BRI mencatat pencapaian luar biasa dalam penyaluran sustainable loans hingga akhir 2025. Total portofolio pinjaman berkelanjutan bank ini menyentuh angka Rp811,9 triliun. Angka ini setara dengan 60,5% dari total seluruh pinjaman yang disalurkan BRI sepanjang tahun lalu.
Pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat BRI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digaungkan pemerintah. Melalui pendekatan yang seimbang antara dampak sosial dan lingkungan, BRI terus memperluas akses keuangan yang bertanggung jawab.
Komposisi Sustainable Loans BRI
Penyaluran pinjaman berkelanjutan BRI terbagi dalam dua kategori utama: social loans dan green loans. Keduanya memiliki fokus berbeda namun saling melengkapi dalam mendorong ekonomi inklusif dan ramah lingkungan.
1. Social Loans Dominasi Portofolio
Social loans BRI mencatatkan nilai sebesar Rp718,7 triliun. Dana ini disalurkan untuk mendukung sektor-sektor yang memiliki dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Fokus utamanya adalah pembiayaan mikro dan usaha kecil menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Selain itu, sebagian besar dana juga mengalir ke pembiayaan perumahan bersubsidi. Tujuannya jelas: memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.
2. Green Loans Dorong Ekonomi Hijau
Sementara itu, green loans BRI tercatat sebesar Rp93,2 triliun. Dana ini dialokasikan untuk proyek-proyek yang berwawasan lingkungan. Contohnya adalah investasi di sektor energi terbarukan, efisiensi energi, serta pengembangan transportasi hijau.
Proyek-proyek ini menjadi bagian dari transisi menuju ekonomi rendah karbon. BRI tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam isu-isu lingkungan.
Pendanaan Berkelanjutan BRI
Selaras dengan penyaluran pinjaman, BRI juga aktif mengembangkan Sustainable Wholesale Funding. Hingga akhir 2025, jumlahnya mencapai Rp45,6 triliun. Pendanaan ini menjadi sumber dana yang mendukung seluruh agenda keberlanjutan bank.
Strategi ini menunjukkan bahwa BRI tidak hanya fokus pada sisi aset, tetapi juga pada struktur pendanaan yang seimbang dan bertanggung jawab.
Pengakuan Global atas Komitmen ESG
BRI terus mendapat apresiasi dari lembaga pemeringkat ESG internasional. Pada tahun 2025, bank ini memperoleh skor 74/100 dalam Corporate Sustainability Assessment (CSA) dari S&P Global. Prestasi ini membuat BRI masuk dalam Sustainability Yearbook Member selama empat tahun berturut-turut (2023–2026).
Selain itu, Sustainalytics menempatkan BRI dalam kategori Low ESG Risk. MSCI, lembaga pemeringkat global lainnya, memberikan peringkat A untuk kinerja ESG BRI.
| Lembaga | Penilaian | Tahun |
|---|---|---|
| S&P Global | Skor 74/100 CSA | 2025 |
| Sustainalytics | Low ESG Risk | 2025 |
| MSCI | Peringkat A | 2025 |
Strategi Keberlanjutan BRI
Keberlanjutan bukan sekadar isu tren bagi BRI. Pendekatan ini telah menjadi bagian dari strategi jangka panjang bank. Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyatakan bahwa prinsip keberlanjutan menjadi fondasi dalam membangun model bisnis yang resilient.
Integrasi ESG ke dalam bisnis utama BRI memberikan nilai tambah yang berkelanjutan. Tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
Peran UMKM dalam Ekosistem Keuangan Berkelanjutan
Salah satu pilar utama dari social loans BRI adalah pembiayaan UMKM. Sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, terutama dalam mendorong inklusi keuangan. Banyak pelaku usaha kecil yang sebelumnya tidak memiliki akses ke perbankan formal, kini bisa mengembangkan usahanya berkat dukungan BRI.
Pembiayaan ini tidak hanya berupa pinjaman, tetapi juga edukasi keuangan dan pendampingan bisnis. Pendekatan holistik ini membuat UMKM lebih siap menghadapi persaingan pasar.
Dampak Lingkungan dari Green Loans
Green loans BRI berkontribusi pada pengurangan emisi karbon nasional. Proyek-proyek yang didanai mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, pengembangan kendaraan listrik, hingga bangunan hijau.
Dengan dukungan finansial ini, proyek-proyek berwawasan lingkungan bisa tumbuh lebih cepat. Ini sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski pencapaian BRI sangat mengesankan, tantangan tetap ada. Perubahan regulasi global, fluktuasi pasar, dan risiko iklim menjadi tantangan yang harus terus diwaspadai.
Namun, peluang juga terbuka lebar. Semakin banyaknya kesadaran masyarakat terhadap isu keberlanjutan menciptakan permintaan yang tinggi terhadap produk dan layanan berkelanjutan. BRI berada di posisi strategis untuk memanfaatkan peluang ini.
Kesimpulan
Sustainable loans BRI yang mencapai Rp811,9 triliun per Desember 2025 menunjukkan komitmen kuat bank dalam mendukung ekonomi berkelanjutan. Dengan pendekatan yang seimbang antara dampak sosial dan lingkungan, BRI menjadi contoh nyata bagaimana lembaga keuangan bisa menjadi agen perubahan positif.
Pencapaian ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan bisnis BRI di tengah dinamika global.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat simulasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi dan kebijakan yang berlaku.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.




