Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal positif untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (9/4/2026). Optimisme pelaku pasar kembali tumbuh setelah pada sesi sebelumnya indeks ditutup melesat signifikan sebesar 4,42 persen ke level 7.279.
Sentimen global menjadi katalis utama di balik lonjakan harga saham di bursa domestik. Kabar mengenai gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran berhasil meredakan ketegangan geopolitik yang sempat menghantui pasar keuangan dunia selama beberapa waktu terakhir.
Analisis Sentimen Pasar dan Kondisi Global
Kondisi geopolitik yang mulai mendingin memberikan dampak domino positif bagi bursa saham di kawasan Asia hingga Eropa. Indeks futures Wall Street pun turut mencatatkan kenaikan, yang kemudian memberikan dorongan moral bagi investor di dalam negeri untuk kembali mengakumulasi aset berisiko.
Di sisi lain, terjadi pergeseran pada komoditas energi yang cukup menarik perhatian. Harga minyak dunia mengalami koreksi tajam, di mana jenis WTI turun ke kisaran US$ 95 per barel dan Brent berada di level US$ 94 per barel.
Penurunan harga minyak ini memberikan sedikit napas lega bagi biaya produksi industri global. Namun, dari sisi domestik, cadangan devisa Indonesia tercatat mengalami penurunan menjadi US$ 148,2 miliar pada Maret 2026.
Langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menjadi faktor utama di balik penyusutan cadangan devisa tersebut. Meski demikian, pasar cenderung merespons positif upaya otoritas moneter dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Proyeksi Teknikal IHSG
Secara teknikal, IHSG diprediksi masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan secara terbatas. Level support saat ini berada di angka 7.200, sementara level resistance berada di kisaran 7.300.
Perlu dicatat bahwa pergerakan ini masih dikategorikan sebagai technical rebound di tengah ketidakpastian global yang belum sepenuhnya hilang. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Berikut adalah ringkasan teknikal IHSG untuk perdagangan hari ini:
| Indikator | Level |
|---|---|
| Support | 7.200 |
| Resistance | 7.300 |
| Tren | Technical Rebound |
Data di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar yang terjadi sepanjang hari. Ketepatan analisis teknikal sangat bergantung pada volume perdagangan dan sentimen berita yang muncul secara real-time.
Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas
Menanggapi kondisi pasar tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, memberikan beberapa pandangan mengenai saham-saham yang layak diperhatikan. Strategi yang diterapkan mencakup aksi beli untuk saham dengan potensi pembalikan arah, serta aksi jual untuk saham yang masih tertekan.
Berikut adalah daftar rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini:
-
BUVA (Buy)
Saham ini mengindikasikan adanya pembalikan arah jangka pendek setelah berhasil menembus area neckline di level 1.110. Perbaikan momentum yang terjadi membuat saham ini menarik untuk dikoleksi selama mampu bertahan di atas area tersebut.- Area Buy: 1.150 – 1.200
- Target Resistance 1: 1.265
- Target Resistance 2: 1.320
- Stop Loss: < 1.100
-
RAJA (Buy)
RAJA menunjukkan pola teknikal rounding bottom yang cukup kuat setelah breakout dari neckline di level 4.010. Peluang kenaikan terbuka lebar selama harga tetap berada di atas area tersebut.- Area Buy: 4.100 – 4.200
- Target Resistance 1: 4.390
- Target Resistance 2: 4.510
- Stop Loss: < 4.000
-
OASA (Buy)
Peningkatan momentum pada OASA terlihat setelah saham ini berhasil keluar dari area konsolidasi di level 274. Potensi kenaikan lanjutan menuju level yang lebih tinggi terbuka selama tidak ada tekanan jual yang signifikan.- Area Buy: 290 – 300
- Target Resistance 1: 322
- Target Resistance 2: 358
- Stop Loss: < 275
-
ACST (Sell)
Berbeda dengan saham lainnya, ACST masih terjebak dalam tren menurun yang cukup dalam. Saham ini telah breakdown dari area konsolidasi sebelumnya, sehingga tekanan jual diprediksi masih akan berlanjut.- Last Price: 85
- Next Support: 79
Manajemen Risiko dalam Investasi
Memilih saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif memerlukan ketelitian ekstra. Disiplin dalam menerapkan manajemen risiko adalah kunci utama agar portofolio tetap terjaga dari kerugian yang tidak terukur.
Setiap investor diharapkan untuk selalu melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan. Jangan hanya mengandalkan rekomendasi pihak lain tanpa memahami fundamental maupun teknikal dari saham yang bersangkutan.
Perlu diingat bahwa seluruh data dan rekomendasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pelaku pasar.
Pasar modal memiliki risiko bawaan yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Pastikan untuk selalu memantau perkembangan berita ekonomi terkini agar strategi investasi dapat disesuaikan dengan kondisi pasar yang sedang berlangsung.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.



