Regulasi baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal pembatasan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di sektor perbankan mulai menunjukkan dampaknya. Salah satu bank yang langsung merespons adalah Amar Bank. Bank ini menyatakan dukungan penuh terhadap POJK Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur penggunaan TKA dan program alih pengetahuan di bank umum.
Kebijakan ini membatasi masa kerja TKA di posisi eksekutif dan tenaga ahli maksimal lima tahun. Tujuannya jelas: mendorong transfer pengetahuan ke tenaga kerja lokal sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan bisnis dan perlindungan ketenagakerjaan.
Respons Amar Bank terhadap Regulasi TKA Baru
Sebagai langkah awal, penting melihat bagaimana bank swasta seperti Amar Bank menanggapi aturan ini. Respons mereka tidak hanya soal kepatuhan, tapi juga strategi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia.
1. Dukungan Penuh terhadap Kebijakan OJK
Amar Bank menyambut baik POJK Nomor 1 Tahun 2026. Direktur Kepatuhan bank ini, Thio Sucy, menyatakan bahwa regulasi ini disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan industri sekaligus aspek ketenagakerjaan.
“Regulasi ini juga memperhatikan karakteristik, kompleksitas usaha, serta strategi masing-masing bank,” ujar Thio.
Dukungan ini menunjukkan bahwa bank tidak melihat regulasi sebagai hambatan, melainkan sebagai arahan untuk memperkuat tata kelola dan daya saing di kancah global.
2. Proaktif dalam Implementasi Program Alih Pengetahuan
Sebelum aturan ini diterbitkan, Amar Bank sudah menjalankan program alih pengetahuan dan penguatan kapasitas SDM lokal. Ini menjadi modal awal yang kuat untuk memenuhi ketentuan baru.
Bank ini juga menjaga komunikasi erat dengan OJK untuk memastikan implementasi berjalan sesuai semangat kebijakan.
3. Komposisi Tenaga Kerja Mayoritas WNI
Fakta menariknya, komposisi tenaga kerja di Amar Bank masih didominasi oleh tenaga kerja domestik. Persentasenya mencapai 98,99%. Artinya, ketergantungan pada TKA sangat rendah.
Dengan komposisi seperti ini, bank optimistis aturan baru tidak akan mengganggu operasional. Justru bisa memperkuat kapasitas SDM lokal di masa depan.
Dampak Regulasi TKA terhadap Industri Perbankan
Penerapan pembatasan TKA ini bukan hanya soal kepatuhan hukum. Ini juga bagian dari strategi nasional untuk memperkuat sumber daya manusia di sektor keuangan.
1. Peningkatan Kualitas SDM Lokal
Dengan batas waktu maksimal lima tahun, TKA diharapkan bisa lebih fokus dalam mentransfer pengetahuan kepada SDM lokal. Ini akan mempercepat proses penguasaan kompetensi strategis oleh tenaga kerja Indonesia.
2. Perlindungan Pasar Kerja Nasional
Regulasi ini juga menjadi bentuk perlindungan bagi pasar kerja nasional. Terutama di sektor strategis seperti perbankan, di mana kualitas SDM sangat menentukan stabilitas sistem keuangan.
3. Adaptasi dengan Tren Global
Mobilitas tenaga kerja lintas negara memang sudah menjadi tren. Namun, adaptasi terhadap regulasi ini menunjukkan bahwa bank-bank nasional mulai lebih siap menghadapi integrasi global dengan SDM yang lebih mandiri.
Strategi Amar Bank dalam Menghadapi Regulasi Baru
Menghadapi aturan baru, Amar Bank tidak tinggal diam. Ada beberapa langkah strategis yang diambil untuk memastikan keberlanjutan bisnis dan pengembangan SDM.
1. Penguatan Program Pelatihan Internal
Bank ini meningkatkan program pelatihan dan sertifikasi untuk SDM lokal. Tujuannya agar kapasitas SDM terus meningkat tanpa harus bergantung pada kehadiran TKA jangka panjang.
2. Evaluasi dan Penyesuaian Struktur Organisasi
Amar Bank juga melakukan evaluasi terhadap struktur organisasi. Ini penting untuk memastikan bahwa posisi-posisi strategis bisa diisi oleh SDM lokal yang sudah memiliki kompetensi memadai.
3. Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan
Kemitraan dengan lembaga pendidikan menjadi salah satu cara untuk mempercepat pengembangan talenta lokal. Ini juga membantu menciptakan pipeline SDM yang siap pakai di masa depan.
Tantangan dan Peluang dalam Regulasi TKA
Setiap kebijakan baru selalu membawa tantangan sekaligus peluang. Regulasi TKA ini tidak terkecuali.
Tantangan
- Bank harus mempercepat proses alih pengetahuan agar tidak kehilangan kompetensi saat masa kerja TKA berakhir.
- Perlu penyesuaian anggaran untuk pelatihan dan pengembangan SDM lokal.
- Koordinasi dengan OJK harus terus dijaga agar tidak terjadi kesenjangan interpretasi.
Peluang
- Meningkatnya kapasitas SDM lokal yang siap mengisi posisi strategis.
- Peningkatan daya saing bank nasional di kancah global.
- Penguatan citra perusahaan yang pro lokal dan berkelanjutan.
Data dan Fakta Terkait Regulasi TKA
Berikut adalah rincian data penting terkait regulasi TKA di sektor perbankan:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Masa kerja maksimal TKA | 5 tahun |
| Posisi yang dibatasi | Eksekutif dan tenaga ahli |
| Tujuan utama regulasi | Transfer pengetahuan dan perlindungan SDM lokal |
| Komposisi SDM Amar Bank | 98,99% WNI |
| Program wajib | Alih pengetahuan dan penguatan SDM lokal |
Kesimpulan
Regulasi baru dari OJK tentang pembatasan TKA di sektor perbankan menjadi momentum penting bagi pengembangan SDM nasional. Amar Bank menunjukkan sikap proaktif dengan mendukung kebijakan ini dan sudah mempersiapkan strategi jangka panjang.
Dengan komposisi SDM lokal yang tinggi dan program alih pengetahuan yang sudah berjalan, bank ini siap menghadapi perubahan tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan regulasi dan kebijakan OJK. Data yang digunakan bersumber dari pernyataan resmi pihak terkait per tanggal Maret 2026.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.




