Beranda » Pasar Modal » Daftar 5 Saham Pilihan MNC Sekuritas Saat IHSG Berpotensi Mengalami Koreksi di 2026

Daftar 5 Saham Pilihan MNC Sekuritas Saat IHSG Berpotensi Mengalami Koreksi di 2026

Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal pergerakan yang cukup menantang pada awal pekan . Tekanan yang masif sepanjang pekan lalu memaksa indeks berada dalam posisi rentan terhadap koreksi lanjutan.

Kondisi pasar saat ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi para pelaku pasar. Analisis teknikal menunjukkan adanya pola yang mengindikasikan potensi pelemahan lebih lanjut sebelum pasar menemukan pijakan yang lebih kokoh.

Analisis Teknis dan Proyeksi Pergerakan IHSG

IHSG pada penutupan perdagangan pekan lalu mencatatkan penurunan signifikan sebesar 3,38 persen ke level 7.129. Tekanan jual yang mendominasi pasar menjadi faktor utama di balik pelemahan tersebut.

Secara akumulatif dalam periode mingguan, indeks telah terkoreksi hingga 6,61 persen. Angka ini mencerminkan sentimen negatif yang masih menyelimuti lantai bursa domestik saat ini.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa posisi IHSG saat ini berada pada fase krusial. Indeks diperkirakan sedang berada pada bagian wave [v] dalam label hitam atau alternatifnya di akhir wave [b] dari wave B pada label merah.

Skenario teknikal ini memberikan indikasi bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan tren koreksi. Area terdekat yang menjadi target pengujian indeks berada pada rentang level 7.022 hingga 7.115.

Penting untuk dicatat bahwa pergerakan menuju level tersebut juga berfungsi sebagai upaya penutupan area gap yang sempat terbentuk sebelumnya. Jika level support ini gagal bertahan, diprediksi akan semakin meningkat.

Berikut adalah ringkasan teknikal mengenai proyeksi pergerakan IHSG berdasarkan analisis terbaru:

Indikator Keterangan
Tren Mingguan Koreksi 6,61%
Posisi Wave Wave [v] atau akhir Wave [b]
Area Support 7.022 – 7.115
Sentimen Utama Tekanan Jual Tinggi

Data di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global maupun domestik. Investor perlu memantau pergerakan harga secara time untuk mengambil keputusan yang tepat.

Baca Juga:  Prediksi Tren Positif IHSG dan 5 Pilihan Saham Unggulan MNC Sekuritas Kamis 26/3/2026

Rekomendasi Saham Pilihan untuk Perdagangan Hari Ini

Menghadapi kondisi pasar yang masih dibayangi oleh volatilitas tinggi, strategi Buy on Weakness menjadi pendekatan yang disarankan. Strategi ini memungkinkan pelaku pasar untuk masuk ke posisi saham pilihan pada harga yang lebih rendah saat terjadi koreksi.

MNC Sekuritas telah merilis daftar saham yang menarik untuk dicermati selama perdagangan hari ini. Pemilihan saham ini didasarkan pada analisis teknikal yang mempertimbangkan titik ideal serta manajemen risiko yang ketat.

Berikut adalah daftar rekomendasi saham beserta parameter teknikal yang perlu diperhatikan:

1. ADMR (Adaro Minerals Indonesia Tbk)

Saham ini masuk dalam daftar pantauan dengan strategi Buy on Weakness. Fokus utama terletak pada area beli yang telah ditentukan untuk mengantisipasi pembalikan arah.

  • Area Beli: 1.775 – 1.865
  • Target Harga: 1.970 dan 2.090
  • Cut Loss: Di bawah 1.740

2. BULL (Buana Lintas Lautan Tbk)

Pergerakan BULL menunjukkan potensi yang menarik di tengah tekanan pasar. Disiplin dalam menjaga level cut loss menjadi kunci utama dalam mengelola posisi pada saham ini.

  • Area Beli: 482 – 530
  • Target Harga: 595 dan 630
  • Cut Loss: Di bawah 468

3. DAAZ (Duta Anggada Realty Tbk)

DAAZ menjadi salah satu pilihan yang masuk dalam radar analisis untuk perdagangan hari ini. Perhatikan rentang harga beli agar tetap berada dalam koridor manajemen risiko yang aman.

  • Area Beli: 1.930 – 2.220
  • Target Harga: 2.670 dan 2.910
  • Cut Loss: Di bawah 1.805

4. HRTA (Hartadinata Abadi Tbk)

HRTA melengkapi daftar rekomendasi dengan potensi pergerakan yang terukur. Pastikan untuk selalu memantau pergerakan harga di sekitar area beli yang disarankan.

  • Area Beli: 2.720 – 2.880
  • Target Harga: 3.120 dan 3.280
  • Cut Loss: Di bawah 2.660
Baca Juga:  Analisis Kunci Laporan Keuangan PFE dan MRK Tahun 2026 untuk Strategi Trading Saham

Pentingnya Manajemen Risiko di Pasar Volatil

Menghadapi pasar yang sedang dalam fase koreksi memerlukan ketenangan dan kedisiplinan tinggi. Strategi Buy on Weakness bukan berarti membeli tanpa perhitungan, melainkan menunggu harga masuk ke area teknikal yang sudah teruji.

Penerapan cut loss adalah langkah wajib untuk membatasi kerugian jika pergerakan harga tidak sesuai dengan proyeksi awal. Mengabaikan manajemen risiko dalam kondisi pasar yang tidak menentu dapat berdampak fatal bagi portofolio investasi.

Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. Informasi yang disajikan di atas merupakan hasil analisis teknikal dari pihak sekuritas dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

memiliki risiko bawaan yang tidak bisa dihilangkan sepenuhnya. Keputusan akhir dalam setiap transaksi sepenuhnya berada di tangan pelaku pasar dengan segala konsekuensi yang menyertainya.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Data, harga, dan proyeksi yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. memiliki risiko tinggi, sehingga setiap keputusan investasi harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan riset mandiri.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.