Beranda » Ekonomi Bisnis » Tensi Geopolitik Dunia Memanas, Transaksi Saham Kiwoom Melesat 170 Persen

Tensi Geopolitik Dunia Memanas, Transaksi Saham Kiwoom Melesat 170 Persen

Tensi antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir. Serangan yang terjadi akhir Februari 2026 memicu reaksi cepat dari berbagai sektor, termasuk pasar modal. Salah satu dampak langsung terlihat dari lonjakan di Kiwoom Sekuritas . Dalam hitungan hari, volume transaksi mencatatkan kenaikan hingga 170%, menunjukkan adanya gejolak investor akibat ketidakpastian global.

Lonjakan ini bukan tanpa alasan. Pasca-serangan, pasar bereaksi cepat melalui aktivitas trading yang meningkat tajam. Investor tampaknya mencoba memanfaatkan volatilitas sebagai peluang, sementara sebagian lain bergerak untuk mengamankan portofolio mereka. Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut fenomena ini sebagai bentuk “shock trading day” yang dipicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Dampak Geopolitik pada Pasar Modal

Ketika ketegangan internasional meningkat, pasar modal sering kali menjadi salah satu sektor yang paling responsif. Investor cenderung mencari cara untuk melindungi atau memaksimalkan aset mereka di tengah ketidakpastian. Dalam kasus ini, lonjakan transaksi di Kiwoom Sekuritas menunjukkan bahwa investor lokal ikut merespons situasi global dengan penyesuaian portofolio yang cepat.

  1. Peningkatan volume transaksi harian hingga 170%

    • Terjadi pada 2 Maret 2026, pasca-serangan pertama.
    • Volume mencapai sekitar Rp 22.000 transaksi.
  2. Rata-rata transaksi mingguan naik 17,8%

    • Menunjukkan bahwa dampak bukan hanya sesaat, tapi berkelanjutan selama beberapa hari.

Lonjakan ini memberi dampak langsung pada pendapatan perusahaan dari income fee. Meski begitu, Kiwoom Sekuritas tetap menjaga keseimbangan dengan melakukan monitoring terhadap aktivitas kredit dan memastikan bahwa pertumbuhan tidak terjadi secara membahayakan.

Baca Juga:  Keuntungan Investasi SRBI Tahun 2026 yang Menjadi Pilihan Cuan untuk Jangka Pendek

Strategi Pasar dan Respons Investor

Investor tidak hanya bereaksi secara emosional, tetapi juga mencari informasi dan strategi untuk menghadapi ketidakpastian. Banyak dari mereka mulai memperhatikan sektor-sektor yang dianggap atau justru menguntungkan dalam situasi geopolitik memanas.

  1. Penyesuaian portofolio investasi

    • Banyak investor memindahkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman.
    • dan pertahanan menjadi sorotan.
  2. Peningkatan minat pada instrumen jangka pendek

    • Trading harian meningkat seiring ekspektasi volatilitas yang tinggi.
    • Investor mencari peluang arbitrase dan capital gain cepat.

Kiwoom Sekuritas sendiri tidak hanya mencatat fenomena ini, tetapi juga aktif memberikan edukasi dan panduan kepada nasabahnya. Tujuannya agar investor tidak hanya bereaksi instingtif, tapi juga memiliki strategi yang terukur.

Proyeksi IHSG dan Sentimen Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan () menjadi barometer utama dalam mengukur . Dalam kondisi seperti ini, pergerakan IHSG sangat dipengaruhi oleh isu geopolitik dan ekspektasi terhadap dampak ekonomi global.

  1. Support IHSG berada di level Rp 7.139–Rp 7.200
    • Menunjukkan bahwa pasar masih memiliki titik aman.
    • Volatilitas diperkirakan akan terus terjaga dalam jangka pendek.

Jika ketegangan antara Iran dan AS mulai mereda, potensi reversal atau pembalikan tren bisa terjadi. Namun selama situasi belum , investor cenderung tetap waspada dan aktif dalam mengatur portofolio mereka.

Sektor yang Dipengaruhi dan Rekomendasi Investasi

Dalam kondisi ketegangan geopolitik, beberapa sektor biasanya menjadi pilihan utama investor. Energi, pertahanan, dan komoditas sering kali menjadi sementara. Di sisi lain, sektor yang sensitif terhadap risiko seperti keuangan dan manufaktur bisa mengalami tekanan.

  1. Saham energi dan pertahanan sebagai safe haven

    • Saham yang berkaitan dengan energi fosil dan alat pertahanan menjadi sorotan.
    • Investor mencari aset yang dianggap tahan terhadap gejolak eksternal.
  2. portofolio defensif

    • Saham BUMN dengan dividen stabil tetap diminati.
    • Reksa dana campuran dan obligasi menjadi alternatif menarik.
Baca Juga:  Tumpukan Dana Likuiditas Perbankan Masih Belum Tersalurkan Secara Optimal pada Awal Tahun Ini

Perlu diingat bahwa semua data dan proyeksi ini bersifat dinamis. Perkembangan geopolitik bisa berubah kapan saja, dan dampaknya terhadap pasar juga bisa berbeda tergantung situasi. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan terkini dan menyesuaikan secara berkala.

Kesimpulan

Lonjakan transaksi saham di Kiwoom Sekuritas hingga 170% adalah cerminan dari bagaimana investor lokal merespons ketegangan global. Bukan hanya sebagai reaksi emosional, tetapi juga sebagai bentuk adaptasi terhadap risiko dan peluang yang muncul. Dalam jangka pendek, volatilitas masih akan menjadi norma. Namun dengan strategi yang tepat dan informasi yang akurat, investor bisa tetap meraih peluang di tengah ketidakpastian.

Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan pasar.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.