Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan tiga kebijakan prioritas tahun 2026 untuk memperkuat ketahanan dan kredibilitas sektor jasa keuangan Indonesia.
Kebijakan tersebut dipaparkan oleh Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderika Widyasari Dewi, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Tiga pilar strategis ini mencakup penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem yang kontributif terhadap perekonomian nasional, serta pendalaman pasar keuangan berkelanjutan.
Simak penjelasan lengkap dari desakarangbendo.id mengenai arah kebijakan OJK 2026 dan dampaknya terhadap sektor keuangan Indonesia berikut ini.
3 Pilar Kebijakan Prioritas OJK 2026
Pilar pertama berfokus pada penguatan ketahanan sektor jasa keuangan secara menyeluruh.
Dalam pilar ini, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO), pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan terkait sepakat membentuk satuan tugas reformasi integritas pasar modal.
Pilar kedua mengarah pada pengembangan ekosistem yang kontributif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Langkah ini bertujuan memastikan seluruh lembaga jasa keuangan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian, bukan sekadar tumbuh secara internal.
Sementara itu, pilar ketiga menekankan pendalaman pasar keuangan berkelanjutan.
Pendalaman ini mencakup perluasan basis investor, diversifikasi instrumen, serta penguatan infrastruktur pasar yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Berikut ringkasan tiga pilar kebijakan prioritas OJK 2026.
| No | Pilar Kebijakan | Fokus Utama |
|---|---|---|
| 1 | Penguatan Ketahanan Sektor Jasa Keuangan | Satgas reformasi integritas pasar modal, 8 rencana aksi percepatan |
| 2 | Pengembangan Ekosistem Kontributif | Kontribusi nyata lembaga keuangan terhadap ekonomi nasional |
| 3 | Pendalaman Pasar Keuangan Berkelanjutan | Perluasan basis investor, diversifikasi instrumen, infrastruktur pasar |
Ketiga pilar ini menjadi peta jalan OJK dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan sektor keuangan sepanjang 2026.
Satgas Reformasi Integritas Pasar Modal dan 8 Rencana Aksi
Sebagai bagian dari pilar pertama, pembentukan satuan tugas reformasi integritas pasar modal menjadi langkah paling konkret yang diambil OJK.
Satgas ini akan mengeksekusi delapan rencana aksi percepatan untuk membenahi tata kelola pasar modal Indonesia.
Salah satu agenda utama adalah peningkatan ambang batas free float menjadi 15 persen.
Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan likuiditas dan kedalaman pasar modal domestik.
Lebih lanjut, satgas juga akan mendorong transparansi pemilik manfaat atau ultimate beneficial owner (UBO) dari setiap emiten yang tercatat di bursa.
Upaya masif ini dilakukan untuk memastikan pasar modal Indonesia semakin kredibel dan terpercaya di mata investor global maupun domestik.
Outlook Kinerja Sektor Keuangan 2026
Friderika menyampaikan optimisme terhadap prospek sektor keuangan Indonesia di tahun 2026.
Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi dan kinerja sektor jasa keuangan saat ini dinilai sangat solid sebagai modalitas pertumbuhan ke depan.
“Mencermati berbagai tantangan dan peluang, OJK optimis kinerja sektor keuangan tetap tumbuh berkelanjutan pada 2026. Outlook kredit perbankan diproyeksikan tumbuh 10 sampai dengan 12 persen, didukung pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 7 sampai 9 persen,” katanya.
Tak hanya perbankan, sektor industri keuangan nonbank juga diproyeksikan menunjukkan tren positif.
Berikut proyeksi pertumbuhan sektor keuangan Indonesia tahun 2026 berdasarkan data OJK.
| Indikator | Proyeksi Pertumbuhan 2026 |
|---|---|
| Kredit Perbankan | 10 – 12% |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | 7 – 9% |
| Aset Program Asuransi | 5 – 7% |
| Aset Program Dana Pensiun | 10 – 12% |
| Aset Program Penjaminan | 14 – 16% |
Angka proyeksi tersebut berdasarkan data OJK per Februari 2026 dan dapat berubah sesuai dinamika ekonomi global maupun domestik.
Respons Menko Airlangga Soal Industri Tekstil
Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2026 turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.
Airlangga menyampaikan apresiasi terhadap langkah perbaikan yang terus dilakukan OJK.
Di sisi lain, ia juga menitipkan pesan bahwa pemerintah tengah serius melakukan pembenahan terhadap industri padat karya, khususnya industri tekstil.
“Bapak Presiden sudah menyetujui penyiapan dana sebesar Rp6 triliun dan sudah memiliki roadmap-nya. Ekspor saat ini sekitar 4 miliar, tetapi dapat ditingkatkan menjadi 10 kali lipat dalam periode 10 tahun,” ujar Airlangga, dalam program Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat (6/2/2026).
Dana Rp6 triliun tersebut disiapkan sebagai stimulus untuk mendorong daya saing industri tekstil nasional di pasar global.
Prospek Pasar Modal Indonesia ke Depan
Dengan tiga kebijakan prioritas yang telah ditetapkan, OJK menargetkan pasar modal Indonesia semakin dipercaya oleh investor global.
Pembentukan satgas reformasi integritas menjadi sinyal kuat bahwa regulator serius membenahi transparansi dan tata kelola pasar.
Friderika menegaskan, langkah strategis ini diambil mengingat kondisi fundamental ekonomi saat ini dinilai sangat solid sebagai modal pertumbuhan sektor keuangan ke depan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.



