Musim Lebaran tahun ini kembali membawa semangat berbagi dan merayakan bersama keluarga. Di tengah sorak-sorai kemenangan Idul Fitri, banyak orang juga mendapat THR sebagai bentuk apresiasi dari tempat kerja. THR memang identik dengan momen istimewa, tapi juga bisa menjadi peluang untuk memperkuat kondisi keuangan pribadi.
Mengelola THR bukan soal seberapa besar jumlahnya, tapi bagaimana dana itu bisa memberi manfaat jangka pendek dan panjang. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi, perencanaan yang matang bisa jadi benteng agar keuangan keluarga tetap stabil bahkan setelah Lebaran usai.
Prioritas Mengelola THR agar Lebih Bermakna
THR bukan hanya uang yang bisa langsung digunakan seenaknya. Ada baiknya dikelola dengan tujuan yang jelas agar manfaatnya dirasakan tidak hanya saat Lebaran, tapi juga di masa depan. Berikut beberapa prioritas yang bisa dijadikan panduan.
1. Sisihkan untuk Zakat dan Sedekah
Sebagian THR sebaiknya disisihkan untuk kewajiban keagamaan seperti zakat fitrah dan sedekah. Ini bukan sekadar ritual, tapi bentuk rasa syukur sekaligus berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Zakat juga bisa menjadi awal dari pengelolaan keuangan yang lebih berkah.
2. Alokasikan untuk Kebutuhan Lebaran
Kebutuhan Lebaran seperti belanja baju, makanan, atau persiapan arisan keluarga bisa menelan cukup banyak pengeluaran. Mengalokasikan sebagian THR untuk hal ini penting agar tidak mengganggu anggaran bulanan. Ini juga membantu menjaga kenyamanan finansial saat merayakan.
3. Tabung atau Investasikan Sebagian THR
Menabung atau menginvestasikan sebagian THR bisa menjadi langkah bijak untuk masa depan. Tidak harus jumlah besar, tapi konsistensi menabung dari THR bisa membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Investasi syariah juga bisa menjadi pilihan yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan berkah.
4. Gunakan untuk Perlindungan Keluarga
THR juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan keluarga. Misalnya, dengan membeli asuransi syariah yang memberikan santunan jika terjadi risiko tak terduga. Ini cara proaktif untuk menjaga keamanan finansial keluarga.
Formula 50–30–20 untuk Mengatur THR
Agar THR tidak habis begitu saja, strategi pengelolaan yang terstruktur bisa sangat membantu. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan adalah formula 50–30–20.
-
50% untuk kebutuhan Lebaran dan zakat
Termasuk belanja kebutuhan pokok, pakaian, THR untuk keluarga, dan kewajiban keagamaan. -
30% untuk tabungan dan investasi
Alokasi ini bisa dimasukkan ke rekening tabungan, reksa dana syariah, atau bentuk investasi lainnya yang sesuai. -
20% untuk perlindungan finansial
Misalnya dana darurat atau premi asuransi. Ini penting untuk antisipasi kebutuhan mendadak atau risiko yang tidak terduga.
Evaluasi Keuangan Pribadi Saat Lebaran
Momen Lebaran juga bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi keuangan selama beberapa bulan terakhir. Apakah pengeluaran masih wajar? Apakah ada pola pemborosan yang bisa dikurangi? Evaluasi ini bisa menjadi bahan untuk menyusun perencanaan keuangan yang lebih baik di masa depan.
Memiliki dana darurat yang cukup juga penting. Idealnya, dana darurat mencakup pengeluaran selama 3 hingga 6 bulan. THR bisa menjadi sumber tambahan untuk memperkuat cadangan ini, terutama bagi yang belum sempat menabung secara rutin.
Investasi THR yang Sesuai dengan Prinsip Syariah
Bagi yang ingin mulai investasi, THR bisa menjadi modal awal. Investasi syariah seperti reksa dana, emas, atau sukuk bisa menjadi pilihan. Tidak perlu terburu-buru memilih instrumen yang terlalu kompleks. Fokus pada yang mudah dipahami dan sesuai dengan tujuan finansial.
Investasi tidak harus besar. Bahkan dengan alokasi THR yang kecil, jika dilakukan secara konsisten, bisa memberikan hasil yang signifikan dalam jangka panjang. Kuncinya adalah disiplin dan kesadaran akan pentingnya menabung untuk masa depan.
Perlindungan Keluarga dengan Asuransi Syariah
THR juga bisa dimanfaatkan untuk membeli produk perlindungan seperti asuransi jiwa syariah. Salah satu produk yang ditawarkan Prudential Syariah adalah PRUCinta. Produk ini memberikan santunan kepada keluarga jika terjadi risiko meninggal dunia, baik karena sakit maupun kecelakaan.
PRUCinta memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Masa pembayaran kontribusi | 10 tahun |
| Masa manfaat | Hingga 20 tahun |
| Santunan meninggal dunia | Dari dana tabarru |
| Santunan meninggal karena kecelakaan | Hingga 3 kali lipat |
| Santunan jika meninggal dalam periode 6 minggu sejak 1 Ramadan | Hingga 4 kali lipat |
| Manfaat jatuh tempo | Hingga 100% dari total kontribusi jika tidak ada klaim |
Produk ini dirancang untuk memberikan keamanan finansial jangka panjang dengan prinsip syariah yang jelas. Santunan yang diterima keluarga juga bisa menjadi bentuk perlindungan agar kualitas hidup mereka tetap terjaga meski sang pencari nafkah tidak ada.
Festival 1.000 Berkah, Wujud Edukasi Keuangan
Untuk mendukung literasi keuangan masyarakat, Prudential Syariah menggelar Festival 1.000 Berkah di Masjid Agung Al-Azhar selama bulan Ramadan. Acara ini berlangsung dari 19 Februari hingga 14 Maret 2026 dan menawarkan berbagai program edukasi keuangan syariah, konsultasi perencanaan keuangan, hingga pendampingan bisnis berbasis syariah.
Festival ini juga menghadirkan program donasi dan edukasi kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan ini, Prudential Syariah berharap masyarakat bisa lebih sadar pentingnya perencanaan keuangan sejak dini.
Kesimpulan
THR bukan hanya momen untuk menikmati hasil kerja selama setahun, tapi juga peluang untuk memperkuat kondisi keuangan pribadi dan keluarga. Dengan perencanaan yang tepat, THR bisa memberi manfaat jangka pendek dan panjang. Mulai dari zakat, tabungan, investasi, hingga perlindungan keluarga, semua bisa disusun dalam strategi yang seimbang.
Pilihan produk syariah seperti PRUCinta juga bisa menjadi bagian dari strategi perlindungan. Sementara itu, edukasi keuangan seperti yang digelar dalam Festival 1.000 Berkah membuka ruang untuk belajar dan berkonsultasi secara langsung.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data dan program yang disebutkan berlaku sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku per Maret 2026.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.



