Bank Neo Commerce (BBYB) telah mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan digelar pada 30 April 2026 mendatang. Jadwal ini dirilis secara resmi oleh manajemen perseroan melalui keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pertengahan Maret 2026.
Pemanggilan resmi RUPST akan dilakukan pada 8 April 2026 dan akan disiarkan melalui situs resmi BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta website resmi Bank Neo Commerce. Pemegang saham yang ingin menghadiri atau memberikan suara dalam rapat harus terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham per 7 April 2026 pukul 16.00 WIB. Data tersebut mencakup pemegang saham yang tercatat di Biro Administrasi Efek (BAE) maupun dalam penitipan kolektif KSEI.
Persiapan dan Partisipasi Pemegang Saham
1. Mekanisme Pengajuan Mata Acara
Bank Neo Commerce memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk mengusulkan mata acara tambahan dalam RUPST. Namun, usulan hanya bisa diajukan oleh satu atau lebih pemegang saham yang secara bersama-sama memiliki minimal 5% dari total saham dengan hak suara. Usulan tersebut harus diterima oleh dewan komisaris paling lambat 1 April 2026 dan harus disertai alasan yang jelas serta memenuhi ketentuan dalam anggaran dasar dan peraturan yang berlaku.
2. Partisipasi Elektronik Melalui eASY.KSEI
Sejalan dengan upaya digitalisasi, Bank Neo Commerce mendorong partisipasi pemegang saham secara elektronik melalui fasilitas e-RUPS atau eASY.KSEI. Sistem ini dapat diakses mulai dari tanggal pemanggilan rapat hingga satu hari sebelum pelaksanaan, yaitu hingga 29 April 2026 pukul 12.00 WIB. Fasilitas ini memungkinkan pemegang saham untuk mengikuti rapat tanpa harus datang langsung ke lokasi, menjadikannya lebih inklusif dan efisien.
Agenda Utama RUPST 2026
RUPST tahun ini akan menjadi momentum penting bagi Bank Neo Commerce untuk membahas sejumlah keputusan strategis. Beberapa topik utama yang akan dibahas antara lain laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris, pengesahan laporan keuangan tahun 2025, serta rencana penggunaan laba atau rugi komprehensif lainnya.
3. Penyampaian Laporan Tahunan
Salah satu agenda utama adalah penyampaian laporan tahunan kinerja Bank Neo Commerce sepanjang 2025. Laporan ini mencakup pencapaian kinerja operasional, strategi pengembangan bisnis, serta tantangan yang dihadapi dalam konteks persaingan industri perbankan nasional.
4. Pengesahan Laporan Keuangan dan Penggunaan Laba
Pengesahan laporan keuangan tahun buku 2025 akan menjadi agenda penting lainnya. Dalam konteks ini, pemegang saham juga akan diminta menyetujui rencana penggunaan laba, termasuk apakah akan dialokasikan untuk pembayaran dividen, penambahan modal, atau dialokasikan untuk menutupi retained loss yang masih menjadi fokus utama perseroan.
5. Evaluasi dan Pengembangan Strategi Bisnis
Bank Neo Commerce juga akan membahas strategi jangka panjang sebagai bagian dari transformasi bisnis berkelanjutan. Ini termasuk rencana ekspansi pasar, pengembangan produk digital, serta peningkatan layanan nasabah sebagai upaya memperkuat posisi kompetitif di industri perbankan.
Peran e-RUPS dalam Meningkatkan Efisiensi Rapat
6. Keunggulan Sistem e-RUPS
Fasilitas e-RUPS atau eASY.KSEI memberikan kemudahan bagi pemegang saham untuk berpartisipasi tanpa batasan lokasi. Sistem ini memungkinkan pemegang saham untuk memberikan suara secara real time, mengajukan pertanyaan, serta mengakses dokumen rapat secara langsung melalui platform digital.
7. Panduan Akses e-RUPS
Untuk mengakses e-RUPS, pemegang saham harus terlebih dahulu mendaftar melalui situs resmi KSEI atau BEI. Panduan teknis serta tata cara akses akan tersedia pada halaman khusus yang diaktifkan sejak tanggal pemanggilan rapat. Bank Neo Commerce juga menyediakan layanan bantuan teknis melalui email atau hotline khusus untuk memastikan semua peserta dapat mengikuti rapat dengan lancar.
Proyeksi Kinerja dan Prospek Ke depan
Bank Neo Commerce dalam beberapa tahun terakhir terus berupaya memperbaiki kinerjanya. Meski masih berada dalam fase pemulihan dari retained loss, bank ini menunjukkan sinyal positif melalui peningkatan aset, pertumbuhan kredit, serta efisiensi biaya operasional.
8. Fokus Jangka Panjang: Meraih Profitabilitas Berkelanjutan
Bank Neo Commerce menargetkan kembali ke jalur profitabilitas dalam dua tahun ke depan. Fokus utama akan ditempatkan pada optimalisasi pendapatan bunga, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan modal inti bank. RUPST 2026 akan menjadi momen penting untuk menyelaraskan visi dan strategi dengan harapan pemegang saham.
9. Tantangan Regulasi dan Persaingan
Selain tantangan internal, Bank Neo Commerce juga menghadapi tekanan dari regulasi baru dan persaingan ketat di sektor perbankan. Termasuk penghapusan kategori bank kelas II (KBMI I) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang mendorong bank untuk terus meningkatkan kapabilitas dan kapasitas operasionalnya.
Kesimpulan
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank Neo Commerce pada 30 April 2026 menjadi ajang penting untuk mengevaluasi kinerja dan merancang langkah strategis ke depan. Dengan dukungan teknologi e-RUPS, partisipasi pemegang saham diharapkan bisa lebih inklusif dan transparan. Agenda yang dibawa pun mencerminkan komitmen bank dalam membangun fondasi yang kuat untuk masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat terbatas pada data yang tersedia hingga Maret 2026. Jadwal, kebijakan, dan keputusan terkait RUPST dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan regulasi dan kondisi pasar yang berlaku.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.



