Minat masyarakat terhadap investasi melalui urun dana atau securities crowdfunding terus meningkat menjelang Ramadan. Platform digital seperti Bizhare mencatat lonjakan signifikan dalam partisipasi investor, terutama di sektor-sektor yang memiliki permintaan tinggi menjelang Lebaran. Fenomena ini menunjukkan bahwa momen religius seperti Ramadan tidak hanya berdampak pada pola konsumsi, tetapi juga pada perilaku investasi masyarakat.
Menurut Heinrich Vincent, pendiri sekaligus CEO Bizhare, tren ini tidak datang tiba-tiba. Lonjakan permintaan di sektor pangan, transportasi, logistik, hingga hiburan membuat banyak pelaku usaha mencari modal lewat platform urun dana. Investor pun terlihat lebih aktif memilih proyek-proyek yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri.
Dinamika Investasi Menjelang Ramadan
Ramadan membawa perubahan besar dalam aktivitas ekonomi. Mulai dari peningkatan belanja harian hingga persiapan lebaran yang memicu permintaan produk lokal dan distribusi barang. Hal ini memberi peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk berkembang. Bizhare mencatat bahwa sektor pangan menjadi yang paling banyak diminati baik oleh investor maupun penerbit.
Salah satu contoh nyata adalah proyek Sukuk Pengadaan Daging Olahan Ayam dari CV Edra Shakira. Proyek ini sukses mengumpulkan dana lebih dari Rp 2,5 miliar hanya dalam hitungan hari. Kenaikan permintaan akan produk halal menjelang Lebaran menjadi salah satu faktor utama di balik kesuksesan kampanye pendanaan ini.
1. Peningkatan Partisipasi Investor
Sejak awal Februari 2026, Bizhare mencatat pertumbuhan pendanaan yang mencapai lebih dari 12 kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa investor mulai melihat potensi urun dana sebagai instrumen investasi yang menjanjikan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
2. Penambahan Jumlah Penerbit
Jumlah penerbit yang menggunakan platform Bizhare juga meningkat pesat. Sampai akhir Februari 2026, sudah ada lebih dari 200 penerbit yang berhasil menggalang dana melalui platform ini. Mayoritas dari mereka berasal dari sektor UKM yang ingin memperluas skala usaha menjelang musim libur.
3. Volume Pendanaan Capai Rp 300 Miliar
Total pendanaan yang telah disalurkan Bizhare hingga akhir Februari 2026 mencapai lebih dari Rp 300 miliar. Angka ini belum termasuk proyek-proyek yang masih dalam proses kampanye. Dengan lebih dari 400.000 investor aktif, Bizhare terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin berinvestasi secara inklusif.
Sektor-Sektor yang Mendominasi Pendanaan
Investor cenderung fokus pada sektor yang memiliki prospek cerah menjelang Ramadan. Berikut adalah beberapa sektor yang paling banyak diminati:
| No | Sektor | Alasan Populer |
|---|---|---|
| 1 | Pangan | Permintaan meningkat menjelang Lebaran |
| 2 | Transportasi | Kebutuhan distribusi barang naik |
| 3 | Logistik | Aktivitas e-commerce meningkat |
| 4 | Hiburan | Waktu luang masyarakat bertambah |
Sektor pangan tetap menjadi favorit karena permintaan produk halal dan lokal meningkat drastis. Sementara itu, sektor transportasi dan logistik ikut menyusul karena perputaran barang yang tinggi menjelang libur lebaran.
Strategi Bizhare Menyambut Ramadan 2026
Untuk menyambut momentum Ramadan tahun ini, Bizhare melakukan sejumlah strategi agar tetap relevan dan menarik bagi investor serta calon penerbit.
1. Optimalisasi Edukasi Finansial
Bizhare aktif menggelar webinar dan edukasi finansial untuk meningkatkan literasi investasi di kalangan masyarakat. Tujuannya agar investor bisa membuat keputusan yang lebih tepat saat memilih proyek untuk didanai.
2. Kolaborasi dengan UMKM Lokal
Platform ini juga menjalin kerja sama dengan berbagai UMKM lokal agar bisa mengakses teknologi pendanaan modern. Kolaborasi ini membantu UMKM tumbuh lebih cepat dan siap menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan.
3. Penawaran Produk Syariah
Mengingat Ramadan adalah momen penting dalam kalender umat Islam, Bizhare menawarkan lebih banyak produk syariah seperti sukuk dan reksa dana halal. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang menjalankan prinsip investasi sesuai syariat.
Potensi dan Tantangan di Balik Tren Ini
Meskipun tren positif terus terlihat, bukan berarti tidak ada tantangan. Salah satunya adalah perlunya regulasi yang lebih jelas agar investor merasa aman. Selain itu, edukasi masih menjadi poin penting agar masyarakat tidak terjebak pada proyek-proyek abal-abal yang menyalahgunakan momentum Ramadan.
Namun, dengan infrastruktur digital yang semakin matang dan dukungan dari otoritas keuangan, Bizhare optimistis tren ini akan terus berlanjut bahkan melampaui Ramadan 2026.
Kesimpulan
Momentum Ramadan ternyata tidak hanya mempengaruhi pola konsumsi, tetapi juga cara masyarakat berinvestasi. Platform seperti Bizhare berhasil memanfaatkan peluang ini dengan menawarkan solusi pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan musiman. Dengan pertumbuhan yang konsisten dan strategi yang tepat, urun dana bisa menjadi bagian dari ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar serta kebijakan platform terkait.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.




