Beranda » Ekonomi Bisnis » Adira Finance Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 2,5 Triliun dengan Bunga Tertinggi 5,95% di Tahun 2026

Adira Finance Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 2,5 Triliun dengan Bunga Tertinggi 5,95% di Tahun 2026

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) kembali melebarkan sayap di pasar modal dengan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp 2,5 triliun. Rencana ini diumumkan melalui keterbukaan informasi di (BEI) pada Kamis, 26 Februari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penggalangan dana untuk mendukung pertumbuhan bisnis, khususnya dalam konsumen dan kendaraan bermotor.

Penerbitan ini terdiri dari dua instrumen utama, yaitu Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 senilai Rp 2 triliun dan Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026 sebesar Rp 500 miliar. Kedua instrumen ini menawarkan menarik dengan variasi tenor yang fleksibel, mulai dari jangka pendek hingga menengah.

Rincian Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III

Obligasi yang diterbitkan dalam tiga seri ini menawarkan bunga tetap yang menyesuaikan dengan masa tenor masing-masing. Investor pun bisa memilih instrumen yang sesuai dengan preferensi dan tujuan investasi mereka.

1. Seri A Obligasi

Seri A memiliki nilai nominal Rp 1,1 triliun dengan tenor 370 hari. Imbal hasil yang ditawarkan sebesar 4,80% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, memberikan kepastian pendapatan berkala bagi investor.

2. Seri B Obligasi

Seri B senilai Rp 860 miliar dengan tenor tahun. Bunga yang ditawarkan lebih tinggi, yaitu 5,75% per tahun. bagi investor yang mencari imbal hasil lebih besar dengan komitmen jangka menengah.

3. Seri C Obligasi

Seri C merupakan seri dengan tenor terlama, yaitu 5 tahun. Nilainya mencapai Rp 40 miliar dengan bunga tertinggi di antara ketiganya, sebesar 5,95% per tahun. Imbal hasil ini menarik bagi investor jangka panjang yang siap menahan dana lebih lama.

Rincian Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III

Selain obligasi, ADMF juga menerbitkan sukuk yang sesuai dengan prinsip bagi hasil. Sukuk ini memiliki dua seri dengan tenor dan nisbah yang berbeda.

Baca Juga:  Kinerja Saham Perbankan Besar Melemah pada Sesi Siang 6 April 2026 Kecuali Saham BBRI

1. Seri A Sukuk

Seri A bernilai Rp 400 miliar dengan tenor 370 hari. Imbal hasil ekuivalen yang ditawarkan sebesar 4,80% per tahun. Nisbah bagi hasil ditetapkan sebesar 40% dari pendapatan yang dibagikan. Pembayaran dilakukan saat jatuh tempo.

2. Seri B Sukuk

Seri B senilai Rp 100 miliar dengan tenor 36 bulan. Nisbah bagi hasil mencapai 47,92%, dengan imbal hasil ekuivalen 5,75% per tahun. Cocok bagi investor yang ingin mendukung pembiayaan berbasis syariah dengan imbal hasil kompetitif.

Penggunaan Dana Hasil Penerbitan

Dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi akan digunakan untuk pembiayaan konsumen, sesuai dengan core business Adira Finance. Sementara itu, dana hasil penerbitan sukuk akan dialokasikan untuk bermotor yang sesuai dengan prinsip syariah.

Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat likuiditas dan memperluas basis . Dengan memanfaatkan instrumen pasar modal, Adira Finance bisa mengurangi ketergantungan pada sumber dana tradisional seperti bank.

Perbandingan Imbal Hasil Obligasi dan Sukuk ADMF

Instrumen Nilai Tenor Imbal Hasil
Obligasi Seri A Rp 1,1 T 370 hari 4,80%
Obligasi Seri B Rp 860 M 3 tahun 5,75%
Obligasi Seri C Rp 40 M 5 tahun 5,95%
Sukuk Seri A Rp 400 M 370 hari 4,80%
Sukuk Seri B Rp 100 M 36 bulan 5,75%

Strategi Pembiayaan Adira Finance di 2026

Tahun 2026 menjadi tahun penting bagi Adira Finance dalam mendorong pertumbuhan portofolio pembiayaan. Penerbitan obligasi dan sukuk ini menjadi salah satu pilar utama strategi pendanaan perusahaan. Selain itu, akuisisi Arthaasia Finance yang telah dilakukan sebelumnya turut memperkuat posisi perusahaan di segmen pembiayaan mikro dan menengah.

Baca Juga:  Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Ungkap Kendala Sejumlah Perusahaan dalam Mengadopsi PSAK 117

Dengan dana yang terkumpul, Adira Finance berharap bisa meningkatkan penetrasi pasar, khususnya di wilayah yang belum sepenuhnya tersentuh oleh layanan pembiayaan konvensional atau syariah.

Potensi Risiko dan Pertimbangan Investor

Meski menawarkan imbal hasil menarik, investor tetap perlu mempertimbangkan beberapa aspek sebelum memutuskan berinvestasi. Kondisi makro ekonomi, termasuk pergerakan suku bunga BI dan BI Rate, bisa memengaruhi daya tarik obligasi dan sukuk di pasar sekunder.

Selain itu, kualitas portofolio pembiayaan Adira Finance juga menjadi faktor penting. Investor perlu memantau kualitas aset dan rasio kredit macet untuk memastikan keberlanjutan pengembalian investasi.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia per tanggal 26 Februari 2026. Nilai, tenor, dan imbal hasil bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan. Sebaiknya calon investor melakukan pengecekan terbaru melalui sumber resmi sebelum mengambil keputusan investasi.

Langkah Adira Finance dalam menerbitkan obligasi dan sukuk ini menunjukkan bahwa perusahaan terus berupaya memperkuat struktur pendanaannya. Dengan imbal hasil hingga 5,95%, instrumen ini bisa menjadi pilihan menarik bagi investor yang mencari alternatif investasi selain deposito atau reksa dana. Namun, seperti semua investasi, penting untuk memahami risiko dan manfaatnya secara menyeluruh.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.