Beranda » Ekonomi Bisnis » Sustainability Bond Bank BJB Tahap II Tarik Minat Investor Hingga Rp 932,4 Miliar

Sustainability Bond Bank BJB Tahap II Tarik Minat Investor Hingga Rp 932,4 Miliar

Permintaan terhadap Sustainability Bond Tahap II Bank BJB mencapai angka Rp 932,4 miliar. Angka ini mencerminkan antusiasme investor terhadap instrumen keuangan yang menggabungkan prinsip keberlanjutan dengan imbal hasil menarik. Respons pasar yang positif ini menunjukkan bahwa semakin banyak pihak yang tertarik untuk berinvestasi dengan dampak positif, baik terhadap maupun sosial.

Penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dengan target penghimpunan dana mencapai Rp 2 triliun. Corporate Secretary Bank BJB, Herfinia, menyatakan bahwa instrumen ini memberikan kesempatan kepada investor untuk turut serta dalam pengembangan bisnis yang bertanggung jawab, sekaligus memperoleh return yang kompetitif.

Penawaran dan Minat Investor

Sebelumnya, pada tahap pertama yang diterbitkan pada 2024 senilai Rp 1 triliun, obligasi ini mencatatkan oversubscribe hingga 4,66 kali. Angka tersebut menjadi indikator kuat akan kepercayaan investor terhadap kualitas dan prospek Bank BJB. Berbekal keberhasilan tersebut, bank melanjutkan penawaran Sustainability Bond Tahap II pada tahun 2026.

  1. Masabookbuilding berlangsung dari 13 Februari hingga 2 2026.
  2. Penawaran terdiri dari dua seri:
    • Seri A: tenor 3 tahun, kupon indikatif 5,45%–6,05%
    • Seri B: tenor 5 tahun, kupon indikatif 5,7%–6,3%

Tingginya permintaan menunjukkan bahwa investor percaya pada kinerja keuangan dan komitmen Bank BJB terhadap prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Hal ini juga didukung oleh peringkat idAA dari Pemeringkat Efek (Pefindo), yang mencerminkan kemampuan kuat bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang.

Kerangka Keberlanjutan dan Pengakuan

Komitmen terhadap keberlanjutan bukan sekadar retorika. Kerangka kerja Sustainability Bond Bank BJB telah memperoleh penilaian “Ramah Lingkungan/Berkelanjutan” dari Hub Universitas Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa penerbitan obligasi ini tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Baca Juga:  ValueMax Bidik Pertumbuhan 227% dengan Rencana Ekspansi Cabang di 2026

Selain itu, Bank BJB juga aktif dalam mitigasi dampak perubahan iklim. Beberapa langkah konkret yang telah diambil antara lain:

  1. Pengelolaan emisi gas kaca untuk mendukung target Net Zero Emission.
  2. Partisipasi di Bursa Karbon Indonesia dengan membeli unit karbon SPE-GRK.
  3. Menjadi salah satu bank yang telah menyelesaikan Climate Risk Stress Test (CRST) sebagai bagian dari integrasi iklim dalam manajemen risiko perusahaan.

Penggunaan Dana dan Dampak Sosial

Dana hasil penerbitan obligasi ini akan dialokasikan untuk baru maupun refinancing dalam dua kategori utama:

  • Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
  • Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)

Sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan melalui POJK Nomor 18 Tahun 2023, penggunaan dana ini harus sesuai dengan prinsip keberlanjutan. Hingga akhir 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank BJB telah mencapai Rp 14,3 triliun. Dana tersebut disalurkan ke berbagai sektor strategis, termasuk:

  • Pembiayaan UMKM
  • Proyek energi terbarukan
  • Program sosial masyarakat

Penjamin dan Penjualan Obligasi

Untuk memastikan proses penerbitan berjalan lancar, Bank BJB menunjuk lima perusahaan penjamin emisi, yaitu:

  • Mandiri Sekuritas
  • Indo Premier Sekuritas
  • Mega Capital Sekuritas
  • Danareksa Sekuritas
  • Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk

Obligasi ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sehingga dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Langkah ini memberikan fleksibilitas bagi investor untuk melakukan transaksi beli sesuai kebutuhan likuiditas mereka.

Baca Juga:  Daya Beli Melemah dan Tabungan Macet, Potret Buram Kelas Menengah Bawah Saat Ini

Perbandingan Obligasi Berkelanjutan Emiten Lain

Berikut adalah perbandingan singkat beberapa obligasi berkelanjutan yang diterbitkan oleh bank-bank besar di Indonesia:

Emiten Jenis Obligasi Nilai Penerbitan Kupon Maksimal Tahun Penerbitan
Bank BJB Sustainability Bond II Rp 932,4 Miliar 6,3% 2026
Bank Mandiri Sustainability Bond Rp 5 Triliun 6,25% 2026
BRI Social Bond Rp 5 Triliun 5,95% 2026
Bank Victoria Obligasi Konvensional Rp 750 Miliar 8,25% 2026

Catatan: bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar.

Penutup

Melalui berbagai inisiatif dan pencapaian ini, Bank BJB menunjukkan bahwa bank tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial semata, tetapi juga pada dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan masyarakat. Dengan menggabungkan prinsip ESG ke dalam strategi bisnis, Bank BJB memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan yang berkelanjutan dan dapat diandalkan di tengah dinamika pasar yang terus berkembang.

Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat referensial dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan pasar dan kebijakan terkait.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.