Beranda » Ekonomi Bisnis » Pembiayaan UMKM BSI Capai Rp 52,58 Triliun, Dorong Ekspor Lewat Beragam Program

Pembiayaan UMKM BSI Capai Rp 52,58 Triliun, Dorong Ekspor Lewat Beragam Program

Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat pencapaian penting dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang tahun ini, total pembiayaan yang disalurkan kepada pelaku UMKM telah mencapai Rp 52,58 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen BSI dalam memberikan akses keuangan yang lebih luas, khususnya berbasis prinsip syariah.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dan lembaga keuangan untuk mendorong dari akar, terutama melalui peningkatan kapasitas serta daya saing UMKM di pasar domestik maupun global. BSI tidak hanya fokus pada penyaluran dana, tetapi juga pada pendampingan dan fasilitasi agar pelaku usaha bisa naik kelas.

Dukungan Pembiayaan yang Fleksibel

BSI menawarkan berbagai skema pembiayaan syariah yang disesuaikan dengan kebutuhan pelaku usaha. Dua di antaranya adalah murabahah dan musyarakah. Keduanya memberikan fleksibilitas yang tinggi, tergantung pada kondisi dan kebutuhan usaha masing-masing.

Murabahah merupakan bentuk pembiayaan jual beli di mana bank membeli barang terlebih dahulu, lalu menjualnya kepada dengan harga yang sudah ditentukan. Sementara musyarakah adalah bentuk kemitraan antara bank dan nasabah dalam menjalankan usaha, di mana keuntungan dan risiko dibagi berdasarkan kesepakatan.

1. Skema Murabahah untuk Kebutuhan Modal Kerja

Skema ini untuk pelaku usaha yang membutuhkan modal kerja dalam jumlah besar, seperti pembelian bahan baku atau inventaris.

2. Musyarakah untuk Pengembangan Bisnis

Skema ini lebih cocok untuk pengembangan usaha yang membutuhkan jangka panjang dan kolaborasi lebih erat antara bank dan pengusaha.

Fokus pada Peningkatan Daya Saing Global

Selain penyaluran dana, BSI juga aktif membantu UMKM menembus pasar internasional. Salah satu caranya adalah melalui partisipasi dalam berbagai pameran dan expo, baik di dalam maupun luar negeri. Ajang ini menjadi sarana efektif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra, investor, dan pembeli global.

Baca Juga:  Industri Asuransi Umum Siap Hadapi Aturan Baru POJK Kesehatan 2026

Dalam UMKM Ramadan Fair 2026 yang digelar di Jember, Probolinggo, dan Malang, BSI membawa 75 dari berbagai sektor. Mulai dari makanan dan minuman, fashion, hingga halal lainnya. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya memperluas jaringan, tetapi juga meningkatkan transaksi dan nilai ekspor.

Pendampingan Lengkap untuk UMKM Naik Kelas

Pembiayaan saja tidak cukup untuk mendorong UMKM berkembang. BSI juga menyediakan berbagai program pendampingan yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha. Program-program ini mencakup pelatihan, coaching clinic, hingga sertifikasi halal.

1. Pelatihan Digitalisasi Transaksi

Menghadapi era digital, pelatihan ini membekali pelaku usaha dengan keterampilan mengelola transaksi secara digital, mulai dari pembayaran hingga pemasaran online.

2. Literasi Keuangan Syariah

Program ini penting agar pelaku usaha memahami prinsip keuangan syariah dan bisa mengelola keuangan usaha secara lebih sehat dan berkelanjutan.

3. Strategi Pengembangan Merek

Pelatihan ini membantu UMKM membangun merek yang kuat dan dikenal, baik di pasar lokal maupun internasional.

Kolaborasi untuk Membangun Ekosistem UMKM yang Kuat

BSI tidak bekerja sendiri dalam mendukung UMKM. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah melalui Pusat Investasi Pemerintah () Kementerian Keuangan, menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya adalah membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan daya saing UMKM secara berkelanjutan.

Dalam kerja sama ini, BSI menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada UMKM di sektor ekosistem pasar, khususnya di wilayah Malang, Probolinggo, dan Jember. Penyaluran ini tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem usaha yang lebih terintegrasi.

Baca Juga:  Unit Usaha Konvensional Terus Jadi Penguasa Pasar Asuransi Jiwa di Tengah Dinamika 2025

Tabel: Rincian Program Pendampingan UMKM BSI

No Program Pendampingan Tujuan
1 Coaching Clinic Memberikan solusi langsung terhadap kendala usaha
2 Pelatihan Digitalisasi Meningkatkan kapasitas digital pelaku usaha
3 Sertifikasi Halal Membantu produk memenuhi standar halal internasional
4 Literasi Keuangan Syariah Meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan usaha
5 Strategi Pengembangan Merek Membangun identitas merek yang kuat dan kompetitif

Peran PIP dalam Mendorong UMKM Naik Kelas

Menurut Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan PIP, Muhammad Yusuf, akses pembiayaan saja tidak cukup. UMKM juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, termasuk pendampingan, akses pasar, dan peningkatan kapasitas. Pameran UMKM menjadi salah satu cara efektif untuk menghubungkan produk dengan calon pembeli dan investor.

Rencana Ke Depan: Perluasan Kolaborasi dan Akses Global

Ke depan, BSI berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, komunitas, dan asosiasi . Tujuannya adalah memperkuat ekosistem halal dan mendorong UMKM Indonesia agar mampu bersaing di pasar global.

Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai pusat ekonomi halal . Dengan dukungan pembiayaan, pendampingan, dan akses pasar yang tepat, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memberi dampak positif bagi perekonomian .

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat terbatas pada informasi yang tersedia hingga Maret 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan kebijakan dan kondisi ekonomi.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.