PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) baru saja mengumumkan peluncuran Obligasi Ritel Infrastruktur (ORIS), sebuah instrumen investasi yang memberi kesempatan kepada masyarakat luas untuk turut serta dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional. Target penerbitan obligasi ini mencapai Rp 300 miliar sebagai bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I PT SMI Tahap II tahun 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya SMI dalam memperluas akses investasi bagi masyarakat, sekaligus mendukung proyek-proyek strategis yang berdampak positif secara sosial dan lingkungan. Instrumen ini menawarkan dua pilihan tenor, yaitu 1 tahun dan 3 tahun, dengan tingkat kupon yang cukup menarik, masing-masing sebesar 5,60% dan 6,05% per tahun.
Mekanisme dan Jadwal Penawaran ORIS
Sebelum memutuskan untuk ikut berinvestasi, penting untuk memahami mekanisme serta jadwal penawaran obligasi ini. Dengan begitu, calon investor bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik dan menghindari kekeliruan dalam proses pemesanan.
1. Tahapan Investasi ORIS
Investasi di ORIS tidak terlalu rumit, tetapi tetap perlu mengikuti prosedur yang telah ditetapkan agar transaksi berjalan lancar.
-
Registrasi melalui Penjamin Emisi
Calon investor harus terlebih dahulu melakukan registrasi di salah satu penjamin pelaksana emisi yang telah ditunjuk oleh SMI. -
Pemesanan sesuai jadwal
Setelah registrasi selesai, investor bisa langsung memesan ORIS selama masa penawaran yang berlangsung dari 9 Maret hingga 9 April 2026. -
Pembayaran dan konfirmasi
Pembayaran dilakukan sesuai mekanisme masing-masing penjamin emisi. Setelah pembayaran berhasil, investor akan menerima konfirmasi transaksi di Rekening Surat Berharga (RSB).
2. Jadwal Penawaran dan Pembayaran
Berikut adalah jadwal lengkap terkait penawaran dan pembayaran ORIS yang perlu diperhatikan:
| Kegiatan | Tanggal |
|---|---|
| Penetapan kupon | 6 Maret 2026 |
| Masa penawaran | 9 Maret – 9 April 2026 |
| Penetapan hasil penjualan | 10 April 2026 |
| Settlement | 6 Mei 2026 |
| Pembayaran kupon pertama | 6 Juni 2026 |
| Berakhir masa minimum holding | 6 Juni 2026 |
| Jatuh tempo (1 tahun) | 16 Mei 2027 |
| Jatuh tempo (3 tahun) | 6 Mei 2029 |
Penjamin Emisi yang Tersedia
Investor bisa membeli ORIS melalui beberapa penjamin pelaksana emisi berikut:
- PT BRI Danareksa Sekuritas
- PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
- PT Indo Premier Sekuritas
- PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Pemilihan penjamin emisi bisa disesuaikan dengan kenyamanan dan kemudahan akses investor. Setiap penjamin memiliki mekanisme pembayaran dan layanan yang berbeda, sehingga disarankan untuk membandingkan terlebih dahulu.
Keunggulan Investasi ORIS
ORIS hadir sebagai alternatif investasi yang tidak hanya menawarkan return menarik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan infrastruktur nasional. Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk proyek-proyek hijau dan sosial, seperti energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta penyediaan air bersih.
Selain itu, obligasi ini juga menawarkan fleksibilitas dengan dua pilihan tenor dan pembayaran kupon yang rutin setiap bulan. Minimum pemesanan yang tergolong rendah, yaitu Rp 5 juta, membuatnya cukup terjangkau bagi investor ritel.
Pertimbangan Sebelum Investasi
Investasi obligasi memang umumnya dianggap lebih aman dibanding saham, tetapi tetap perlu pertimbangan matang. ORIS memiliki minimum holding period selama satu bulan, artinya investor tidak bisa langsung menjual kembali dalam waktu singkat setelah pembelian.
Selain itu, investor juga perlu memperhatikan likuiditas obligasi ini di pasar sekunder setelah masa penawaran berakhir. Meskipun sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia, aktivitas perdagangan bisa saja tidak sepadat instrumen investasi lainnya.
Penutup
ORIS merupakan instrumen investasi yang menarik untuk dicermati, terutama bagi mereka yang ingin mendukung pembangunan infrastruktur sambil mendapatkan return yang kompetitif. Dengan tenor fleksibel dan kupon yang menjanjikan, ini bisa menjadi pilihan tambahan dalam portofolio investasi jangka menengah hingga panjang.
Namun, seperti semua instrumen investasi, penting untuk memahami risiko dan mekanisme yang berlaku. Pastikan juga untuk mengikuti perkembangan informasi resmi dari SMI dan penjamin emisi terkait.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data jadwal dan kupon merupakan hasil dari indikasi awal dan belum menjadi keputusan final. Harap merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.



