Beranda » Ekonomi Bisnis » Adira Finance Catatkan Kenaikan Piutang Pembiayaan 18 Persen di Sepanjang Maret 2026

Adira Finance Catatkan Kenaikan Piutang Pembiayaan 18 Persen di Sepanjang Maret 2026

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatatkan performa keuangan yang cukup impresif pada awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, berhasil membukukan piutang pembiayaan yang dikelola mencapai Rp 64,7 triliun.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 18% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pencapaian ini menjadi sinyal positif di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh dengan tantangan.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Piutang

Pertumbuhan signifikan ini tidak terjadi begitu saja tanpa strategi yang matang. Manajemen Adira Finance mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut didorong oleh kombinasi antara permintaan pasar yang stabil dan eksekusi strategi bisnis yang tepat sasaran.

Permintaan pembiayaan yang tetap terjaga, baik di segmen otomotif maupun nonotomotif, menjadi mesin utama pertumbuhan perusahaan. Selain itu, perluasan basis pelanggan dan penguatan kemitraan strategis turut memberikan kontribusi besar terhadap angka piutang tersebut.

Strategi Menjaga Kualitas Portofolio

Meskipun mencatatkan pertumbuhan yang agresif, perusahaan tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah ekspansi. Fokus utama bukan sekadar mengejar volume, melainkan memastikan bahwa setiap pembiayaan yang disalurkan memiliki profil risiko yang dapat diterima.

Berikut adalah tahapan yang diterapkan Adira Finance dalam menjaga kualitas pembiayaan:

  1. Penerapan yang selektif dengan meninjau profil konsumen secara mendalam.
  2. Penilaian kemampuan membayar calon debitur untuk meminimalisir risiko gagal bayar.
  3. Evaluasi kualitas agunan atau collateral base sebagai jaminan pembiayaan.
  4. Optimalisasi tim collection untuk memperkuat proses penagihan yang lebih intensif.
  5. Pemantauan portofolio secara berkala untuk menyesuaikan strategi penanganan sesuai kondisi konsumen.
Baca Juga:  Capaian Laba Bersih BNI Tembus Angka 5,66 Triliun Rupiah Sepanjang Kuartal I Tahun 2026

Langkah-langkah tersebut terbukti efektif dalam menjaga kesehatan aset perusahaan. Hal ini tercermin dari rasio Non Performing Financing (NPF) gross konsolidasian yang justru mengalami penurunan.

Perbandingan Kinerja NPF Adira Finance

di bawah ini menunjukkan perbandingan rasio NPF gross antara Maret 2025 dan Maret 2026, yang mencerminkan keberhasilan manajemen risiko perusahaan.

Periode Rasio NPF Gross
Maret 2025 2,3%
Maret 2026 1,9%

Penurunan rasio NPF dari 2,3% menjadi 1,9% menunjukkan bahwa kualitas aset yang dikelola Adira Finance semakin membaik. Kondisi ini memberikan ruang bagi perusahaan untuk tetap tumbuh secara berkelanjutan meski di tengah ketidakpastian ekonomi.

Menghadapi Tantangan Ekonomi dan Geopolitik

Dinamika ekonomi global dan isu geopolitik menjadi perhatian serius bagi banyak pelaku , termasuk Adira Finance. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi serta aktivitas bisnis secara luas di masa depan.

Namun, hingga kuartal I-2026, dampak dari kondisi eksternal tersebut dinilai masih relatif terbatas. pembiayaan yang dilakukan perusahaan menjadi bantalan yang cukup kuat dalam menghadapi fluktuasi pasar.

Langkah Antisipasi Perusahaan ke Depan

Untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan yang ada, perusahaan telah menyiapkan beberapa langkah strategis:

  1. Pemantauan berkelanjutan terhadap perkembangan kondisi ekonomi global dan geopolitik.
  2. Penyesuaian strategi bisnis secara dinamis berdasarkan data pasar terkini.
  3. Penguatan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses akuisisi pembiayaan baru.
  4. Fokus pada diversifikasi segmen untuk mengurangi ketergantungan pada satu sektor saja.
  5. Peningkatan efisiensi operasional melalui optimalisasi jaringan usaha yang sudah ada.
Baca Juga:  Pertumbuhan Signifikan Pembiayaan Emas Bank Mega Syariah pada Kuartal 1 Tahun 2026

Pendekatan yang dilakukan Adira Finance menunjukkan bahwa tidak harus mengorbankan kualitas. Dengan tetap disiplin pada proses yang prudent, perusahaan optimistis dapat terus menangkap peluang yang ada di pasar.

Ke depannya, fokus utama tetap pada menjaga keseimbangan antara ekspansi dan manajemen risiko. Hal ini penting agar tetap sehat dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Disclaimer: Data yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan dan informasi publik per Maret 2026. Kondisi pasar, kebijakan ekonomi, dan kinerja perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika industri keuangan dan kondisi makroekonomi.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.