Beranda » Ekonomi Bisnis » Pertumbuhan Nasabah Bank Digital Melonjak, tapi Aktivitas Pengguna Masih Rendah di 2026

Pertumbuhan Nasabah Bank Digital Melonjak, tapi Aktivitas Pengguna Masih Rendah di 2026

Pertumbuhan pengguna digital di Indonesia terus melaju. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah yang mendaftar layanan perbankan berbasis aplikasi meningkat tajam. Namun, di balik angka positif itu, rasio pengguna aktif bulanan (MAU) masih berada di bawah 50% dari total nasabah terdaftar. Artinya, lebih dari separuh pengguna hanya mendaftar, tapi jarang atau bahkan tidak pernah menggunakan aplikasi secara aktif.

Fenomena ini mencerminkan tantangan umum di fase awal ekspansi bank digital. Banyak nasabah yang membuka rekening hanya untuk mendapatkan promo awal atau memenuhi kebutuhan tertentu, bukan untuk transaksi rutin. Padahal, aktivitas pengguna yang tinggi justru menjadi indikator utama keberhasilan banking.

Dinamika Pengguna Bank Digital di Indonesia

Tren ini terlihat di berbagai bank digital besar. Allo Bank, misalnya, mencatat total nasabah mencapai 14 juta pengguna. Namun, pengguna aktif bulanan hanya sekitar 30%, atau sekitar 4,2 juta orang. Meski angka tersebut masih di bawah ideal, pihak bank menyebut bahwa aktivitas transaksi di dalam aplikasi terus meningkat.

BCA Digital mengambil pendekatan berbeda. Bank ini lebih fokus pada kualitas nasabah dibandingkan jumlah. Dengan strategi ini, BCA Digital mencatat tingkat pengguna aktif di atas 80% dari total nasabah. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan bank digital lainnya.

Krom Bank juga menunjukkan perkembangan positif. Bank ini mencatat rasio pengguna aktif antara 40% hingga 45%. Transaksi digital di platform mereka melonjak hingga 416% dalam setahun. Faktor ini menunjukkan bahwa layanan yang ditawarkan mulai relevan dengan kebutuhan pengguna.

1. Strategi Allo Bank dalam Meningkatkan Aktivitas Pengguna

Allo Bank tidak hanya fokus pada akuisisi nasabah, tapi juga pada aktivasi dan retensi. Tujuannya agar pengguna tidak hanya mendaftar, tapi juga aktif bertransaksi secara rutin.

Baca Juga:  Wacana Universal Banking di Tahun 2026 Menuntut Kesiapan Perbankan yang Lebih Merata Lagi

Bank ini mengintegrasikan layanannya dengan berbagai merchant dan platform digital. Selain itu, mereka juga menggunakan analitik untuk memberikan penawaran personal seperti cashback dan promo transaksi.

2. Peningkatan User Experience

Untuk membuat pengguna betah, Allo Bank terus menyederhanakan proses transaksi dan meningkatkan kecepatan aplikasi. juga terus dikembangkan agar pengalaman pengguna semakin baik.

3. Fokus Krom Bank pada Integrasi dan Insentif

Krom Bank memperluas ekosistem layanan dengan menjalin kerja sama dengan mitra strategis. referral dan insentif juga diberikan untuk mendorong penggunaan aplikasi secara aktif.

4. Pendekatan BCA Digital pada Kualitas Nasabah

BCA Digital tidak terlalu agresif dalam program promosi berantai. Bank ini lebih memilih menarik nasabah yang benar-benar berniat menggunakan layanan secara aktif.

Dengan pendekatan ini, tingkat pengguna aktif di BCA Digital mencapai di atas 80%. Hal ini berdampak pada stabilitas saldo nasabah dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

5. Peran Superbank dan Bank Neo Commerce

mencatat pertumbuhan nasabah hingga 6 juta pengguna sejak Juni 2024. Integrasi dengan ekosistem OVO dan Grab turut mendorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 123% YoY.

Bank Commerce bahkan mencatat jumlah nasabah mencapai 30 juta pada kuartal III/2025. Meski angka ini mengesankan, rasio pengguna aktif belum diungkap secara rinci.

Tantangan dan Peluang Bank Digital ke Depan

Meski jumlah nasabah terus bertambah, tantangan utama bagi bank digital adalah bagaimana mengubah pengguna pasif menjadi aktif. Ini membutuhkan strategi yang tepat, mulai dari penawaran yang relevan hingga pengalaman pengguna yang menyenangkan.

Baca Juga:  Bank Mandiri Resmi Lepas Global Bond Senilai 750 Juta Dolar AS Selama Tahun 2026 Ini

Bank yang berhasil meningkatkan aktivitas pengguna akan memiliki peluang lebih besar dalam mengembangkan layanan kredit, investasi, dan produk keuangan lainnya. Karena pada dasarnya, nasabah aktif adalah aset berharga dalam ekosistem perbankan digital.

Tabel berikut merangkum data pengguna aktif dari beberapa bank digital besar di Indonesia:

Bank Digital Total Nasabah Pengguna Aktif Bulanan Rasio Aktif
Allo Bank 14 juta 4,2 juta 30%
Krom Bank 40%-45%
BCA Digital 3,07 juta > 80% > 80%
Superbank 6 juta
Bank Neo Commerce 30 juta

Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan terkini dari masing-masing bank.

Penutup

Pertumbuhan pengguna bank digital memang menjanjikan, tapi tantangan dalam menjaga aktivitas pengguna tetap menjadi ujian utama. Bank yang mampu menggabungkan strategi akuisisi yang cerdas dengan pengalaman pengguna yang menarik akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan yang semakin ketat.

Fokus pada kualitas nasabah, bukan hanya kuantitas, terbukti menjadi kunci keberhasilan beberapa bank digital seperti BCA Digital. Sementara bank lain terus berinovasi melalui integrasi ekosistem dan penawaran insentif yang menarik. Di sinilah letak dinamika industri perbankan digital yang terus berkembang.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.