Beranda » Ekonomi Bisnis » CIMB Catat Laba Bersih Rp 33,9 Triliun di 2025, Siap Bagi Dividen Rekor Rp 21,9 Triliun

CIMB Catat Laba Bersih Rp 33,9 Triliun di 2025, Siap Bagi Dividen Rekor Rp 21,9 Triliun

CIMB Group mencatatkan pencapaian finansial yang solid di tahun 2025. Meski berhadapan dengan tekanan ekonomi dan penurunan suku bunga, kinerja keuangan bank asal Malaysia ini tetap menunjukkan tren positif. yang diraih mencapai RM7,9 miliar atau setara Rp33,9 triliun, naik tipis 1,7% dibanding tahun sebelumnya.

Peningkatan ini tidak hanya tercermin dari laba bersih, tapi juga dari laba sebelum pajak (PBT) yang naik 2,7% menjadi RM10,7 miliar atau sekitar Rp46 triliun. EPS (earnings per share) juga tercatat di angka 73,1 sen. Rasio (return on equity) tahunan CIMB naik menjadi 11,3%, menandakan efisiensi dan kualitas manajemen semakin membaik.

Strategi F30 Dorong Kinerja Positif

Implementasi strategi jangka panjang Forward30 (F30) menjadi salah satu pendorong utama pencapaian ini. Sebagai tahun dari rencana enam tahun tersebut, 2025 menjadi tonggak awal bagi transformasi CIMB ke arah yang lebih efisien dan berkelanjutan.

  1. Fokus pada efisiensi operasional dan digitalisasi
    CIMB menekankan peningkatan efisiensi melalui investasi teknologi dan otomatisasi layanan. Ini membantu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas.

  2. Peningkatan layanan nasabah
    Strategi ini juga mencakup peningkatan pengalaman nasabah, baik secara digital maupun langsung. CIMB terus mengembangkan platform digital yang lebih responsif dan personal.

  3. Ekspansi bisnis berkelanjutan
    CIMB tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial, tapi juga pada keberlanjutan jangka panjang. Ini tercermin dari komitmen penyaluran pembiayaan berkelanjutan hingga RM300 miliar menjelang 2030.

Dividen Rekor, Apresiasi untuk Pemegang Saham

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan dukungan pemegang saham, CIMB mengusulkan pembayaran dividen interim kedua sebesar 20,35 sen per saham. Total dividen tahunan mencapai 47,1 sen per saham, atau senilai RM5,1 miliar atau sekitar Rp21,9 triliun. Angka ini merupakan rekor tertinggi yang pernah dicatat CIMB.

  • Dividen interim pertama: 26,75 sen per saham
  • Dividen interim kedua: 20,35 sen per saham
  • Total dividen tahunan: 47,1 sen per saham
  • Total nilai dividen: RM5,1 miliar (Rp21,9 triliun)
Baca Juga:  Analisis Pertumbuhan Laba Bersih 5 Bank Raksasa Indonesia Sepanjang Kuartal 1 Tahun 2026

Fundamental Bisnis Tetap Kuat

Total aset CIMB tumbuh 6,1% secara tahunan menjadi RM778,7 miliar atau sekitar Rp3.348 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa CIMB mampu menjaga momentum bisnisnya meski di tengah ketidakpastian global.

Pertumbuhan juga tercatat positif, naik 3,1% dibanding tahun sebelumnya. Rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di level 86,4%, menunjukkan likuiditas yang sehat dan keseimbangan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana.

Simpanan Nasabah Naik Signifikan

Simpanan nasabah meningkat 5,4% menjadi RM524,4 miliar atau sekitar Rp2.255 triliun. CASA (current account saving account) juga naik 1,6% menjadi RM224,1 miliar atau sekitar Rp963 triliun. Rasio CASA mencapai 42,7%, menunjukkan bahwa dana murah masih menjadi tulang punggung pendanaan CIMB.

Komponen Nilai (RM) Nilai (Rp) Pertumbuhan
Total Aset RM778,7 miliar Rp3.348 triliun +6,1%
Simpanan Nasabah RM524,4 miliar Rp2.255 triliun +5,4%
CASA RM224,1 miliar Rp963 triliun +1,6%
Kredit +3,1%

Pendapatan Bunga dan Nonbunga Stabil

Meski suku bunga turun, CIMB tetap menjaga stabilitas bersih (NII) di level RM15,3 miliar atau sekitar Rp65,8 triliun. Penurunan NIM hanya 8 basis poin menjadi 1,79%, menunjukkan bahwa tekanan terhadap margin bunga tidak terlalu besar.

Sementara itu, pendapatan nonbunga tumbuh 3,1% menjadi RM7,1 miliar atau sekitar Rp30,5 triliun. Kenaikan ini didukung oleh performa bisnis treasury dan pendapatan dari komisi serta biaya layanan.

Teknologi dan Efisiensi Jadi Fokus Utama

Investasi teknologi CIMB di tahun 2025 mencapai RM1,7 miliar atau sekitar Rp7,3 triliun. Lebih dari RM100 juta dialokasikan untuk pengembangan kecerdasan buatan () dan peningkatan keterampilan digital karyawan.

  1. AI dan otomatisasi layanan nasabah
    CIMB terus mengembangkan sistem AI untuk meningkatkan efisiensi layanan dan personalisasi pengalaman nasabah.

  2. Peningkatan kapasitas digital
    Platform digital CIMB diperbarui secara berkala untuk memastikan kenyamanan dan keamanan nasabah.

  3. Pelatihan karyawan
    Program pelatihan digital dijalankan untuk memastikan SDM CIMB siap menghadapi transformasi industri perbankan.

Baca Juga:  Deretan Saham Sektor Perbankan Kompak Menanjak di Sesi 1 Perdagangan 8 Mei 2026 Ini

Kualitas Aset dan Risiko Kredit Terjaga

Rasio kredit bermasalah (GIL) turun menjadi 1,7%, level terendah dalam sejarah CIMB. Rasio pencadangan pun tetap solid di atas 100%, tepatnya mencapai 103,2%. Ini menunjukkan bahwa CIMB memiliki buffer yang cukup untuk mengantisipasi di masa depan.

Komitmen Keberlanjutan dan Inklusi

CIMB menargetkan penyaluran pembiayaan berkelanjutan mencapai RM300 miliar menjelang 2030, naik tiga kali lipat dari target sebelumnya. Selain itu, CIMB juga berkomitmen menyalurkan investasi sosial masyarakat sebesar RM200 juta atau sekitar Rp860 miliar dalam rentang waktu yang sama.

  1. Pembiayaan berkelanjutan
    CIMB fokus pada proyek-proyek yang mendukung energi terbarukan, , dan pengembangan infrastruktur hijau.

  2. Inisiatif inklusi ekonomi
    CIMB terus mengembangkan program yang mendukung UMKM dan masyarakat kurang mampu agar bisa mengakses layanan keuangan secara lebih mudah.

  3. Investasi sosial
    Dana sosial dialokasikan untuk pendidikan, , dan pemberdayaan komunitas lokal.

Penutup

Kinerja CIMB di tahun 2025 menunjukkan bahwa bank ini mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan keberlanjutan jangka panjang. Dengan strategi yang tepat dan komitmen kuat terhadap inovasi serta tanggung jawab sosial, CIMB terus memperkuat posisinya di industri perbankan Asia.

Disclaimer: Data keuangan dan nilai tukar yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga akhir tahun 2025. Nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah dapat berubah sewaktu-waktu dan memengaruhi angka yang disajikan.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.