Bank BPD DIY menetapkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2026. Angka ini sejalan dengan realisasi penyaluran tahun sebelumnya, menunjukkan konsistensi bank daerah ini dalam mendukung sektor usaha produktif masyarakat.
Hingga Januari 2026, realisasi penyaluran KUR BPD DIY sudah mencapai Rp 34,56 miliar. Target tahun ini menunjukkan komitmen bank untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pembiayaan yang tepat sasaran.
Fokus pada Sektor Produktif
Penyaluran KUR BPD DIY tidak disebar secara merata ke semua sektor. Bank lebih memilih menyalurkan kredit ke bidang usaha yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan mampu menciptakan lapangan kerja.
Sektor-sektor yang menjadi prioritas antara lain perdagangan, akomodasi, jasa, serta produksi seperti pertanian dan industri kecil. Pemilihan sektor ini tidak hanya berdasarkan potensi ekonomi, tapi juga dampak sosialnya terhadap masyarakat luas.
Menjaga Kualitas Kredit
Di tengah dorongan penyaluran yang agresif, BPD DIY tetap menjaga kualitas portofolio kreditnya. Bank menargetkan rasio Non-Performing Loan (NPL) KUR tetap di bawah 3% sepanjang tahun ini.
Untuk mencapai target tersebut, manajemen risiko diperkuat melalui sejumlah langkah. Mulai dari monitoring yang lebih ketat hingga penagihan aktif kepada debitur yang mulai terlambat membayar.
Strategi Penyaluran KUR 2026
Untuk memastikan target penyaluran tercapai, BPD DIY menyusun strategi jitu yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi terkini. Strategi ini dirancang agar tidak hanya mengejar volume, tapi juga kualitas.
1. Peningkatan Kompetensi SDM
Bank terus mengembangkan kemampuan tim kredit dalam menganalisis risiko dan memanfaatkan teknologi digital. Pelatihan rutin dilakukan agar proses penyaluran lebih cepat dan akurat.
2. Pembaruan Ketentuan Penyaluran
Ketentuan penyaluran KUR disesuaikan dengan kebijakan terbaru dari pemerintah dan kondisi pasar. Hal ini dilakukan agar proses lebih efisien dan sesuai kebutuhan pelaku usaha.
3. Insentif Cabang Berkinerja
Cabang yang berhasil menyalurkan KUR dengan volume tinggi dan NPL rendah akan mendapatkan insentif. Ini diharapkan mendorong persaingan sehat antar cabang dalam melayani nasabah.
4. Perluasan Akses ke UMKM
Bank juga fokus memperluas jangkauan ke pelaku usaha mikro dan kecil yang sedang berkembang. Pendampingan usaha menjadi bagian penting agar mereka siap menerima pembiayaan.
5. Pemanfaatan Supply Chain
BPD DIY memanfaatkan jaringan nasabah eksisting untuk mengembangkan supply chain financing. Ini membuka peluang kolaborasi antar pelaku usaha dalam satu rantai nilai.
6. Kolaborasi dengan Lembaga Eksternal
Kemitraan dengan lembaga pemerintah, komunitas bisnis, dan instansi terkait terus diperluas. Tujuannya agar informasi dan akses KUR bisa menjangkau lebih banyak pelaku usaha.
Perbandingan Target dan Realisasi KUR BPD DIY
| Tahun | Target Penyaluran | Realisasi s.d. Januari | Persentase Capaian |
|---|---|---|---|
| 2025 | Rp 1,2 triliun | Rp 32,1 miliar | 2,67% |
| 2026 | Rp 1,2 triliun | Rp 34,56 miliar | 2,88% |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan yang berlaku.
Tantangan dan Peluang
Meski target penyaluran tetap, BPD DIY tidak menutup mata terhadap tantangan di lapangan. Fluktuasi ekonomi, kenaikan suku bunga, dan ketidakpastian global bisa memengaruhi daya serap masyarakat terhadap kredit.
Namun, di sisi lain, pertumbuhan UMKM yang stabil dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembiayaan inklusif menjadi peluang besar. Bank ini pun berupaya memanfaatkan momentum tersebut dengan pendekatan yang lebih personal dan responsif.
Peran KUR dalam Pemulihan Ekonomi
KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan. Program ini menjadi salah satu tulang punggung pemulihan ekonomi daerah. Dengan menyalurkan dana ke sektor produktif, BPD DIY membantu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Apalagi saat ini, sektor UMKM menjadi andalan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dukungan perbankan yang tepat sasaran bisa mempercepat proses pemulihan pasca-ketidakpastian ekonomi global.
Penutup
Target penyaluran KUR Rp 1,2 triliun oleh BPD DIY pada 2026 menunjukkan komitmen bank daerah ini dalam mendukung ekonomi rakyat. Dengan strategi yang matang dan fokus pada sektor produktif, bank ini berharap bisa menciptakan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Namun, semua ini tetap harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang ketat agar kualitas kredit tetap terjaga. Target NPL di bawah 3% menjadi bukti bahwa pertumbuhan tidak boleh mengorbankan kehati-hatian dalam operasional perbankan.
Disclaimer: Data dan target dalam artikel ini bersifat informasi umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, serta regulasi yang berlaku.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




