Jakarta – SVP Credit Cards Group Bank Mandiri Agus Hendra Purnama mengungkapkan pertumbuhan transaksi kartu kredit sebesar 11% pada 2025, didorong oleh optimalisasi fitur digital. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Kontan, Selasa (17/2/2026).
“Melalui aplikasi Livin’, nasabah bisa langsung apply kartu kredit. Selain itu tersedia fitur virtual card untuk transaksi QRIS, tarik tunai, hingga belanja e-commerce,” ujar Agus Hendra Purnama. Ia menambahkan, fitur Tap to Pay yang memungkinkan pembayaran via ponsel Android ke mesin EDC turut mendorong peningkatan frekuensi transaksi.
Hingga Desember 2025, jumlah kartu kredit Bank Mandiri yang beredar mencapai 2,3 juta kartu. Agus, yang akrab disapa Agus, memastikan kualitas portofolio kredit tetap terjaga. “Rasio non-performing loan (NPL) kartu kredit Bank Mandiri masih berada di bawah rata-rata industri. Ke depan kualitas kredit akan terus kami jaga, termasuk melalui monitoring dan program restrukturisasi yang selektif,” jelasnya.
Memasuki awal 2026, bank perseroan tersebut membidik momentum konsumsi dari sejumlah periode festive. Berbagai program promosi telah disiapkan, termasuk diskon elektronik hingga Rp 888.000, promo di Din Tai Fung dengan potongan hingga Rp 788.000, serta kerja sama dengan Marriott Bonvoy. “Kami juga menawarkan cicilan bunga 0% hingga tenor 36 bulan, cashback hingga Rp 1,5 juta, serta diskon hingga Rp 1 juta di berbagai toko gadget,” kata Agus.
Bank Mandiri mengikuti ketentuan bunga kredit ritel dari regulator sebesar 1,75% per bulan. Dengan strategi tersebut, bank optimistis kinerja kartu kredit pada 2026 tetap tumbuh seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan adopsi transaksi digital.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.

