PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menutup tahun buku 2025 dengan catatan impresif yang mengejutkan banyak pihak di industri perbankan digital. Perusahaan berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang sangat signifikan, sekaligus memperkuat fundamental keuangan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Sepanjang tahun 2025, Bank Neo Commerce mencatatkan laba bersih sebesar Rp 565,69 miliar. Angka ini melonjak tajam sebesar 2.745% jika dibandingkan dengan perolehan laba pada tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 19,88 miliar.
Transformasi Bisnis dan Kinerja Keuangan
Pencapaian fantastis ini tidak lepas dari strategi transformasi bisnis yang dijalankan perseroan sepanjang tahun. Fokus utama manajemen terletak pada pertumbuhan yang berkualitas serta penerapan manajemen risiko yang jauh lebih disiplin dibandingkan periode sebelumnya.
Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari efisiensi operasional yang konsisten. Perbaikan kinerja terlihat jelas pada rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berhasil ditekan ke level 84,18%, turun drastis dari posisi sebelumnya di angka 99,34%.
Berikut adalah rincian perbandingan kinerja keuangan Bank Neo Commerce antara tahun 2024 dan 2025:
| Indikator Keuangan | Tahun 2024 | Tahun 2025 |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 19,88 Miliar | Rp 565,69 Miliar |
| Total Aset | Rp 17,41 Triliun | Rp 18,97 Triliun |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp 13,07 Triliun | Rp 14,03 Triliun |
| Modal Inti | Rp 3,32 Triliun | Rp 4,03 Triliun |
| CAR | 35,30% | 49,07% |
Tabel di atas menunjukkan bagaimana Bank Neo Commerce berhasil memperkuat struktur permodalan secara signifikan dalam satu tahun terakhir. Peningkatan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) menjadi 49,07% memberikan ruang yang sangat luas bagi bank untuk melakukan ekspansi bisnis di masa depan.
Langkah Strategis Menuju 2026
Memasuki tahun 2026, Bank Neo Commerce tidak ingin berpuas diri dengan capaian laba yang telah diraih. Fokus utama kini beralih pada penguatan fungsi intermediasi dan perluasan jangkauan produk digital untuk menjaga momentum pertumbuhan.
Beberapa langkah strategis yang telah disiapkan oleh manajemen untuk memperkuat posisi di pasar perbankan digital meliputi:
- Penyaluran kredit berkualitas dengan prinsip kehati-hatian yang ketat.
- Peluncuran layanan Buy Now Pay Later (BNPL) pada pertengahan tahun 2026.
- Optimalisasi produk perbankan digital untuk meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income.
- Penguatan likuiditas untuk mendukung ekspansi kredit yang lebih agresif namun tetap terukur.
Strategi ini didukung oleh kondisi likuiditas yang sangat memadai, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) yang berada di level tinggi, yakni 614,93%. Angka tersebut menjadi indikator bahwa bank memiliki ketahanan yang kuat dalam menghadapi volatilitas pasar serta kesiapan dana untuk menyalurkan pembiayaan baru.
Kualitas Aset dan Efisiensi Operasional
Selain pertumbuhan laba, kualitas aset menjadi perhatian utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) net berhasil dijaga di level 0,89%, yang menunjukkan bahwa penyaluran kredit selama ini dilakukan kepada segmen yang tepat dan memiliki profil risiko rendah.
Efisiensi yang dilakukan juga berdampak positif pada profitabilitas perusahaan secara keseluruhan. Beberapa rasio utama yang mencerminkan kesehatan operasional Bank Neo Commerce saat ini adalah:
- Return on Assets (ROA) berada di angka 3,11%.
- Return on Equity (ROE) meningkat ke level 15,13%.
- Net Interest Margin (NIM) terjaga tinggi di level 14,39%.
- Cost to Income Ratio (CIR) berada di posisi 31,33%.
Dengan fundamental yang semakin solid, manajemen optimistis bahwa kontribusi pendapatan berbasis komisi akan terus meningkat di masa mendatang. Penguatan produk digital menjadi kunci utama agar nasabah semakin aktif menggunakan layanan perbankan, yang pada akhirnya akan memperkuat ekosistem Bank Neo Commerce secara menyeluruh.
Disclaimer: Data keuangan yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan laporan kinerja tahunan perseroan dan dapat mengalami perubahan atau penyesuaian sesuai dengan audit serta kebijakan pelaporan keuangan yang berlaku. Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu dan keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pelaku pasar.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




