Beranda » Ekonomi Bisnis » Adira Finance Catatkan Pembiayaan Baru Rp 11,9 Triliun dengan Lonjakan 52% di Awal 2026

Adira Finance Catatkan Pembiayaan Baru Rp 11,9 Triliun dengan Lonjakan 52% di Awal 2026

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mengawali tahun 2026 dengan catatan performa yang cukup impresif. pembiayaan ini berhasil membukukan pertumbuhan signifikan pada penyaluran pembiayaan baru di kuartal pertama tahun ini.

Pencapaian tersebut menjadi sinyal positif di tengah dinamika ekonomi yang menantang. Angka yang diraih menunjukkan ketangguhan strategi bisnis dalam merespons kebutuhan pasar yang terus bergerak.

Lonjakan Pembiayaan Baru di Awal Tahun

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, mengonfirmasi bahwa pembiayaan baru perusahaan menyentuh angka Rp 11,9 triliun pada kuartal I-2026. Nilai ini mencatatkan pertumbuhan yang sangat mencolok, yakni sebesar 52% secara Year on Year (YoY).

Keberhasilan ini didorong oleh kinerja solid di seluruh segmen bisnis, baik otomotif maupun nonotomotif. Strategi selektif dalam menangkap peluang pasar menjadi kunci utama di balik pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan tersebut.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Kinerja

  1. Fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dengan menargetkan segmen pasar yang tepat.
  2. Optimalisasi jaringan operasional yang tersebar luas di seluruh Indonesia.
  3. Adaptasi cepat terhadap dinamika nasional yang tetap tumbuh meski moderat.
  4. Peningkatan efisiensi dalam pengelolaan beban operasional dan penyisihan penurunan nilai.

Keberhasilan Adira Finance dalam menjaga momentum pertumbuhan tidak lepas dari kemampuan manajemen dalam menavigasi tantangan . Kondisi seperti eskalasi konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan minyak dan gangguan rantai pasok global sempat menjadi perhatian utama.

Namun, perusahaan mampu mengimbangi tekanan tersebut dengan performa yang tetap terjaga. Berikut adalah perbandingan ringkas beberapa indikator keuangan utama Adira Finance pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Margin Bunga Bersih Perbankan Turun ke 4,38% di 2026 Namun BRI dan Allo Bank Berjaya
Indikator Keuangan Kuartal I-2025 Kuartal I-2026 Pertumbuhan (YoY)
Pembiayaan Baru Rp 7,8 Triliun Rp 11,9 Triliun 52%
Piutang Pembiayaan Rp 54,8 Triliun Rp 64,7 Triliun 18%
Laba Bersih Rp 384 Miliar Rp 484 Miliar 26%
Total Pendapatan Rp 2,99 Triliun Rp 3,2 Triliun 7%

Tabel di atas menggambarkan peningkatan performa yang konsisten di berbagai lini bisnis. Pertumbuhan piutang pembiayaan yang mencapai 18% menjadi bukti bahwa permintaan layanan keuangan dari tetap tinggi.

Ekspansi Jaringan dan Kualitas Aset

Seiring dengan meningkatnya pembiayaan, Adira Finance terus memperkuat jangkauan operasionalnya. Hingga kuartal I-2026, perusahaan telah mengoperasikan 879 jaringan usaha yang mencakup serta unit satelit di berbagai wilayah Indonesia.

Perluasan jangkauan ini berdampak langsung pada basis nasabah aktif. Jumlah pelanggan yang dilayani melonjak dari 2 juta nasabah pada tahun lalu menjadi 2,6 juta nasabah pada periode yang sama di tahun 2026.

Langkah Strategis Penguatan Bisnis

  1. Memperluas jangkauan jaringan usaha hingga ke pelosok daerah untuk menjangkau lebih banyak nasabah.
  2. Meningkatkan kualitas aset dengan menjaga rasio Non Performing Financing () di level yang sehat.
  3. Melakukan diversifikasi produk untuk menyeimbangkan portofolio antara segmen otomotif dan nonotomotif.
  4. Memperkuat digitalisasi layanan guna mempermudah akses nasabah terhadap produk pembiayaan.

Kualitas aset perusahaan juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rasio NPF gross konsolidasian tercatat menurun menjadi 1,9% per 2026, membaik dibandingkan posisi 2,3% pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga:  Produk Tradisional Tetap Ungguli Unitlink dalam Kontribusi Premi Tokio Marine Life Tahun 2026

Penurunan beban penyisihan penurunan nilai sebesar 7% menjadi Rp 635 miliar turut memberikan kontribusi positif terhadap laba bersih perusahaan. Hal ini mencerminkan manajemen risiko yang lebih disiplin dan efektif dalam menjaga kualitas portofolio kredit.

Di tengah kondisi pasar yang dinamis, industri otomotif nasional sendiri menunjukkan tren yang beragam. Penjualan sepeda motor baru ritel tercatat tumbuh 8% menjadi 1,7 juta unit, sementara ritel tumbuh tipis 1% menjadi 212 ribu unit.

Adira Finance berhasil memanfaatkan peluang di tengah pertumbuhan moderat tersebut melalui strategi yang terukur. Fokus pada pertumbuhan yang berkualitas tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi.

Disclaimer: Data keuangan yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan laporan kinerja kuartal I-2026 dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan kebijakan perusahaan serta kondisi pasar di . Keputusan investasi atau penggunaan layanan keuangan harus didasarkan pada analisis mendalam dan pertimbangan pribadi.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.