Beranda » Pasar Modal » Proyeksi IHSG Terkini dan Saham Rekomendasi Mirae Sekuritas untuk Hari Ini 4 Maret

Proyeksi IHSG Terkini dan Saham Rekomendasi Mirae Sekuritas untuk Hari Ini 4 Maret

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih menunjukkan tekanan pelemahan. Sentimen pasar cenderung , dipicu oleh beberapa faktor makro ekonomi dan dinamika sektor domestik. Investor pun mulai waspada dalam mengambil keputusan investasi.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memberikan pandangan terkini terhadap pergerakan IHSG serta rekomendasi saham harian. Analisis ini bisa jadi referensi penting untuk memetakan peluang di tengah ketidakpastian pasar.

Proyeksi IHSG Hari Ini

Pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam fase koreksi. Tekanan berasal dari sentimen investor asing yang belum pulih sepenuhnya, ditambah dengan data ekonomi global yang belum sepenuhnya mendukung.

1. Target Rentang IHSG

Mirae Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak di rentang:

  • Support: 7.150
  • Resistance: 7.350

Investor disarankan untuk memperhatikan level-level tersebut sebagai indikator awal ambang batas buy atau sell.

2. Faktor Pendorong Pergerakan IHSG

Beberapa hal menjadi pendorong utama fluktuasi indeks hari ini:

  • Sentimen global terhadap masih lemah.
  • Data inflasi AS yang datang minggu depan bisa jadi katalis selanjutnya.
  • terkait suku acuan juga masih jadi sorotan.

3. Rekomendasi Strategi Investasi

Strategi yang disarankan saat ini adalah pendekatan selektif. Fokus pada saham-saham dengan fundamental dan likuiditas baik.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Mirae Sekuritas merilis daftar saham rekomendasi harian berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Saham-saham ini dipilih karena memiliki potensi performa baik di tengah kondisi pasar saat ini.

1. BBCA – PT Bank Central Asia Tbk

Saham perbankan ini tetap jadi andalan investor jangka panjang. Fundamental BBCA solid, dengan pertumbuhan yang stabil dan efisiensi biaya yang terus ditingkatkan.

Baca Juga:  Daftar 5 Saham Pilihan MNC Sekuritas Saat IHSG Berpotensi Mengalami Koreksi di 2026

Rekomendasi: BELI
Target Harga: Rp 9,200
Harga Saat Ini: ± Rp 8,600

2. TLKM – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

TLKM menunjukkan tren positif di chart mingguan. Dengan dividen yang menarik dan prospek bisnis digital yang terus melebar, saham ini layak jadi pilihan.

Rekomendasi: BELI
Target Harga: Rp 4,300
Harga Saat Ini: ± Rp 4,000

3. UNVR – PT Unilever Indonesia Tbk

UNVR tetap konsisten memberikan performa stabil. Saham ini cocok untuk investor yang mencari portofolio defensive di tengah volatilitas pasar.

Rekomendasi: BELI
Target Harga: Rp 52,000
Harga Saat Ini: ± Rp 49,000

4. BBRI – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

Bank BUMN ini menunjukkan peningkatan performa operasional. Ditambah stimulus ekonomi nasional yang mulai terasa, BBRI punya potensi apresiasi harga saham.

Rekomendasi: BELI
Target Harga: Rp 5,100
Harga Saat Ini: ± Rp 4,800

5. ASII – Astra International Tbk

ASII tetap menjadi salah satu blue- saham favorit. Dividen besar dan eksposur industri otomotif serta alat berat membuatnya relevan di segala kondisi pasar.

Rekomendasi: BELI
Target Harga: Rp 14,000
Harga Saat Ini: ± Rp 13,200

Komparasi Saham Rekomendasi

Kode Saham Nama Perusahaan Rekomendasi Target Harga Harga Saat Ini Potensi Gain (%)
BBCA BELI Rp 9,200 Rp 8,600 7.0%
TLKM Telekomunikasi Indonesia BELI Rp 4,300 Rp 4,000 7.5%
UNVR Unilever Indonesia BELI Rp 52,000 Rp 49,000 6.1%
BBRI Bank Rakyat Indonesia BELI Rp 5,100 Rp 4,800 6.3%
ASII Astra International BELI Rp 14,000 Rp 13,200 6.1%
Baca Juga:  Pahami 5 Angka Kunci dalam Laporan Keuangan Perusahaan agar Investasi Aman di 2026

Catatan: Data harga dan target bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Tips Memilih Saham di Pasar Bearish

Memilih saham di tengah tren negatif bukan perkara mudah. Namun, dengan pendekatan yang tepat, investor tetap bisa menemukan peluang.

1. Fokus pada Blue Chip Stocks

Saham-saham besar biasanya punya daya tahan lebih baik saat pasar sedang melemah. Likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar jadi nilai tambahnya.

2. Lihat Dividen Yield

Saham dengan dividen yield tinggi bisa jadi buffer saat harga saham belum naik. Pendapatan pasif ini membantu menjaga keseimbangan portofolio.

3. Gunakan Analisis Teknikal

Chart dan indikator teknis bisa membantu mengidentifikasi timing beli dan yang tepat. Terutama saat pasar volatile, teknikal analysis sangat berguna.

4. Hindari Overtrading

Di masa bearish, aktivitas jual-beli yang terlalu sering justru bisa merugikan. Lebih baik fokus pada saham berkualitas daripada terjebak short-term trap.

Disclaimer

Proyeksi dan rekomendasi saham ini bersifat prediktif dan tidak menjamin hasil riil di pasar. Semua angka harga, target, dan strategi investasi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Sebaiknya selalu lakukan riset mandiri dan konsultasi dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.