Beranda » Ekonomi Bisnis » Bimasakti Luncurkan 5 Inovasi Layanan Pembayaran Digital demi Perluas Akses di 2026

Bimasakti Luncurkan 5 Inovasi Layanan Pembayaran Digital demi Perluas Akses di 2026

Pertumbuhan industri teknologi di Indonesia kini tidak lagi sekadar berpusat di kawasan metropolitan Jakarta. Inovasi layanan mulai merambah luas hingga ke pelosok daerah, membawa angin segar bagi pemerataan akses ekonomi bagi masyarakat serta pelaku usaha kecil.

Salah satu bukti nyata dari pergeseran ini adalah perjalanan PT Bimasakti Multi Sinergi. Perusahaan yang berbasis di Sidoarjo, , ini berhasil membuktikan bahwa inovasi teknologi finansial yang lahir dari daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi signifikan bagi ekosistem digital nasional.

Ekspansi Layanan dari Daerah ke Skala Nasional

Bimasakti memulai langkahnya dengan fokus menjawab kebutuhan masyarakat di daerah yang saat itu masih minim akses . Melalui pendekatan yang inklusif, perusahaan ini secara bertahap membangun ekosistem pembayaran yang kini telah menjangkau berbagai wilayah di seluruh pelosok Indonesia.

Sebagai anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Bimasakti kini menaungi berbagai platform digital yang mendukung kebutuhan transaksi . Keberadaan platform-platform ini menjadi tulang punggung bagi banyak pelaku usaha dalam menjalankan operasional bisnis mereka secara lebih efisien.

Berikut adalah beberapa platform utama yang dikembangkan oleh Bimasakti:

  1. Winpay: Berfungsi sebagai gerbang pembayaran atau payment gateway yang memudahkan proses transaksi digital.
  2. SpeedCash: Dompet digital yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan transaksi harian pengguna secara .
  3. Rajabiller: Layanan H2H multi biller yang memfasilitasi berbagai jenis pembayaran tagihan dalam satu sistem terintegrasi.

Langkah strategis ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat diakses oleh berbagai kalangan. Fokus utama tetap pada penyediaan layanan yang aman, terpercaya, serta mampu menjangkau mitra di luar kota-kota besar.

Baca Juga:  Capaian Transaksi Bale Syariah BSN Berhasil Tembus Angka 2 Triliun Sepanjang Tahun 2026

Keberhasilan Bimasakti dalam melakukan ekspansi dari Sidoarjo ke tingkat nasional menjadi sinyal positif bagi pemerataan inovasi keuangan di air. Hal ini membuktikan bahwa potensi ekonomi digital di daerah sangat besar dan mampu menjadi motor penggerak inklusi keuangan yang lebih merata.

Penguatan Keamanan Data dan Standar Global

Seiring dengan meningkatnya volume transaksi dan kompleksitas kebutuhan pengguna, aspek keamanan menjadi prioritas utama bagi setiap penyelenggara fintech. Bimasakti menyadari bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama dalam industri keuangan digital yang sangat kompetitif.

Sebagai langkah konkret dalam memperkuat tata kelola sistem, perusahaan telah berhasil meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022. Sertifikasi ini merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi yang diakui secara global dan diterbitkan oleh TÜV Rheinland.

Penerapan standar keamanan ini mencakup beberapa area krusial dalam operasional perusahaan:

  • Pengembangan sistem dan infrastruktur teknologi informasi.
  • Pemeliharaan layanan sistem pembayaran secara berkala.
  • Penatausahaan dan penyediaan informasi sumber .
  • Layanan QRIS serta payment initiation dan acquiring.
  • Layanan remitansi untuk pengiriman dana yang aman.

Penerapan standar ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya berkelanjutan untuk memastikan seluruh ekosistem layanan tetap terlindungi dari berbagai risiko siber. Dengan ruang lingkup yang komprehensif, pengelolaan keamanan informasi dapat diterapkan secara lebih mendalam pada setiap lini layanan digital yang ditawarkan.

Tabel berikut merinci cakupan strategis yang diperkuat melalui sertifikasi keamanan tersebut:

Area Layanan Fokus Keamanan
Sistem Pembayaran Integritas transaksi dan pemeliharaan sistem
QRIS & Acquiring Keamanan data merchant dan pengguna
Remitansi Perlindungan data pengiriman dana
Sumber Dana Validasi dan penatausahaan informasi
Baca Juga:  Bank CIMB Niaga Perkirakan Pertumbuhan Kredit di Awal 2026 Tetap Terbatas

Tabel di atas menunjukkan bagaimana Bimasakti mengintegrasikan standar keamanan ke dalam setiap aspek layanan utama. Langkah ini memastikan bahwa setiap transaksi yang dilakukan oleh pengguna melalui platform milik perusahaan telah melalui prosedur keamanan yang ketat dan terstandarisasi.

Dukungan dari AFTECH terhadap langkah ini semakin mempertegas pentingnya sertifikasi global bagi pelaku industri fintech. Komitmen untuk terus meningkatkan standar perlindungan data menjadi elemen kunci dalam menjaga kepercayaan publik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem fintech yang lebih berkelanjutan di masa depan.

Upaya yang dilakukan Bimasakti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi tanpa mengesampingkan aspek keamanan. Dengan fondasi yang kuat, industri fintech nasional akan semakin siap menghadapi tantangan digitalisasi yang kian dinamis dan menuntut transparansi tinggi.

Disclaimer: Data, informasi, dan status sertifikasi yang tercantum dalam artikel ini dapat mengalami perubahan seiring dengan perkembangan kebijakan perusahaan maupun regulasi pemerintah. Seluruh informasi bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai saran investasi atau layanan keuangan tertentu.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.