Beranda » Ekonomi Bisnis » Total Nilai Transaksi QRIS BCA Tembus Angka 165 Triliun Rupiah Selama Kuartal 1 2026

Total Nilai Transaksi QRIS BCA Tembus Angka 165 Triliun Rupiah Selama Kuartal 1 2026

Tren pembayaran digital di mencatatkan angka impresif sepanjang awal tahun . PT Tbk (BCA) menjadi salah satu institusi yang mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan Quick Response Indonesian Standard atau QRIS.

Sepanjang , nilai transaksi melalui kanal pembayaran ini menembus angka Rp 165 triliun. Capaian tersebut mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin nyaman meninggalkan tunai demi kepraktisan transaksi digital.

Lonjakan Transaksi Digital BCA

Pertumbuhan volume transaksi QRIS di BCA menunjukkan tren positif yang konsisten secara tahunan atau year on year. Angka kenaikan sebesar 90 persen pada volume transaksi menjadi bukti nyata bahwa penetrasi layanan ini semakin dalam di berbagai lapisan masyarakat.

Dari sisi nominal, peningkatan sebesar 78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menegaskan dominasi BCA dalam ekosistem pembayaran nontunai. Angka Rp 165 triliun ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari frekuensi penggunaan yang tinggi dalam aktivitas harian.

Berikut adalah rincian perbandingan transaksi QRIS BCA pada kuartal I-2026 dibandingkan periode sebelumnya:

Indikator Kinerja Pertumbuhan (yoy) Nilai/Capaian
Volume Transaksi 90% Signifikan
Nilai Nominal 78% Rp 165 Triliun
Adopsi Pengguna Tinggi Terus Meningkat

di atas menunjukkan betapa masifnya perputaran uang melalui kanal digital. Keberhasilan ini tidak lepas dari integrasi layanan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat modern.

Baca Juga:  Kinerja Industri Multifinance Tertekan Dampak Gejolak Ekonomi Global hingga Maret 2026

Faktor Pendorong Pertumbuhan QRIS

Keberhasilan BCA dalam mencatatkan angka transaksi yang fantastis didukung oleh strategi pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Kemudahan akses menjadi kunci utama mengapa masyarakat kini lebih memilih memindai kode QR dibandingkan membawa dompet fisik.

Pemanfaatan QRIS kini telah merambah ke berbagai sektor vital yang mendukung mobilitas masyarakat. Berikut adalah beberapa sektor utama yang menjadi kontributor terbesar dalam penggunaan QRIS BCA:

  1. Transaksi ritel harian di minimarket dan pasar modern.
  2. Pembayaran biaya transportasi publik dan mobilitas harian.
  3. Pemenuhan kebutuhan konsumsi makanan dan minuman.
  4. Pembayaran di sektor pariwisata serta berbagai layanan gaya hidup.

Selain sektor-sektor tersebut, inovasi teknologi juga memegang peranan krusial dalam memperluas jangkauan layanan. BCA secara konsisten melakukan pembaruan sistem untuk memastikan setiap transaksi berjalan lancar, aman, dan cepat.

Ekspansi Layanan QRIS Cross Border

Salah satu terobosan yang paling menarik perhatian adalah implementasi QRIS Cross Border. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran di luar negeri hanya dengan memindai kode QR yang tersedia, tanpa perlu repot menukar mata uang asing secara fisik.

Saat ini, cakupan wilayah penggunaan QRIS BCA sudah mencakup beberapa negara strategis yang sering dikunjungi masyarakat Indonesia. Berikut adalah daftar negara yang telah mendukung layanan QRIS Cross Border:

  1. Thailand
  2. Malaysia
  3. Singapura
  4. Jepang
  5. Korea Selatan
Baca Juga:  Cara Manulife Indonesia Tingkatkan 5 Target Utama Layanan Nasabah Menengah Tahun 2026

Pengembangan ke depan dipastikan akan terus berlanjut untuk mencakup lebih banyak negara. Langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk menciptakan ekosistem pembayaran yang terintegrasi secara global bagi nasabah.

Komitmen Digitalisasi Perbankan

Fokus utama BCA ke depan tetap pada pengembangan kapabilitas digital yang mengutamakan kenyamanan serta keamanan. Keamanan siber menjadi prioritas utama mengingat volume transaksi yang terus meningkat setiap bulannya.

Aksesibilitas layanan juga terus ditingkatkan agar dapat menjangkau lebih banyak merchant, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan berskala besar. Dengan infrastruktur yang mumpuni, BCA optimistis dapat terus memfasilitasi kebutuhan transaksi nasabah yang kian dinamis.

Peningkatan layanan ini diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi digital nasional. Seiring dengan semakin luasnya jaringan QRIS, efisiensi transaksi di berbagai sektor diprediksi akan terus membaik di masa mendatang.

Disclaimer: Data transaksi yang disajikan merupakan catatan perusahaan pada periode kuartal I-2026. Angka dan informasi terkait layanan perbankan dapat mengalami perubahan sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan internal bank dan regulasi otoritas keuangan yang berlaku.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.