Beranda » Ekonomi Bisnis » Agenda RUPS BTPN Syariah 16 April 2026 Fokus Bahas Pembagian Dividen dan Jajaran Direksi

Agenda RUPS BTPN Syariah 16 April 2026 Fokus Bahas Pembagian Dividen dan Jajaran Direksi

PT Bank BTPN Tbk () dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Tahunan () pada 16 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi para pemegang saham untuk menentukan arah kebijakan strategis perusahaan sepanjang tahun berjalan.

Agenda utama rapat mencakup pembahasan mendalam mengenai penggunaan laba bersih tahun buku 2025 serta perombakan struktur pengurus perusahaan. Pertemuan ini akan berlangsung secara fisik di Menara SMBC, Jakarta, sekaligus memfasilitasi partisipasi elektronik melalui sistem eASY.KSEI bagi yang tidak hadir secara langsung.

Agenda Strategis RUPS BTPN Syariah

RUPS tahun ini membawa sejumlah agenda krusial yang akan menentukan langkah operasional dan finansial bank ke depan. Fokus utama terletak pada evaluasi tahun 2025 yang telah mendapatkan opini wajar tanpa modifikasian dari KAP Siddharta Widjaja & Rekan.

Selain , terdapat beberapa poin penting yang akan dimintakan persetujuan kepada para pemegang saham. Berikut adalah rincian agenda utama dalam RUPS tersebut:

  1. Persetujuan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025.
  2. Pemberian pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada direksi dan dewan komisaris.
  3. Penetapan penggunaan laba bersih tahun 2025, termasuk potensi pembagian dividen.
  4. Penetapan remunerasi bagi direksi, dewan komisaris, dan dewan pengawas syariah untuk tahun 2026.
  5. Penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
  6. Penyampaian laporan pengkinian rencana pemulihan (recovery plan) tahun 2025.

Transisi kepemimpinan menjadi salah satu sorotan utama dalam agenda rapat kali ini. Perusahaan melakukan langkah penyegaran pada jajaran komisaris untuk memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan yang lebih solid.

Baca Juga:  MUF Catatkan Lonjakan Pembiayaan Kendaraan Listrik Hingga 99 Persen di 2025

Perubahan Struktur Pengurus dan Komisaris

Perubahan komposisi pengurus menjadi agenda yang cukup menyita dalam RUPS kali ini. Manajemen mengusulkan beberapa nama baru serta pengangkatan kembali pejabat lama untuk menjaga kesinambungan visi perusahaan di masa depan.

Berikut adalah rincian usulan perubahan dan pengangkatan kembali jajaran pengurus:

1. Jajaran Direksi

  • Hadi Wibowo: Diusulkan sebagai Direktur Utama.
  • Arief Ismail: Diusulkan sebagai Direktur Kepatuhan.
  • Dwiyono Bayu Winantio: Diusulkan sebagai Direktur.
  • Fachmy Achmad: Diusulkan sebagai Direktur.
  • Dewi Nuzulianti: Diusulkan sebagai Direktur.

2. Dewan Pengawas Syariah

  • Ikhwan Abidin: Diusulkan sebagai Ketua Dewan Pengawas Syariah.
  • Muhamad Faiz: Diusulkan sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah.
  • Cecep Maskanul Hakim: Diusulkan sebagai Anggota Dewan Pengawas Syariah.

3. Dewan Komisaris

  • Mulya Effendi Siregar: Diusulkan sebagai Komisaris Utama menggantikan Kemal Azis Stamboel.
  • Sendiaty Sondy: Diusulkan sebagai Komisaris baru.
  • Kemal Dewie Peltawati: Diusulkan kembali sebagai Komisaris Independen.
  • Ongki Wanandjati: Diusulkan kembali sebagai Komisaris.

Ringkasan Perubahan Pengurus

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai dinamika perubahan di jajaran komisaris, berikut adalah tabel perbandingan posisi yang diusulkan:

Nama Pejabat Posisi Lama Posisi Baru (Usulan)
Kemal Azis Stamboel Komisaris Utama Berakhir Masa Jabatan
Mulya Effendi Siregar Komisaris Utama
Sendiaty Sondy Komisaris
Kemal Dewie Peltawati Komisaris Independen Komisaris Independen
Ongki Wanandjati Komisaris Komisaris

Data di atas menunjukkan adanya upaya peremajaan dan penyesuaian strategi pengawasan melalui penunjukan figur baru. Langkah ini diharapkan mampu membawa perspektif segar dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis di syariah.

Baca Juga:  Pertumbuhan Penyaluran Kredit Baru Melambat pada Kuartal 1 2026 Karena Bank Lebih Teliti

Partisipasi aktif pemegang saham sangat diharapkan dalam RUPS ini demi memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance. Kehadiran investor, baik secara fisik maupun melalui sistem daring, akan menjadi penentu sahnya keputusan-keputusan strategis yang telah dirancang manajemen.

Segala keputusan yang diambil dalam rapat tersebut nantinya akan menjadi landasan operasional bagi dalam menjalankan bisnis sepanjang tahun 2026. Fokus pada penguatan modal dan efisiensi operasional diprediksi tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Disclaimer: Informasi mengenai agenda dan susunan pengurus di atas merujuk pada keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan. Keputusan akhir sepenuhnya bergantung pada hasil RUPS yang akan diselenggarakan pada 16 April 2026. Data dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika rapat dan ketentuan regulator yang berlaku.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.