Beranda » Ekonomi Bisnis » Laba Allo Bank Tumbuh 23% pada 2025, DPK Melonjak 56%

Laba Allo Bank Tumbuh 23% pada 2025, DPK Melonjak 56%

PT Indonesia Tbk mencatatkan pencapaian menonjol di tahun 2025. Laba bersih bank ini naik 23% secara tahunan, mencapai Rp 574,26 miliar. Angka ini menunjukkan konsistensi kinerja Allo Bank di tengah dinamika ekonomi yang tidak selalu ramah.

Pendapatan operasional juga menguat, naik 37% menjadi Rp 1,98 triliun. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi. Pendapatan bunga bersih naik 29% menjadi Rp 1,44 triliun, sedangkan pendapatan berbasis komisi melonjak 65% menjadi Rp 543 miliar.

Kinerja Keuangan yang Semakin Solid

Pertumbuhan yang signifikan ini tidak terjadi begitu saja. Allo Bank menjaga keseimbangan antara dan pengelolaan risiko. Rasio profitabilitas pun membaik. Net Interest Margin (NIM) mencapai 10,1%, naik 120 basis poin dari tahun sebelumnya.

Return on Assets (ROA) mencapai 4,9%, naik 110 basis poin. Sementara Return on Equity (ROE) berada di level 7,9%, naik 50 basis poin secara tahunan. Ini semua menunjukkan bahwa bank ini semakin efisien dalam menghasilkan laba dari aset dan modal yang dimiliki.

1. Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset

Kredit yang disalurkan Allo Bank mencapai Rp 9,14 triliun di akhir 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan di segmen ritel dan wholesale. Meski ekspansi kredit berjalan agresif, kualitas aset tetap terjaga.

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross hanya 1,6%, dan NPL net 0,6%. Angka ini jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator, menunjukkan bahwa manajemen risiko Allo Bank bekerja dengan baik.

2. Dana Pihak Ketiga Melesat 56%

Salah satu pencapaian paling menonjol adalah pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 56% secara tahunan, hingga Rp 9,51 triliun. Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan publik yang semakin besar terhadap layanan dan keamanan Allo Bank.

Baca Juga:  Strategi Axa Mandiri Mengatur Investasi Saat Suku Bunga Tetap Stabil di 2026

3. Permodalan Kuat, CAR Tembus 74%

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) Allo Bank mencapai 74%. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum regulator. Ekuitas bank juga naik % menjadi Rp 7,50 triliun, berkat laba ditahan dan laba berjalan yang terus bertumbuh.

Strategi di Balik Kesuksesan

Di balik angka-angka positif tersebut, ada strategi matang yang dijalankan Allo Bank. Bank ini fokus pada digitalisasi layanan, ekspansi produk, dan peningkatan pengalaman nasabah. Basis pelanggan bank ini bahkan telah melampaui 14 juta di akhir 2025.

Plt. Direktur Utama Allo Bank, Ari Yanuanto Asah, menyebut bahwa capaian ini diraih meski di tengah kondisi yang menantang. Ini membuktikan bahwa model bisnis bisa bersaing bahkan di tengah .

Penghargaan dan Reputasi yang Semakin Kokoh

Tahun 2025 juga menjadi tahun yang istimewa dari sisi reputasi. Allo Bank meraih dua penghargaan dalam ajang Strategy and Performance Execution Excellence (SPEx2®) Awards 2025. Penghargaan tersebut adalah The Best Execution Winner in Banking Industry dan Special Recognition: Excellence in Product Strategy & Innovation untuk produk Allo Grow.

Selain itu, bank ini juga mendapat skor 9,47 (Sangat Baik) dalam Financial Integrity Rating untuk kategori bank KBMI 2. Skor ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 7,85 (Baik). Ini menunjukkan penguatan tata kelola dan sistem pencegahan pencucian serta pendanaan terorisme.

Baca Juga:  Integrasi 12 Unit Gadai Mas Sumut Dorong Ekspansi Bisnis Strategis Nasional Tahun 2026

Tabel Ringkasan Kinerja Keuangan Allo Bank 2025

Indikator Nilai 2025 Pertumbuhan YoY
Laba Bersih Rp 574,26 miliar +23%
Pendapatan Operasional Rp 1,98 triliun +37%
Pendapatan Bunga Bersih Rp 1,44 triliun +29%
Pendapatan Berbasis Komisi Rp 543 miliar +65%
Kredit Disalurkan Rp 9,14 triliun +37%
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 9,51 triliun +56%
NIM 10,1% +120 bps
ROA 4,9% +110 bps
ROE 7,9% +50 bps
CAR 74%
NPL Gross 1,6%
NPL Net 0,6%

Proyeksi ke Depan

Dengan fondasi yang dan reputasi yang terus meningkat, Allo Bank tampaknya siap melanjutkan momentum pertumbuhannya di tahun-tahun mendatang. Terutama di tengah dorongan transformasi digital sektor keuangan yang semakin cepat.

Bank digital ini juga terus mengembangkan produk-produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan nasabah modern. Termasuk layanan tabungan, pinjaman, hingga investasi yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi Allo Bank per 31 Desember 2025. Angka-angka dan pencapaian bisa berubah seiring waktu dan kondisi makroekonomi yang dinamis. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.