Tren pergeseran kebiasaan masyarakat dalam mengakses layanan perbankan kian terlihat. Semakin banyak orang yang memilih transaksi digital ketimbang datang ke cabang atau menggunakan mesin ATM. Bank CIMB Niaga pun mulai merespons perubahan ini dengan menata ulang strategi layanannya. Di tahun 2026, CIMB Niaga secara bertahap mengurangi jumlah ATM yang tersebar di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari fokus baru bank untuk memperkuat layanan digital.
Penurunan jumlah ATM bukan berarti layanan perbankan akan terganggu. Justru CIMB Niaga ingin mendorong nasabah untuk beralih ke kanal digital yang lebih praktis dan efisien. Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan bahwa tren penggunaan ATM memang sudah menurun sejak beberapa tahun terakhir. Transaksi digital lewat aplikasi OCTO justru semakin diminati karena lebih cepat dan mudah digunakan.
Mengapa CIMB Niaga Kurangi Jumlah ATM?
Perubahan ini bukan datang begitu saja. Ada alasan kuat di balik keputusan CIMB Niaga untuk mengurangi jumlah ATM. Salah satunya adalah perubahan perilaku nasabah yang kian hari semakin mengedepaskan kecepatan dan kenyamanan dalam bertransaksi. Tidak hanya itu, pengelolaan mesin ATM juga membutuhkan biaya operasional yang tidak kecil.
1. Perubahan Kebiasaan Nasabah
Masyarakat kini lebih memilih transaksi digital karena lebih fleksibel. Dengan satu aplikasi saja, nasabah bisa melakukan transfer, bayar tagihan, hingga investasi tanpa harus keluar rumah. CIMB Niaga melihat peluang ini sebagai arah yang tepat untuk masa depan perbankan.
2. Efisiensi Biaya Operasional
Mesin ATM memerlukan biaya pemeliharaan, keamanan, dan pengisian uang secara berkala. Dengan mengurangi jumlah ATM, CIMB Niaga bisa mengalokasikan dana tersebut untuk pengembangan fitur-fitur digital yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan nasabah.
3. Fokus pada Layanan Non-Tunai
Bank ini juga ingin mendorong penggunaan layanan non-tunai. Dengan mengurangi jumlah ATM, diharapkan nasabah lebih terbiasa dengan transaksi digital dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai.
Data Jumlah ATM CIMB Niaga Sebelum dan Sesudah
Penurunan jumlah ATM CIMB Niaga cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Berikut adalah rinciannya:
| Tahun | Jumlah ATM |
|---|---|
| 2024 | 3.500 unit |
| 2025 | 3.256 unit |
| 2026 | 2.786 unit |
Penurunan ini menunjukkan komitmen CIMB Niaga dalam transformasi digital. Meski jumlah ATM berkurang, bank ini tetap memastikan bahwa layanan tetap dapat diakses oleh seluruh nasabah, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Strategi CIMB Niaga dalam Mengembangkan Layanan Digital
Alih-alih hanya mengurangi ATM, CIMB Niaga juga memperkuat layanan digitalnya. Bank ini terus mengembangkan aplikasi OCTO agar lebih ramah pengguna dan memiliki fitur lengkap. Selain itu, CIMB Niaga juga mengedukasi nasabah agar lebih paham dengan manfaat transaksi digital.
1. Pengembangan Aplikasi OCTO
Aplikasi OCTO menjadi pusat layanan digital CIMB Niaga. Bank ini terus memperbarui tampilan dan fitur aplikasi agar lebih intuitif dan mudah digunakan. Dari cek saldo hingga pembayaran tagihan, semuanya bisa dilakukan dalam satu genggaman.
2. Edukasi Nasabah
CIMB Niaga juga aktif menggelar kampanye edukasi digital banking. Tujuannya agar nasabah yang belum terbiasa dengan layanan digital bisa lebih mudah beradaptasi. Edukasi ini dilakukan melalui media sosial, situs web, dan juga lokakarya offline.
3. Kolaborasi dengan Mitra
Bank ini juga menjalin kerja sama dengan berbagai mitra untuk memperluas jangkauan layanan digital. Misalnya, integrasi dengan platform e-commerce atau layanan pembayaran digital lainnya.
Apa Kata Lani Darmawan?
Lani Darmawan, Presiden Direktur CIMB Niaga, menyampaikan bahwa perubahan ini adalah bagian dari strategi jangka panjang bank. Menurutnya, penggunaan ATM memang sudah tidak sepopuler dulu. Masyarakat kini lebih memilih kenyamanan dan kecepatan yang ditawarkan oleh layanan digital.
"Kami lebih mengutamakan investasi lanjutan untuk transaksi digital non-ATM," ujar Lani. Ia menambahkan bahwa CIMB Niaga ingin menjadi bank yang lebih dekat dengan gaya hidup modern nasabahnya.
Dampak bagi Nasabah
Perubahan ini tentu membawa dampak bagi nasabah. Bagi yang sudah terbiasa dengan layanan digital, transisi ini tidak akan terasa terlalu signifikan. Namun, bagi nasabah yang masih sering menggunakan ATM, mungkin perlu sedikit penyesuaian.
Keuntungan
- Lebih praktis dan cepat
- Bisa diakses kapan saja dan di mana saja
- Fitur lengkap dalam satu aplikasi
Tantangan
- Perlu pembiasaan bagi nasabah lama
- Ketergantungan pada koneksi internet
- Perlunya literasi digital yang memadai
Kesimpulan
Penurunan jumlah ATM CIMB Niaga di tahun 2026 adalah langkah strategis yang sejalan dengan perubahan perilaku nasabah. Bank ini tidak hanya mengurangi ATM, tetapi juga memperkuat layanan digitalnya agar lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah. Dengan aplikasi OCTO yang terus ditingkatkan dan program edukasi yang aktif, CIMB Niaga berusaha memastikan bahwa semua nasabah tetap bisa menikmati layanan perbankan dengan mudah dan aman.
Disclaimer: Data jumlah ATM dan informasi lain dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan laporan tahunan CIMB Niaga dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.




