JAKARTA – Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia Perry Barman Slangor menilai pertumbuhan pembiayaan buy now pay later (BNPL) masih sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap opsi pembayaran fleksibel pada Jumat, 13 Februari 2026. Pertumbuhan ini didorong berkembangnya layanan keuangan digital di Tanah Air.
“Pertumbuhan BNPL sejalan dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap opsi pembayaran yang lebih beragam, baik untuk konsumsi maupun aktivitas produktif, serta didukung oleh meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital,” ujar Perry Barman Slangor. Ia menambahkan, di tengah pertumbuhan tersebut, perusahaan tetap mencermati kondisi daya beli masyarakat dan perkembangan regulasi yang berlaku.
Pengelolaan risiko menjadi perhatian utama agar pertumbuhan pembiayaan tetap berada dalam koridor yang sehat. “Perusahaan tetap mencermati kondisi daya beli dan perkembangan regulasi dengan menjaga pengelolaan risiko serta menjalankan bisnis secara sehat dan berkelanjutan,” jelas Perry.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan mencapai Rp 11,24 triliun per November 2025 atau tumbuh 68,61% secara tahunan. Sementara itu, tingkat non performing financing (NPF) gross BNPL tercatat sebesar 2,78% per November 2025, membaik dibandingkan posisi Oktober 2025 yang sebesar 2,79%.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.




