Beranda » Pasar Modal » Indeks Harga Saham Gabungan Turun, BRI Danareksa Sekuritas Berikan Proyeksi dan Rekomendasi untuk Investor pada Minggu Ini

Indeks Harga Saham Gabungan Turun, BRI Danareksa Sekuritas Berikan Proyeksi dan Rekomendasi untuk Investor pada Minggu Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pelemahan di awal pekan ini. yang masih rentan terhadap tekanan global, ditambah dengan koreksi teknis pada sejumlah saham unggulan, membuat IHSG terlihat lesu menjelang perdagangan Senin (9/3). Investor tampaknya masih menunggu isyarat kuat dari sentimen eksternal maupun data domestik untuk kembali mengambil posisi.

Di tengah situasi ini, BRI Danareksa Sekuritas memberikan proyeksi sekaligus rekomendasi saham yang bisa menjadi pilihan menarik di tengah koreksi pasar. Analis dari perusahaan sekuritas ini menilai bahwa meskipun tekanan jual masih terasa, ada beberapa saham yang memiliki potensi apresiasi di tengah ketidakpastian.

Proyeksi IHSG dan Sentimen Pasar

Pelemahan IHSG di awal pekan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah koreksi global yang terus berlangsung, terutama dari pasar saham Amerika Serikat yang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan kuat. Investor lokal pun mulai waspada, terutama menjelang data ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG akan bergerak di kisaran 6.700 hingga 6.850 pada pekan ini. Rentang tersebut mencerminkan potensi koreksi yang masih mungkin terjadi, namun juga menunjukkan bahwa tekanan jual belum terlalu besar untuk memicu penurunan tajam.

  1. Indeks Dibuka Lesu di Awal Pekan

    • Investor menahan diri di tengah ketidakpastian global.
    • Volume perdagangan cenderung rendah di awal sesi.
  2. Pengaruh Data Eksternal

    • Rilis data inflasi dan kebijakan moneter dari negara maju masih menjadi sorotan.
    • Pergerakan dolar AS dan obligasi global turut memengaruhi sentimen lokal.
  3. Sektor yang Paling Terdampak

    • Saham konsumer dan properti menunjukkan koreksi lebih dalam.
    • Bank sentral lokal diprediksi akan tetap mempertahankan suku acuan, sehingga sektor keuangan relatif stabil.

Rekomendasi Saham dari BRI Danareksa Sekuritas

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas menyarankan beberapa saham yang dinilai memiliki prospek baik di tengah koreksi pasar. Saham-saham ini dipilih berdasarkan fundamental yang kuat, valuasi yang masih wajar, serta prospek pertumbuhan jangka menengah yang positif.

Baca Juga:  Pilihan Investasi Aman Surat Berharga Negara Syariah SR024 dari BNI Sekuritas di 2026

1. BBCA (Bank Central Asia)

BBCA tetap menjadi andalan utama di sektor perbankan. Dengan pertumbuhan kredit yang stabil dan efisiensi biaya yang terus ditingkatkan, saham ini dianggap terhadap . BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi dengan target harga Rp 9.500.

2. TLKM (Telekomunikasi Indonesia)

TLKM menawarkan valuasi menarik di tengah prospek dividen yang konsisten. Dengan portofolio bisnis digital yang terus berkembang, TLKM dianggap sebagai saham defensif yang layak dimiliki. Rekomendasi: BELI, target harga Rp 4.200.

3. UNVR (Unilever Indonesia)

Sebagai pemain lama di sektor konsumer, UNVR memiliki daya tahan yang baik terhadap tekanan ekonomi. Penjualan produk kebutuhan sehari-hari cenderung stabil meski di tengah perlambatan konsumsi. Rekomendasi: BELI, target harga Rp 8.700.

4. BBRI (Bank Rakyat Indonesia)

BBRI menunjukkan pemulihan kinerja yang konsisten sejak kuartal lalu. Dengan fokus pada digitalisasi layanan dan pengembangan , bank ini memiliki peluang pertumbuhan yang baik. Rekomendasi: BELI, target harga Rp 5.300.

5. ASII (Astra International)

ASII tetap menjadi pilihan menarik di sektor otomotif dan alat berat. Diversifikasi bisnis dan kinerja usaha yang solid membuat saham ini layak untuk jangka menengah. Rekomendasi: BELI, target harga Rp 14.000.

Perbandingan Saham Rekomendasi

Berikut adalah ringkasan rekomendasi saham dari BRI Danareksa Sekuritas lengkap dengan target harga dan potensi capital gain:

Kode Saham Nama Perusahaan Rekomendasi Target Harga (Rp) Potensi Gain (%)
BBCA Bank Central Asia BELI 9.500 8,5%
TLKM Telekomunikasi Indonesia BELI 4.200 6,2%
UNVR Unilever Indonesia BELI 8.700 5,8%
BBRI Bank Rakyat Indonesia BELI 5.300 7,1%
ASII Astra International BELI 14.000 9,3%
Baca Juga:  Indeks Harga Saham Gabungan Terus Mengalami Tekanan, MNC Sekuritas Sarankan Saham-Saham Pilihan Ini untuk Kamis (12/3)

Strategi Investasi di Tengah Koreksi

Menjelang perdagangan Senin (9/3), investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar. Meskipun sejumlah saham menawarkan potensi apresiasi, risiko koreksi masih mungkin terjadi terutama jika sentimen global kembali melemah.

  1. Fokus pada Saham Blue Chip

    • Saham-saham besar dengan likuiditas tinggi cenderung lebih stabil.
    • Saham blue chip juga memiliki daya tahan terhadap tekanan jual.
  2. Gunakan Pendekatan Rata-Rata Harga (DCA)

    • Strategi ini membantu mengurangi risiko timing market.
    • Cocok untuk investor jangka panjang yang ingin membangun portofolio bertahap.
  3. Pantau Indikator Teknis

    • Gunakan moving average dan RSI untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih aman.
    • Hindari membeli saham yang sedang dalam tren penurunan tajam.

Kesimpulan

Meskipun IHSG masih menunjukkan tekanan di awal pekan ini, ada peluang menarik bagi investor yang cermat. BRI Danareksa Sekuritas menyarankan untuk tetap fokus pada saham dengan fundamental kuat dan valuasi wajar. Dengan strategi yang tepat, investor masih bisa memperoleh return yang positif meski di tengah koreksi pasar.

Disclaimer: Data dan target harga dalam artikel ini bersifat estimasi dari BRI Danareksa Sekuritas per tanggal 9 Maret 2025. Nilai pasar saham dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi , regulasi, dan faktor lainnya yang tidak dapat diprediksi. mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan sebagian atau seluruh modal.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.