Beranda » Ekonomi Bisnis » Penyaluran Kredit Berkelanjutan BCA Naik 12,5 Persen Sepanjang Tahun Fiskal 2026 Ini

Penyaluran Kredit Berkelanjutan BCA Naik 12,5 Persen Sepanjang Tahun Fiskal 2026 Ini

Central Asia (BCA) semakin memantapkan langkah dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional . Komitmen ini tercermin dari pertumbuhan signifikan pada portofolio pembiayaan berkelanjutan yang mencapai angka dua digit sepanjang tahun 2025.

Langkah strategis tersebut tidak hanya berfokus pada profitabilitas semata, tetapi juga menyasar dampak positif bagi lingkungan dan sosial. Melalui berbagai inisiatif, perbankan ini berupaya menyeimbangkan pertumbuhan dengan tanggung jawab terhadap bumi.

Kinerja Pembiayaan Berkelanjutan BCA

Sepanjang tahun 2025, BCA mencatatkan pertumbuhan kredit pada sektor berkelanjutan sebesar 11,7% secara tahunan atau year on year. Total nilai pembiayaan di sektor ini menyentuh angka Rp 255 triliun, yang mencakup sekitar 25,8% dari keseluruhan portofolio kredit perusahaan.

Lonjakan ini didorong oleh diversifikasi sektor yang dibiayai, terutama pada bidang energi bersih dan transportasi ramah lingkungan. Berikut adalah rincian pertumbuhan pada sektor-sektor utama:

  1. Pembiayaan energi terbarukan (EBT) yang melonjak hingga dua kali lipat menjadi Rp 6,2 triliun.
  2. Kredit listrik yang mencatatkan kenaikan sebesar 53% dengan total nilai mencapai Rp ,6 triliun.

Selain fokus pada sektor energi, BCA juga memperkuat inklusi keuangan melalui dukungan terhadap pelaku usaha perempuan. Program Kredit Multiguna Usaha Kartini menjadi instrumen utama dalam memberikan akses permodalan yang lebih terjangkau.

Berikut adalah ringkasan dampak inklusi keuangan melalui program tersebut:

Baca Juga:  Pengguna Krom Bank yang Aktif Tembus 45%, Ini Strategi di Baliknya
Indikator Capaian Per Desember 2025
Jumlah Debitur Perempuan Lebih dari 43.000
Efektif Mulai dari 3,21% per tahun
Fokus Utama Dukungan modal usaha perempuan

Inisiatif Lingkungan dan Efisiensi Operasional

Selain menyalurkan kredit, BCA secara konsisten menekan jejak karbon melalui efisiensi operasional di seluruh jaringan kantor. Pengelolaan limbah operasional telah mencapai angka 657 ton, sebagai bagian dari upaya mitigasi dampak lingkungan.

Program digitalisasi dan pengembangan gedung ramah lingkungan juga menjadi pilar penting dalam strategi ini. Potensi penurunan emisi operasional dari berbagai inisiatif tersebut diperkirakan mencapai 5.575 ton CO2 ekuivalen.

Untuk memperkuat komitmen tersebut, BCA turut berpartisipasi dalam kampanye global Earth Hour 2026. Kegiatan ini melibatkan pemadaman lampu dan peralatan elektronik non-esensial di seluruh gedung operasional serta kantor cabang di Indonesia pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

Penting untuk dicatat bahwa partisipasi dalam Earth Hour tidak mengganggu kenyamanan nasabah. Layanan perbankan, termasuk jaringan ATM, tetap beroperasi normal selama periode tersebut.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa langkah ini merupakan perwujudan nyata dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Aksi tersebut juga menjadi cerminan dari upaya efisiensi energi yang dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun.

Hasil dari efisiensi energi ini terlihat dari intensitas penggunaan listrik di BCA yang terus menurun. Pada tahun 2025, tercatat intensitas penggunaan energi listrik berada di angka 131 kWh/m2.

Baca Juga:  BNI Hadirkan Promo Cashback Sampai Rp 29 Juta Saat Beli Sukuk Ritel SR024 Lewat Wondr

BCA berharap inisiatif ini mampu menginspirasi berbagai pihak untuk terlibat aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Keterlibatan individu, komunitas, dan nasabah dinilai sangat krusial dalam menciptakan perubahan menuju dunia yang lebih berkelanjutan.

Disclaimer: Data kinerja keuangan dan statistik yang tercantum dalam artikel ini merujuk pada laporan tahun 2025 dan dapat mengalami perubahan sesuai dengan kebijakan perusahaan serta kondisi pasar di masa mendatang. Keputusan investasi atau penggunaan layanan perbankan harus didasarkan pada analisis mandiri dan informasi terkini dari pihak bank.

Bintang Fatih Wibawa
Reporter at Desa Karangbendo

Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.