PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali membuka peluang investasi menarik melalui penawaran obligasi dan sukuk orange tahap baru. Instrumen investasi ini menawarkan imbal hasil hingga 6% per tahun, menjadikannya pilihan menarik di tengah dinamika pasar keuangan saat ini. Penawaran ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam mendukung inklusi keuangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan Mekaar dan Mekaar Syariah.
Obligasi dan sukuk orange ini dirancang untuk memberikan keuntungan tetap sekaligus berdampak sosial. Dengan total target penerbitan obligasi sebesar Rp 6 triliun dan sukuk sebesar Rp 10 triliun, PNM terus memperluas jangkauan dana yang dikumpulkan untuk mendukung program pembiayaan usaha mikro. Tahap terbaru kali ini menawarkan tiga seri obligasi dan sukuk dengan tenor yang bervariasi, mulai dari 370 hari hingga tiga tahun.
Rincian Penawaran Obligasi dan Sukuk Orange Tahap III dan IV
Penawaran obligasi dan sukuk orange tahap baru ini mencakup dua instrumen utama, yaitu Obligasi Berwawasan Sosial Orange I Tahap III dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange I Tahap IV. Masing-masing memiliki nilai nominal dan imbal hasil yang berbeda, menyesuaikan dengan tenor dan risiko yang diinginkan investor.
1. Obligasi Berwawasan Sosial Orange I Tahap III Tahun 2026
Penawaran obligasi ini memiliki total nilai pokok mencapai Rp 1,01 triliun. Terdiri dari tiga seri dengan ketentuan sebagai berikut:
- Seri A: Nilai pokok Rp 709,505 miliar, tenor 370 hari, bunga tetap 5,15% per tahun
- Seri B: Nilai pokok Rp 25 miliar, tenor dua tahun, bunga 5,7% per tahun
- Seri C: Nilai pokok Rp 279,06 miliar, tenor tiga tahun, bunga tetap 6% per tahun
2. Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange I Tahap IV Tahun 2026
Sementara itu, sukuk yang ditawarkan memiliki total nilai pokok sebesar Rp 721,42 miliar dengan rincian sebagai berikut:
- Seri A: Nilai pokok Rp 540,605 miliar, tenor 370 hari, imbal hasil 5,15% per tahun
- Seri B: Nilai pokok Rp 25,7 miliar, tenor dua tahun, imbal hasil 5,7% per tahun
- Seri C: Nilai pokok Rp 155,12 miliar, tenor tiga tahun, imbal hasil 6% per tahun
Peringkat dan Penjamin Emisi
Kedua instrumen investasi ini telah memperoleh peringkat idAAA dan idAAA(sy) dari lembaga pemeringkat Pefindo, menunjukkan bahwa obligasi dan sukuk ini memiliki kualitas tinggi dan risiko kredit yang sangat rendah. Penjamin emisi yang terlibat dalam penawaran ini antara lain:
- PT Bahana Sekuritas
- PT BRI Danareksa Sekuritas
- PT Indo Premier Sekuritas
- PT Mandiri Sekuritas
- PT Trimegah Sekuritas Indonesia
Jadwal Penawaran dan Pelaksanaan
Penawaran obligasi dan sukuk ini memiliki jadwal pelaksanaan yang sudah ditentukan dengan rinci agar investor dapat mempersiapkan diri dengan baik. Berikut adalah jadwal lengkapnya:
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Tanggal Efektif | 26 Juni 2025 |
| Masa Penawaran Umum | 31 Maret – 6 April 2026 |
| Tanggal Penjatahan | 7 April 2026 |
| Tanggal Distribusi Secara Elektronik (Tanggal Emisi) | 9 April 2026 |
| Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan | 9 April 2026 |
| Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia | 10 April 2026 |
Penggunaan Dana dan Dampak Sosial
Dana yang terkumpul dari penjualan obligasi dan sukuk ini akan digunakan untuk mendanai kegiatan operasional PNM, khususnya dalam penyaluran pembiayaan Mekaar dan Mekaar Syariah. Program Mekaar merupakan salah satu upaya PNM dalam memberikan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Melalui instrumen ini, investor tidak hanya mendapatkan imbal hasil yang menarik, tetapi juga turut serta dalam mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Obligasi dan sukuk orange ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana investasi bisa berdampak positif secara sosial.
Pertimbangan Investasi
Bagi calon investor, beberapa hal penting perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli obligasi atau sukuk ini. Pertama, memahami tenor dan imbal hasil yang ditawarkan agar sesuai dengan tujuan investasi. Kedua, memastikan bahwa instrumen ini sejalan dengan profil risiko dan preferensi syariah (jika memilih sukuk).
Investasi pada obligasi dan sukuk PNM ini cocok untuk investor yang mencari instrumen berimbang antara keamanan dan imbal hasil tetap. Dengan peringkat tinggi dan dukungan penjamin emisi ternama, risiko gagal bayar sangat kecil. Namun, seperti semua investasi, pengambilan keputusan tetap harus didasari oleh analisis yang matang dan pertimbangan kondisi pasar secara keseluruhan.
Kesimpulan
Penawaran obligasi dan sukuk orange tahap baru dari PNM memberikan alternatif investasi yang menarik di tahun 2026. Dengan imbal hasil hingga 6% dan tenor fleksibel, instrumen ini layak untuk dipertimbangkan oleh investor yang ingin memperoleh pengembalian stabil sekaligus berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat. Jadwal penawaran yang telah ditetapkan memberi waktu yang cukup bagi investor untuk mempersiapkan diri.
Namun, informasi yang disajikan bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Disarankan untuk selalu mengikuti pengumuman resmi dari PNM atau penjamin emisi terkait perkembangan lebih lanjut sebelum melakukan investasi.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.




