Kabar gembira menyapa para pemegang saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) di pertengahan tahun 2026. Perusahaan perbankan ini resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai dengan nilai fantastis mencapai Rp 4,07 triliun yang diambil dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan tersebut telah mendapatkan persetujuan mutlak dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada Jumat, 17 April 2026. Nominal dividen jumbo ini setara dengan 60% dari total laba bersih perseroan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 6,78 triliun.
Detail Pembagian Dividen dan Kinerja Keuangan
Langkah korporasi ini menjadi bukti nyata atas konsistensi performa keuangan yang terjaga sepanjang tahun lalu. Manajemen memastikan bahwa pembayaran dividen tunai akan dilakukan maksimal 30 hari kalender setelah RUPST diselenggarakan.
Sementara itu, sisa laba bersih yang tidak dibagikan akan dialokasikan sebagai laba ditahan. Dana tersebut nantinya digunakan untuk mendukung berbagai rencana ekspansi bisnis serta memperkuat struktur permodalan bank di masa mendatang.
Berikut adalah ringkasan data keuangan terkait pembagian dividen tersebut:
| Keterangan | Nilai / Persentase |
|---|---|
| Total Laba Bersih 2025 | Rp 6,78 Triliun |
| Rasio Pembagian Dividen | 60% |
| Total Dividen Tunai | Rp 4,07 Triliun |
| Sisa Laba Ditahan | 40% |
Data di atas menunjukkan komitmen CIMB Niaga dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para investor. Perlu diingat bahwa kebijakan dividen dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada keputusan RUPS di masa depan dan kondisi ekonomi makro.
Transformasi Manajemen dan Rencana Strategis
Selain membahas pembagian dividen, RUPST juga menjadi momentum penting bagi perombakan jajaran pengurus perusahaan. Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi untuk mendukung strategi jangka panjang yang dikenal dengan nama Forward30.
Berikut adalah tahapan perubahan manajemen yang disetujui dalam rapat tersebut:
- Pengangkatan kembali Didi Syafruddin Yahya sebagai Presiden Komisaris.
- Penunjukan kembali Sri Widowati dan Farina J. Situmorang sebagai Komisaris Independen.
- Penunjukan Budiman Tanjung sebagai Direktur baru yang sebelumnya menjabat sebagai Chief of Network & Digital Banking.
- Perubahan pada Dewan Pengawas Syariah dengan masuknya Hamim Ilyas menggantikan Fathurrahman Djamil.
Selain perubahan personel, perseroan juga mendapatkan lampu hijau untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Aksi korporasi ini direncanakan maksimal sebanyak 220.000 saham dengan nilai anggaran hingga Rp 480 juta.
Tujuan utama dari buyback ini adalah untuk mendukung program remunerasi berbasis saham bagi manajemen yang masuk dalam kategori Material Risk Taker (MRT). Langkah ini diharapkan dapat memotivasi jajaran eksekutif untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan secara optimal.
Struktur Pengurus Terbaru CIMB Niaga
Perubahan susunan pengurus ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi operasional bank. Berikut adalah rincian susunan Dewan Komisaris, Dewan Pengawas Syariah, dan Direksi yang berlaku setelah RUPST:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Didi Syafruddin Yahya
- Wakil Presiden Komisaris (Independen): Glenn Muhammad Surya Yusuf
- Komisaris Independen: Sri Widowati, Farina J. Situmorang, Dody Budi Waluyo
- Komisaris: Vera Handajani, Novan Amirudin
Dewan Pengawas Syariah
- Ketua: Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA
- Anggota: Dr. Yulizar Djamaluddin Sanrego, M.Ec., Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag
Jajaran Direksi
- Presiden Direktur: Lani Darmawan
- Direktur: Lee Kai Kwong, John Simon, Fransiska Oei (merangkap Direktur Kepatuhan), Pandji P. Djajanegara, Henky Sulistyo, Joni Raini, Rusly Johannes, Noviady Wahyudi, Rico Usthavia Frans, Budiman Tanjung.
Catatan: Efektivitas jabatan tertentu masih menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta pemenuhan persyaratan administratif yang berlaku.
Komitmen Tata Kelola Perusahaan
Keberhasilan CIMB Niaga dalam mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 menjadi fondasi utama dalam pengambilan kebijakan strategis ini. Manajemen menegaskan bahwa kesehatan fundamental bisnis menjadi prioritas utama agar pertumbuhan tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi global.
Selain aspek finansial, RUPST juga menyetujui pengkinian rencana aksi pemulihan atau recovery plan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap arahan OJK guna memastikan bank tetap tangguh dalam menghadapi berbagai risiko operasional maupun sistemik.
Sebagai auditor independen, perseroan kembali menunjuk Jimmy Pangestu serta Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC). Penunjukan ini mencakup audit laporan keuangan untuk tahun buku 2026, yang menegaskan transparansi dalam pelaporan keuangan perusahaan.
Pelaksanaan RUPST yang dilakukan secara hybrid di Graha CIMB Niaga Jakarta dan melalui platform eASY.KSEI menjadi bukti adaptasi teknologi dalam tata kelola perusahaan. Dengan langkah-langkah strategis ini, CIMB Niaga optimistis dapat terus memberikan kontribusi positif bagi industri perbankan nasional.
Disclaimer: Informasi di atas didasarkan pada hasil RUPST per April 2026. Kebijakan dividen, jadwal pembayaran, dan susunan pengurus dapat mengalami perubahan sesuai dengan regulasi otoritas terkait dan keputusan internal perusahaan di masa mendatang.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




