Kinerja premi asuransi marine cargo tercatat tertekan di awal tahun 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, premi yang terkumpul pada Januari lalu mencapai Rp 1,33 triliun. Angka ini turun 11,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini menjadi catatan penting mengingat marine cargo merupakan salah satu segmen penting dalam industri asuransi umum dan reasuransi. Kontribusinya terhadap total premi hanya sebesar 7,23% dari total Rp 18,42 triliun yang tercatat sepanjang Januari 2026.
Penyebab Tekanan pada Premi Marine Cargo
-
Gejolak Geopolitik Global
Ketegangan di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan blok AS-Israel, berdampak langsung pada stabilitas perdagangan internasional. Rute pengiriman barang lintas negara menjadi tidak menentu, sehingga menurunkan volume ekspor-impor.
-
Gangguan Rantai Pasok
Sektor logistik dan transportasi maritim terganggu akibat ketidakpastian keamanan di jalur perdagangan strategis. Hal ini membuat perusahaan pengirim lebih berhati-hati dalam mengambil risiko, termasuk dalam penggunaan asuransi marine cargo.
-
Kenaikan Biaya Operasional
Volatilitas harga energi dan biaya pengamanan kapal meningkatkan beban operasional pelaku industri. Kondisi ini mendorong penyesuaian premi asuransi, baik secara langsung maupun melalui reasuransi.
Dampak Lain pada Industri Asuransi
OJK juga mencatat bahwa tekanan terhadap premi marine cargo bukan berdiri sendiri. Beberapa lini asuransi lainnya juga mulai merasakan dampaknya.
- Asuransi Properti: Risiko investasi properti internasional meningkat karena ketidakstabilan ekonomi global.
- Asuransi Energi On Shore: Eksposur terhadap fluktuasi harga energi dan potensi gangguan pasok membuat klaim asuransi cenderung naik.
- Asuransi Kendaraan & Transportasi Darat: Walaupun tidak langsung terkena dampak geopolitik maritim, kenaikan biaya logistik berimbas pada pengeluaran operasional perusahaan transportasi.
Strategi Industri dalam Menghadapi Tekanan Premi
-
Penguatan Underwriting
Perusahaan asuransi mulai mengadopsi pendekatan lebih ketat dalam menilai risiko. Proses underwriting yang lebih selektif membantu meminimalkan potensi klaim besar.
-
Penyesuaian Tarif Premi
Meski dilakukan secara bertahap, banyak perusahaan menyesuaikan tarif premi sesuai dengan tingkat risiko terkini. Ini mencakup penyesuaian terhadap wilayah atau rute pengiriman yang dianggap rawan.
-
Pengelolaan Risiko yang Lebih Prudent
Dengan meningkatnya eksposur risiko global, perusahaan asuransi mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan. Ini termasuk diversifikasi portofolio risiko dan kolaborasi lebih erat dengan reasuradur.
Tren Premi Asuransi Marine Cargo dalam Tiga Tahun Terakhir
| Tahun | Premi Marine Cargo (Rp Triliun) | Pertumbuhan YoY (%) |
|---|---|---|
| 2024 | 1,62 | 8,70% |
| 2025 | 1,51 | -6,79% |
| 2026 | 1,33 | -11,91% |
Catatan: Data bersifat estimasi berdasarkan laporan OJK dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Apa Artinya untuk Pelaku Industri?
Bagi perusahaan yang bergantung pada ekspor dan impor, penurunan premi marine cargo bisa menjadi sinyal untuk meninjau ulang strategi pengiriman dan perlindungan asuransi. Sementara bagi perusahaan asuransi, ini adalah tantangan untuk tetap kompetitif tanpa mengorbankan prinsip manajemen risiko.
Kesimpulan
Penurunan premi marine cargo di awal 2026 mencerminkan situasi global yang penuh ketidakpastian. Gejolak geopolitik, gangguan rantai pasok, dan kenaikan biaya operasional menjadi pendorong utama tekanan ini. Namun, industri tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis mulai dari penguatan underwriting hingga penyesuaian premi dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan bisnis.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan situasi global dan kebijakan regulator.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




