Penyaluran pembiayaan industri pergadaian di Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang cukup mencolok pada periode Januari 2026. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa total penyaluran mencapai Rp 143,14 triliun, naik 60,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini bahkan lebih tinggi dibandingkan kenaikan dari Desember 2025 ke Januari 2026, yang sebesar 48,07% secara Year-on-Year (YoY). Artinya, industri pergadaian terus menunjukkan performa positif di tengah dinamika ekonomi nasional.
Penyaluran Pembiayaan Pergadaian Tembus Rp 143 Triliun
Salah satu faktor utama dari lonjakan ini adalah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan pembiayaan berbasis gadai. Produk gadai menjadi tulang punggung industri, menyumbang sekitar 81,03% dari total penyaluran atau senilai Rp 115,98 triliun.
Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pergadaian sebagai alternatif sumber dana yang cepat dan mudah diakses, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Aset Industri Pergadaian Naik Hampir 60%
Selain penyaluran pembiayaan, aset industri pergadaian juga mengalami peningkatan signifikan. Per Januari 2026, total aset mencapai Rp 171,07 triliun, naik 59,74% dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya mencatat Rp 107,09 triliun.
Peningkatan aset ini menunjukkan bahwa industri pergadaian tidak hanya aktif dalam penyaluran, tetapi juga semakin kuat dalam struktur keuangan dan manajemen risiko.
Jumlah Perusahaan Pergadaian Terus Bertambah
Hingga Juni 2025, OJK mencatat ada 208 perusahaan pergadaian yang telah memiliki izin usaha. Angka ini menunjukkan semakin banyaknya pelaku usaha yang tertarik masuk ke industri ini karena prospek yang menjanjikan.
Namun, pertumbuhan jumlah perusahaan juga menuntut pengawasan yang ketat agar tetap menjaga kualitas layanan dan menjaga risiko kredit tetap terkendali.
Penjelasan Pertumbuhan Industri Pergadaian
Industri pergadaian terus tumbuh karena beberapa faktor penting. Berikut adalah penjabaran mengapa sektor ini bisa mencatatkan pertumbuhan yang tinggi:
1. Permintaan Masyarakat akan Likuiditas Cepat
Banyak masyarakat memanfaatkan layanan pergadaian sebagai solusi kebutuhan dana darurat. Prosesnya yang relatif cepat dan tidak memerlukan banyak dokumen membuatnya menjadi pilihan praktis.
2. Digitalisasi Layanan Pergadaian
Sejumlah perusahaan pergadaian telah mengadopsi teknologi digital untuk mempermudah proses pengajuan, penilaian barang jaminan, hingga pencairan dana. Ini membuat layanan lebih efisien dan menarik bagi generasi milenial.
3. Regulasi yang Mendukung
OJK terus melakukan pengawasan dan penerapan regulasi yang ketat namun mendukung pertumbuhan sektor ini. Hal ini menciptakan iklim usaha yang sehat dan memberikan rasa aman bagi konsumen.
4. Stabilitas Nilai Barang Gadai
Barang-barang yang digadaikan umumnya memiliki nilai yang stabil, seperti emas, perhiasan, dan elektronik bermerk. Ini membuat risiko kerugian bagi perusahaan pergadaian relatif kecil.
5. Penetrasi Pasar yang Masih Luas
Meskipun sudah tumbuh pesat, industri pergadaian masih memiliki potensi besar untuk berkembang, terutama di daerah-daerah dengan akses keuangan yang terbatas.
Perbandingan Data Pertumbuhan Pembiayaan Pergadaian
Berikut adalah rincian pertumbuhan penyaluran dan aset pergadaian dalam beberapa periode terakhir:
| Periode | Penyaluran Pembiayaan | Pertumbuhan YoY | Aset Industri | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|---|
| Januari 2024 | Rp 89,45 triliun | – | Rp 107,09 triliun | – |
| Januari 2025 | Rp 89,45 triliun | 0% | Rp 107,09 triliun | 0% |
| Januari 2026 | Rp 143,14 triliun | 60,05% | Rp 171,07 triliun | 59,74% |
Data di atas menunjukkan bahwa pertumbuhan industri pergadaian tidak hanya terjadi dalam satu tahun, tetapi sudah berlangsung secara konsisten.
Tips Memanfaatkan Layanan Pergadaian dengan Bijak
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan pergadaian, penting untuk memahami beberapa hal agar tidak terjebak pada bunga tinggi atau kehilangan barang jaminan secara sia-sia.
1. Pahami Syarat dan Ketentuan
Sebelum menggadaikan barang, pastikan untuk membaca syarat dan ketentuan yang berlaku, termasuk besaran bunga, jangka waktu penebusan, dan denda keterlambatan.
2. Hitung Kebutuhan Dana dengan Realistis
Jangan menggadaikan barang berharga hanya untuk kebutuhan konsumtif yang tidak mendesak. Gunakan layanan pergadaian untuk kebutuhan mendesak seperti biaya pengobatan atau modal usaha.
3. Pilih Perusahaan Pergadaian Terpercaya
Pastikan perusahaan pergadaian yang dipilih sudah memiliki izin dari OJK dan memiliki reputasi baik. Ini akan memberikan perlindungan hukum dan layanan yang lebih profesional.
4. Simpan Bukti Transaksi
Simpan semua bukti transaksi seperti kwitansi dan perjanjian gadai. Ini penting untuk proses penebusan barang dan klaim jika terjadi sengketa.
5. Lakukan Penebusan Tepat Waktu
Hindari denda keterlambatan dengan melakukan penebusan barang sebelum jatuh tempo. Jika terpaksa menunda, segera hubungi perusahaan untuk negosiasi perpanjangan.
Potensi Tantangan di Depan
Meski pertumbuhan industri pergadaian terlihat positif, ada beberapa tantangan yang perlu diwaspadai, seperti:
- Persaingan antar-perusahaan yang semakin ketat
- Risiko kredit macet akibat keterlambatan penebusan
- Potensi penyalahgunaan layanan untuk kebutuhan konsumtif berlebihan
- Kebutuhan akan regulasi yang lebih ketat seiring pertumbuhan industri
Kesimpulan
Industri pergadaian di Indonesia tengah mengalami momentum pertumbuhan yang sangat baik. Dengan total penyaluran mencapai Rp 143,14 triliun dan aset industri sebesar Rp 171,07 triliun per Januari 2026, sektor ini menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem keuangan nasional.
Namun, pertumbuhan ini harus terus dijaga dengan pengawasan yang ketat dan edukasi masyarakat yang memadai agar manfaat pergadaian bisa dirasakan secara optimal dan bertanggung jawab.
Disclaimer: Data di atas bersifat akumulatif per Januari 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan industri dan kebijakan OJK.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.




