Beranda » Ekonomi Bisnis » Transaksi QRIS Tembus Rp 164,48 Triliun di Awal 2026, Ini Rinciannya

Transaksi QRIS Tembus Rp 164,48 Triliun di Awal 2026, Ini Rinciannya

digital berbasis terus menunjukkan tren positif di awal 2026. Indonesia mencatat nilai transaksi QRIS pada Januari 2026 mencapai Rp 164,48 triliun. Angka ini naik 103,35% secara tahunan dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Volume transaksi juga mencatatkan angka 1,83 miliar transaksi, naik 131,47% (yoy). Lonjakan ini menunjukkan bahwa QRIS semakin menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransaksi.

Pertumbuhan QRIS tidak hanya terjadi dalam hitungan nilai transaksi. Ekosistemnya juga semakin kuat, terlihat dari peningkatan jumlah merchant dan pengguna aktif. Hingga Januari 2026, jumlah merchant QRIS telah mencapai 43,06 juta, naik 17,76% secara tahunan. Sementara jumlah pengguna mencapai 59,98 junit, naik 7,72% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa QRIS bukan lagi sekadar opsi, tapi sudah menjadi bagian dari kebiasaan transaksi sehari-hari.

Pertumbuhan Transaksi QRIS di Tahun 2025 dan Awal 2026

1. Volume dan Nilai Transaksi QRIS Sepanjang 2025

Tahun 2025 menjadi tahun yang luar biasa bagi QRIS. Volume transaksi mencapai 15,51 miliar transaksi, naik 148,54% dibanding tahun sebelumnya. Nilai transaksinya juga melonjak menjadi Rp 1.420,66 triliun, tumbuh 115,27% (yoy). Angka ini menunjukkan bahwa QRIS mulai digunakan secara masif di berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya di kota besar tapi juga di daerah-daerah dengan penetrasi digital yang sebelumnya rendah.

2. Target Bank Indonesia untuk Tahun 2026

Bank Indonesia punya target besar untuk QRIS di tahun ini. Volume transaksi ditargetkan mencapai 17 miliar transaksi, dengan jumlah merchant mencapai 45 juta. Selain itu, BI juga berencana memperluas kerja sama QRIS lintas negara hingga delapan negara mitra. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat posisi QRIS sebagai alat pembayaran yang diterima secara global.

3. Fokus Pengembangan QRIS Tap

Salah satu inovasi yang dikembangkan BI adalah QRIS Tap. Fitur ini pertama kali diluncurkan pada 2025 dan kini dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan fitur tap in dan tap out. Dengan QRIS Tap, pengguna bisa melakukan transaksi dengan lebih cepat dan praktis, tanpa perlu membuka terlebih dahulu.

Baca Juga:  OJK Tunda Keputusan Final Penyesuaian Tarif Premi Asuransi Kendaraan dan Properti Sampai 2026

Faktor Pendorong Pertumbuhan QRIS

1. Peningkatan Akseptansi Merchant

Salah satu kunci keberhasilan QRIS adalah semakin luasnya akseptansi oleh merchant. Hingga Januari 2026, jumlah merchant QRIS mencapai 43,06 juta. Ini berarti hampir semua jenis usaha, dari warung kecil hingga pusat perbelanjaan besar, sudah bisa menerima pembayaran QRIS. Semakin banyak merchant yang menerima, semakin besar pula daya tarik masyarakat untuk menggunakannya.

2. Jumlah Pengguna yang Terus Bertambah

Jumlah pengguna QRIS juga terus naik. Di awal 2026, pengguna aktif mencapai 59,98 juta. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran. Kenaikan ini juga didukung oleh berbagai kampanye edukasi dan promosi dari BI serta pihak penyelenggara jasa pembayaran.

3. Kebijakan BI yang Mendukung

Bank Indonesia terus mendorong pertumbuhan ekosistem QRIS melalui berbagai kebijakan. Salah satunya adalah penetapan Merchant Discount Rate (MDR) yang terjangkau. BI tidak menerima pendapatan langsung dari MDR, tapi berperan sebagai regulator yang menetapkan besaran biaya tersebut agar tetap terjangkau bagi merchant kecil maupun besar.

Perbandingan Pertumbuhan QRIS Tahun 2025 dan Januari 2026

Indikator 2025 Januari 2026 Pertumbuhan (yoy)
Volume Transaksi 15,51 miliar 1,83 miliar 148,54% / 131,47%
Nilai Transaksi Rp 1.420,66 T Rp 164,48 T 115,27% / 103,35%
Jumlah Merchant 43,06 juta 17,76%
Jumlah Pengguna 59,98 juta 7,72%

Catatan: Data pertumbuhan Januari 2026 dibandingkan dengan Januari 2025.

Peran Merchant Discount Rate (MDR) dalam Ekosistem QRIS

MDR adalah biaya yang dibayarkan oleh merchant kepada penyelenggara jasa pembayaran untuk memproses transaksi QRIS. BI menetapkan besaran MDR agar tetap terjangkau, terutama untuk UMKM. Dengan begitu, merchant kecil pun bisa ikut menggunakan QRIS tanpa harus khawatir biaya yang tinggi.

Bank Indonesia tidak mengambil pendapatan langsung dari MDR. Peran BI lebih ke arah pengaturan dan pengawasan agar ekosistem QRIS tetap sehat dan inklusif. Ini penting agar QRIS bisa menjangkau semua kalangan, bukan hanya pelaku usaha besar.

Inovasi QRIS yang Dikembangkan di Tahun 2026

1. QRIS Tap

QRIS Tap adalah inovasi terbaru yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi dengan cara mengetuk (tap) perangkat mereka ke terminal pembayaran. Ini lebih cepat dan praktis, terutama untuk transaksi bernilai kecil seperti belanja harian atau pembayaran transportasi.

Baca Juga:  Kesenjangan Saldo Tabungan 2026 Menunjukkan Penurunan Dana Pekerja dan Lonjakan Nasabah

2. Fitur Tap In dan Tap Out

Pengembangan QRIS Tap tidak berhenti di situ. BI juga menambahkan fitur tap in dan tap out yang bisa digunakan untuk kebutuhan seperti pembayaran transport umum. Pengguna cukup mengetuk kartu atau saat masuk dan keluar dari moda transportasi, dan sistem akan menghitung tarif secara .

Target dan Rencana Ke Depan BI

Bank Indonesia punya visi besar untuk QRIS ke depan. Selain target volume transaksi dan jumlah merchant, BI juga ingin QRIS bisa digunakan secara internasional. Targetnya, QRIS bisa digunakan di delapan negara mitra pada tahun ini. Ini akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau .

BI juga akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk penyelenggara jasa pembayaran, merchant, dan pemerintah daerah. Tujuannya agar QRIS tidak hanya digunakan sebagai alat pembayaran, tapi juga bisa menjadi bagian dari ekosistem digital yang lebih luas.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari informasi Bank Indonesia per Januari 2026. Angka dan target bisa berubah seiring perkembangan kebijakan dan kondisi ekonomi. Pembaca disarankan untuk selalu merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.

QRIS terus berkembang dan menjadi bagian penting dari transformasi digital di Indonesia. Dengan pertumbuhan yang stabil dan dukungan kebijakan yang tepat, QRIS berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam ekosistem nasional.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.