekan dan Daftar Saham Pilihan BRI per 6/4/2026

Prediksi Pergerakan IHSG yang Masih Tertekan dan Daftar Saham Pilihan BRI per 6/4/2026

(IHSG) diprediksi kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Senin (6/4/2026). Sentimen negatif dari pasar global masih menjadi beban utama yang menghambat laju indeks domestik.

Kondisi pasar yang sedang tidak menentu ini membuat investor perlu lebih waspada dalam mengambil keputusan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai proyeksi pasar dan dari BRI Danareksa Sekuritas.

Analisis Sentimen Pasar dan Tekanan Geopolitik

Pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan sebelumnya mencatatkan pelemahan signifikan sebesar 2,19 persen. Aksi jual bersih oleh investor asing atau net foreign sell tercatat mencapai angka Rp 864 miliar.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyoroti pernyataan Amerika Serikat Donald mengenai rencana aksi ekstrem terhadap Iran. Rencana penyerangan yang diproyeksikan terjadi dalam dua hingga tiga pekan ke depan ini memicu fase risk off di pasar keuangan global.

Ketegangan geopolitik tersebut secara langsung mendorong kenaikan minyak mentah dunia. Lonjakan harga energi ini memberikan efek domino yang menekan performa global, termasuk IHSG.

Selain faktor eksternal, dinamika di dalam negeri juga menjadi perhatian serius bagi para pelaku pasar. Regulator saat ini sedang mencermati kebijakan terkait kepemilikan saham dengan konsentrasi tinggi yang berpotensi memicu volatilitas.

Terdapat daftar sembilan saham yang terpantau memiliki risiko fluktuasi cukup tinggi. Kondisi ini menuntut kehati-hatian ekstra bagi pelaku pasar saat menyusun portofolio di awal pekan ini.

Proyeksi Teknikal IHSG

Secara teknikal, IHSG masih terjebak dalam pola descending triangle yang cukup menekan. Pola ini mengindikasikan bahwa indeks memiliki kecenderungan untuk terus melemah dalam jangka pendek.

Area support krusial saat ini berada pada kisaran level 7.000 hingga 6.950. Jika level tersebut gagal dipertahankan, potensi pelemahan lanjutan bisa menjadi skenario yang tidak terhindarkan.

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada ultimatum yang diberikan kepada Teheran terkait kesepakatan dalam 48 jam ke depan. Eskalasi konflik di akan menjadi penentu arah pergerakan pasar saham dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga:  Strategi Cerdas Kelola Aset bagi Gen Z Indonesia di Tahun 2026 agar Terhindar Kerugian

Berikut adalah ringkasan data teknikal dan proyeksi pergerakan saham yang menjadi sorotan BRI Danareksa Sekuritas untuk sesi perdagangan hari ini:

Kode Saham Rekomendasi Area Buy Resistance 1 Resistance 2 Stop Loss
TAPG Buy 1.750 – 1.800 1.910 1.985 < 1.700
MBMA Buy 650 – 700 755 805 < 630
JPFA Buy 2.400 – 2.450 2.500 2.600 < 2.350
BREN Sell

Tabel di atas memberikan gambaran mengenai titik masuk dan target harga yang disarankan oleh analis. Perlu diingat bahwa angka-angka tersebut merupakan estimasi teknikal yang sangat bergantung pada kondisi pasar harian.

Rekomendasi Saham Pilihan

Memahami strategi yang tepat di tengah volatilitas pasar sangat penting untuk menjaga aset tetap aman. Berikut adalah rincian strategi untuk saham-saham pilihan tersebut:

1. TAPG (Buy – Day Trade)

Pergerakan saham ini masih berada dalam tren naik yang cukup solid. Saat ini, harga sedang mengalami fase pullback ke area support di level 1.730 hingga 1.795. Selama harga mampu bertahan di area tersebut, peluang untuk melanjutkan penguatan ke level 1.910 hingga 1.985 tetap terbuka lebar. Indikator MACD yang masih berada di zona positif menjadi pendukung utama potensi kenaikan ini.

2. MBMA (Buy – Day Trade)

ini terpantau bergerak dalam fase konsolidasi di atas area support 645 hingga 670. Peluang untuk rebound lanjutan terbuka menuju resistance terdekat di level 755. Jika momentum penguatan berlanjut, target berikutnya berada di level 805. Investor disarankan untuk tetap memperhatikan batas risiko di bawah level 630.

Baca Juga:  Tren Kenaikan Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Per Selasa 31 Maret 2026

3. JPFA (Buy – Day Trade)

Saham ini menunjukkan sinyal pembalikan arah setelah berhasil melakukan rebound dari MA200. Harga mulai keluar dari pola downtrend, yang membuka peluang pembalikan arah jangka pendek yang lebih menjanjikan. Selama harga bertahan di atas support 2.350, potensi penguatan menuju area 2.500 hingga 2.600 tetap terbuka.

4. BREN (Sell)

Pergerakan saham ini masih berada dalam tren turun yang kuat setelah breakdown dari MA200. Struktur harga menunjukkan pola lower high dan lower low yang konsisten. Saat ini, harga mendekati area support 4.750 dengan support lanjutan berada di level 4.210. Mengingat tren yang masih negatif, langkah terbaik adalah melakukan aksi jual atau mengurangi eksposur.

Menghadapi pasar yang fluktuatif memerlukan disiplin tinggi dalam menerapkan manajemen risiko. Pemilihan saham yang selektif menjadi kunci utama agar portofolio tidak tergerus oleh sentimen negatif global yang sedang memanas.

Selalu perhatikan pergerakan harga secara real-time dan jangan ragu untuk melakukan cut loss jika harga menembus batas support yang telah ditentukan. Konsistensi dalam mengikuti rencana perdagangan akan membantu menjaga performa di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.


Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai perintah beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Pergerakan harga saham sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar global maupun domestik. Pastikan untuk melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.