Beranda » Ekonomi Bisnis » Bisnis Emas Pegadaian Melesat, Kelolaan Capai 141 Ton di Tengah Lonjakan Minat Investasi 2026

Bisnis Emas Pegadaian Melesat, Kelolaan Capai 141 Ton di Tengah Lonjakan Minat Investasi 2026

Bisnis emas di Indonesia terus menunjukkan performa menggiurkan, terutama yang digarap oleh PT . Hingga kuartal akhir 2025, total kelolaan emas perusahaan ini mencapai 141 ton. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang solid dari berbagai segmen , termasuk , perdagangan fisik, hingga layanan .

Peningkatan tersebut tidak lepas dari strategi digitalisasi yang agresif. Pegadaian memanfaatkan teknologi untuk mempermudah masyarakat berinvestasi emas, bahkan dengan nominal kecil. , Direktur Utama Pegadaian, menyebut bahwa minat masyarakat terhadap emas sebagai dan lindung nilai semakin tinggi, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Perkembangan Bisnis Emas di Pegadaian

1. Tabungan Emas Jadi Andalan Utama

Tabungan emas menjadi salah satu produk unggulan Pegadaian. Hingga akhir 2025, produk ini telah mengelola emas sebanyak 19,2 ton. Jumlah nasabah yang tercatat mencapai sekitar 5,6 juta orang. Ini menunjukkan bahwa emas semakin populer sebagai pilihan investasi jangka panjang.

Produk ini memungkinkan masyarakat menabung emas mulai dari Rp 10.000. Aksesibilitas yang tinggi dan kemudahan penggunaan membuatnya diminati berbagai kalangan, dari pemula hingga investor berpengalaman.

2. Aplikasi Tring Dorong Transaksi Digital

Pegadaian menjadi salah satu pendorong utama transaksi emas secara digital. Hingga akhir 2025, aplikasi ini memiliki sekitar 4,8 juta pengguna aktif. Total transaksi yang dilakukan melalui platform ini mencapai 21,2 juta kali.

Volume emas yang terjual melalui Tring mencapai 4,8 ton, atau sekitar 50% dari total penjualan emas Pegadaian. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya memperluas jangkauan, tapi juga mempercepat pertumbuhan bisnis emas.

3. Galeri 24 Tingkatkan Produksi Emas

Anak usaha Pegadaian, Galeri 24, juga turut berkontribusi besar. Pada tahun 2025, perusahaan ini berhasil meningkatkan produksi emas hingga 10,2 ton. Galeri 24 juga memiliki kapasitas pemurnian (refinery) hingga 1 ton per tahun.

Baca Juga:  Tren gadai emas melonjak 15 persen pasca Lebaran 2026 menurut catatan resmi Budi Gadai

Produksi ini mendukung pasokan emas fisik yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Dengan adanya unit refinery sendiri, Pegadaian bisa mengontrol kualitas dan efisiensi distribusi emas lebih baik.

Kinerja Keuangan dan Aset Pegadaian

1. Pertumbuhan Aset dan Pembiayaan

Di tahun 2025, total aset Pegadaian mencapai Rp 152 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat, seiring dengan meningkatnya aktivitas bisnis. Outstanding pembiayaan perusahaan juga melonjak hingga Rp 126 triliun, naik sekitar 40% dibanding tahun sebelumnya.

Tingginya permintaan layanan pembiayaan, terutama yang dijamin dengan emas, menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan ini. Masyarakat semakin percaya pada sistem gadai yang aman dan transparan.

2. Laba Bersih Naik Lebih dari 42%

Dari sisi profitabilitas, Pegadaian mencatatkan laba bersih sebesar Rp 8,35 triliun di tahun 2025. Angka ini naik lebih dari 42% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan laba ini tidak hanya didorong oleh bisnis emas, tapi juga dari peningkatan jumlah nasabah yang kini telah mencapai 31 juta orang.

3. Kualitas Aset Tetap Terjaga

Meski pertumbuhan bisnis sangat cepat, Pegadaian tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) hanya sekitar 0,%. Angka ini jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan regulator.

Damar menyebut bahwa kualitas pembiayaan sangat aman. Ini menunjukkan bahwa sistem manajemen risiko Pegadaian bekerja dengan baik, meski volume transaksi terus meningkat.

Rencana Pengembangan Ekosistem Emas

1. Bullion Bank dan Asosiasi Pasar Emas

Ke depan, Pegadaian berencana mengembangkan ekosistem bank di Indonesia. Salah satu langkah strategis adalah membentuk asosiasi pasar bullion nasional bernama Indonesia Bullion Market Association (IBMA). Asosiasi ini ditargetkan resmi diluncurkan pada pertengahan 2026.

Baca Juga:  Bank Jago Raup 18,2 Juta Nasabah di 2025, Ini Rincian Pertumbuhannya

Dengan adanya IBMA, diharapkan regulasi dan standar pasar emas bisa lebih terjaga. Ini juga akan memperkuat posisi Indonesia di pasar emas global.

2. Sinergi dengan Pelaku Industri Lain

Selain itu, Pegadaian juga menjalin kerja sama dengan berbagai pelaku industri emas lainnya. Tujuannya untuk menciptakan ekosistem yang lebih terintegrasi dan efisien. Dari produksi, distribusi, hingga konsumsi emas, semuanya bisa berjalan lebih optimal.

Perbandingan Kinerja Bisnis Emas Pegadaian (2023–2025)

Tahun Total Emas Kelolaan Tabungan Emas (ton) Nasabah Tabungan Emas Laba Bersih
2023 110 ton 12,5 ton 3,8 juta Rp 5,8 triliun
2024 129 ton 16,7 ton 4,9 juta Rp 5,9 triliun
2025 141 ton 19,2 ton 5,6 juta Rp 8,35 triliun

Prospek Bisnis Emas ke Depan

Melihat tren pertumbuhan yang konsisten, bisnis emas Pegadaian diprediksi akan terus melesat. Apalagi dengan rencana pengembangan ekosistem bullion bank dan digitalisasi yang semakin matang.

Investasi emas juga semakin diminati masyarakat sebagai instrumen lindung nilai. Terlebih di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar rupiah. Emas tetap menjadi pilihan aman dan menguntungkan.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbuka dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bisnis dan kondisi makro ekonomi. Angka dan informasi yang digunakan merupakan hasil dari laporan resmi Pegadaian per Desember 2025.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at Desa Karangbendo

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.