Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan sinyal optimisme yang kuat pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026. Momentum ini muncul setelah indeks mencatatkan penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302,12 pada sesi sebelumnya.
Kenaikan tersebut menjadi pembuka yang manis bagi pasar modal domestik pasca libur panjang Hari Raya Lebaran. Investor asing pun merespons positif dengan mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 103,12 miliar di seluruh pasar.
Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Secara teknikal, IHSG memperlihatkan pola pembalikan arah yang cukup menjanjikan setelah berhasil rebound dari fase wave C. Terbentuknya pola long white closing marubozu candle menjadi indikator bahwa tekanan beli sedang mendominasi pasar saat ini.
Dukungan dari indikator Stochastics K_D dan RSI yang berada di zona positif semakin memperkuat potensi penguatan indeks. Peningkatan volume perdagangan juga menjadi sinyal bahwa partisipasi pelaku pasar sedang berada dalam tren yang sehat.
Berikut adalah rincian level teknikal IHSG untuk sesi perdagangan hari ini:
| Indikator | Level Harga |
|---|---|
| Resistance 2 | 7.590 |
| Resistance 1 | 7.482 |
| Support 1 | 7.222 |
| Support 2 | 7.117 |
Jika IHSG mampu mempertahankan momentum, penguatan lanjutan menuju level resistance di atas sangat terbuka lebar. Sebaliknya, pelaku pasar perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi jika indeks gagal menembus batas atas tersebut.
Faktor Pendorong Pasar
Sentimen global menjadi salah satu katalis utama yang memengaruhi pergerakan bursa saham domestik saat ini. Harapan akan de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan angin segar bagi investor di seluruh dunia.
Laporan mengenai rencana 15 poin dari pihak Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Timur Tengah meningkatkan optimisme akan gencatan senjata. Harapan perdamaian ini secara langsung meredam kekhawatiran pasar terhadap gangguan rantai pasok energi global.
Selain sentimen geopolitik, kondisi ekonomi domestik juga memberikan fondasi yang cukup kokoh bagi pasar modal. Berikut adalah beberapa faktor pendukung dari dalam negeri:
- Proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang diperkirakan berada di kisaran 5,5% hingga 5,7%.
- Tingginya konsumsi masyarakat selama periode Ramadhan dan Lebaran yang menjadi motor penggerak ekonomi.
- Stabilitas subsidi energi yang dijaga ketat oleh Pemerintah untuk meminimalisir dampak inflasi global.
Kombinasi antara meredanya ketegangan geopolitik dan kuatnya konsumsi domestik menciptakan iklim investasi yang lebih stabil. Hal ini memungkinkan pelaku pasar untuk kembali melirik aset berisiko dengan fundamental yang lebih terukur.
Rekomendasi Saham Sektor Tambang
Dalam kondisi pasar yang sedang rebound, pemilihan emiten dengan fundamental solid dan valuasi menarik menjadi kunci utama. Fokus pada saham yang menunjukkan arah pembalikan tren dapat memberikan peluang keuntungan yang lebih optimal bagi portofolio.
Mirae Asset Sekuritas menyoroti tiga emiten sektor tambang yang memiliki potensi teknikal menarik untuk dicermati hari ini. Berikut adalah daftar rekomendasi saham tersebut:
1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
Saham ini menunjukkan sinyal rebound yang cukup kuat dan masuk dalam kategori marginable stock. Strategi yang disarankan adalah melakukan aksi beli pada area entry yang telah ditentukan.
- Entry Level: 695 – 775
- Target Harga 1: 810 (+9,46%)
- Target Harga 2: 935 (+26,01%)
- Target Harga 3: 1.105 (+49,32%)
- Support: 695 & 655
2. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Sebagai kontraktor tambang, DEWA menarik perhatian dengan pola pergerakan yang mulai menunjukkan akumulasi beli. Investor dapat memperhatikan area entry untuk mengantisipasi kelanjutan tren positif.
- Entry Level: 428 – 468
- Target Harga 1: 478 (+3,91%)
- Target Harga 2: 560 (+21,74%)
- Target Harga 3: 675 (+46,74%)
- Support: 428 & 372
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Emiten penghasil tembaga dan emas ini sedang berada dalam fase uptrend yang solid. Penambahan posisi atau aksi add disarankan bagi investor yang ingin mengikuti momentum penguatan harga.
- Entry Level: 2.970 – 3.270
- Target Harga 1: 3.300 (+3,45%)
- Target Harga 2: 3.430 (+7,52%)
- Target Harga 3: 4.310 (+35,11%)
- Support: 2.970 & 2.610
Penting untuk diingat bahwa seluruh rekomendasi di atas bersifat informatif dan didasarkan pada analisis teknikal semata. Keputusan untuk melakukan transaksi jual atau beli saham sepenuhnya berada di tangan investor dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing.
Manajemen risiko yang disiplin, seperti penggunaan stop loss, tetap menjadi kewajiban dalam setiap aktivitas perdagangan saham. Perlu dipahami bahwa data pasar dan kondisi ekonomi dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan perkembangan situasi global maupun domestik.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.



