Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif dengan potensi kelanjutan penguatan pada perdagangan hari ini, Jumat, 10 April 2026. Momentum kenaikan ini diharapkan mampu menjaga tren optimisme pasar setelah penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada Kamis (9/4), IHSG berhasil ditutup menguat sebesar 0,39% ke level 7.307,59. Pencapaian tersebut menandai penguatan selama dua hari berturut-turut di tengah dinamika pasar yang cukup menantang.
Analisis Teknikal dan Sentimen Pasar
Meskipun terjadi kenaikan indeks, aksi jual oleh investor asing tercatat cukup signifikan dengan nilai net sell mencapai Rp 1,77 triliun. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi pelaku pasar dalam memetakan arah pergerakan harga ke depan.
Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanta, mengungkapkan bahwa secara teknikal, posisi IHSG saat ini telah mengukuhkan diri di atas garis MA20. Level 7.230 kini ditetapkan sebagai titik support terdekat yang krusial untuk dipantau.
Proyeksi teknikal menunjukkan adanya upaya untuk mempertahankan level support tersebut hingga penghujung pekan. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan apabila sentimen pasar berubah menjadi kurang kondusif, sehingga pengurangan posisi menjadi langkah mitigasi risiko yang disarankan.
Faktor Penggerak Pasar Global dan Domestik
Dinamika pasar global saat ini masih sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harapan akan adanya de-eskalasi seringkali berbenturan dengan realitas ketidakpastian yang masih tinggi di lapangan.
Pernyataan dari pihak Amerika Serikat mengenai keberadaan pasukan di sekitar Iran hingga tercapainya kesepakatan nyata memberikan tekanan tersendiri. Di sisi lain, aktivitas militer yang masih berlangsung di Selat Hormuz terus menjadi variabel yang memicu volatilitas harga aset berisiko.
Selain isu geopolitik, pasar sedang menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat untuk periode Maret. Angka inflasi yang diperkirakan mendekati level 4% dapat memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Berikut adalah ringkasan faktor utama yang mempengaruhi sentimen pasar saat ini:
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi.
- Antisipasi rilis data inflasi Amerika Serikat bulan Maret.
- Ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve yang tetap restriktif.
- Target pertumbuhan ekonomi domestik yang optimis di angka 5,5% untuk kuartal I-2026.
Kondisi ekonomi domestik memberikan secercah harapan di tengah badai sentimen global yang menerjang pasar modal. Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 berada di kisaran 5,4%.
Optimisme tersebut didorong oleh konsumsi domestik yang berkontribusi sebesar 54% terhadap PDB nasional. Selain itu, kinerja fiskal yang solid dengan pertumbuhan pajak mencapai 14,3% secara tahunan serta sektor manufaktur yang tetap ekspansif menjadi fondasi kuat bagi ketahanan ekonomi dalam negeri.
Rekomendasi Saham Pilihan
Memasuki sesi perdagangan hari ini, terdapat beberapa emiten yang masuk dalam radar pantauan berdasarkan analisis teknikal. Pemilihan saham ini didasarkan pada potensi pergerakan harga yang selaras dengan momentum pasar saat ini.
Berikut adalah rincian rekomendasi saham dari Kiwoom Sekuritas Indonesia untuk diperhatikan:
1. ARTO (Bank Jago Tbk)
- Entry Buy: 1.375 – 1.410
- Target Price: 1.455 – 1.500
- Support: 1.355 – 1.375
- Cut Loss: 1.345
2. BRIS (Bank Syariah Indonesia Tbk)
- Entry Buy: 2.080 – 2.130
- Target Price: 2.200 – 2.260
- Support: 2.050 – 2.080
- Cut Loss: 2.030
3. BRPT (Barito Pacific Tbk)
- Entry Buy: 1.805 – 1.855
- Target Price: 1.915 – 1.970
- Support: 1.780 – 1.805
- Cut Loss: 1.770
4. SCMA (Surya Citra Media Tbk)
- Entry Buy: 276 – 284
- Target Price: 294 – 302
- Support: 272 – 276
- Cut Loss: 268
Untuk memudahkan dalam memantau target harga dan titik batas risiko, berikut adalah tabel ringkasan teknikal dari saham-saham tersebut:
| Saham | Entry Buy | Target Price | Support | Cut Loss |
|---|---|---|---|---|
| ARTO | 1.375-1.410 | 1.455-1.500 | 1.355-1.375 | 1.345 |
| BRIS | 2.080-2.130 | 2.200-2.260 | 2.050-2.080 | 2.030 |
| BRPT | 1.805-1.855 | 1.915-1.970 | 1.780-1.805 | 1.770 |
| SCMA | 276-284 | 294-302 | 272-276 | 268 |
Data di atas disusun sebagai referensi teknikal untuk membantu pengambilan keputusan di pasar modal. Setiap pergerakan harga saham sangat bergantung pada dinamika pasar yang berubah cepat setiap harinya.
Perlu diingat bahwa seluruh rekomendasi yang dipaparkan bukanlah ajakan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham secara spesifik. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pelaku pasar dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan analisis pasar, bukan jaminan keuntungan. Data pasar dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan ekonomi global dan domestik. Pastikan untuk melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.



