Beranda » Ekonomi Bisnis » LinkAja Catat Lonjakan Transaksi QRIS Menjelang Lebaran 2026

LinkAja Catat Lonjakan Transaksi QRIS Menjelang Lebaran 2026

Peningkatan transaksi menjelang memang sudah menjadi fenomena tahunan. Tapi kali ini, mencatat tren yang cukup menarik terkait penggunaan QRIS. Sebagai salah satu platform dompet digital terkemuka di Tanah Air, LinkAja melihat lonjakan yang mencapai sekitar 6% secara bulanan menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.

Lonjakan ini tidak datang begitu saja. Peningkatan aktivitas belanja dan mobilitas masyarakat, terutama di merchant ritel serta pelaku UMKM, menjadi salah satu faktor utamanya. Ditambah lagi, kebutuhan harian masyarakat menjelang Lebaran yang semakin tinggi membuat QRIS jadi pilihan dan efisien.

Tren QRIS LinkAja Menjelang Lebaran 2026

Chief Executive Officer LinkAja, Yogi Rizkian Bahar, menyebut bahwa tren ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap QRIS sebagai alat transaksi utama. Apalagi, saat periode dengan intensitas transaksi tinggi seperti Ramadan dan Lebaran, pertumbuhan transaksi bisa melonjak hingga 20% dibandingkan bulan biasa.

1. Pertumbuhan Transaksi QRIS Bulanan

LinkAja mencatat pertumbuhan transaksi QRIS sebesar 6% secara bulanan menjelang Lebaran. Lonjakan ini terjadi seiring dengan meningkatnya aktivitas belanja masyarakat, terutama di sektor ritel dan UMKM.

2. Kontribusi Merchant dalam Peningkatan Transaksi

Merchant menjadi kontributor terbesar dalam pertumbuhan transaksi QRIS LinkAja. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa menjelang Lebaran, yang membuat transaksi di merchant semakin tinggi.

3. Proyeksi Pertumbuhan Selama Lebaran

Selama periode Ramadan dan Lebaran, LinkAja memproyeksikan pertumbuhan transaksi QRIS bisa mencapai 20%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan biasa, menunjukkan bahwa momen keuangan tahunan ini memang menjadi akselerator pertumbuhan.

Performa QRIS LinkAja Sepanjang 2025

Tren positif ini bukan hanya terjadi menjelang Lebaran. Sepanjang 2025, LinkAja mencatatkan pertumbuhan yang solid baik dari sisi jumlah maupun volume transaksi.

Baca Juga:  Realisasi Kredit Pemulihan Produksi BRI Tembus Rp 2,3 Triliun pada Februari 2026

1. Volume Transaksi QRIS Naik 20% YoY

Volume transaksi QRIS LinkAja tumbuh 20% secara tahunan (Year on Year) sepanjang 2025. Ini menunjukkan bahwa QRIS semakin banyak digunakan dalam transaksi sehari-hari.

2. Jumlah Pengguna QRIS Meningkat 40% YoY

Selain volume transaksi, jumlah pengguna QRIS juga naik tajam, mencapai 40% secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa QRIS semakin populer dan diterima di kalangan masyarakat.

Strategi LinkAja untuk Dorong Transaksi QRIS

Untuk mempertahankan momentum positif ini, LinkAja tidak hanya mengandalkan tren musiman. Strategi jangka panjang pun terus dikembangkan agar layanan QRIS tetap relevan di kehidupan sehari-hari.

1. Penguatan Utilitas di Titik Transaksi Esensial

LinkAja fokus memperkuat kehadiran di titik-titik transaksi esensial seperti UMKM, transportasi, telekomunikasi, pengisian , dan layanan publik. Ini membuat QRIS lebih mudah diakses dan digunakan dalam berbagai kebutuhan sehari-hari.

2. Program Khusus Ramadan dan Lebaran

LinkAja juga menghadirkan program khusus Ramadan dan Lebaran, yaitu Buka Berkah Ramadan melalui LinkAja dan LinkAja Syariah. Program ini bekerja sama dengan sejumlah lembaga zakat seperti BAZNAS, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, dan LAZISNU.

3. Kolaborasi dengan Lembaga Keuangan dan Sosial

Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat, tapi juga untuk mendorong penggunaan QRIS dalam transaksi zakat, infaq, dan sedekah. Ini menjadi salah satu cara LinkAja untuk memperluas ekosistem QRIS di tengah masyarakat.

Perbandingan Pertumbuhan QRIS LinkAja: 2024 vs 2025

Untuk melihat seberapa besar perkembangan QRIS LinkAja, berikut adalah perbandingan pertumbuhan antara tahun 2024 dan 2025:

Parameter 2024 2025 Pertumbuhan (%)
Volume Transaksi QRIS 15% YoY 20% YoY +5 poin
Jumlah Pengguna QRIS 30% YoY 40% YoY +10 poin

Data ini menunjukkan bahwa pertumbuhan QRIS LinkAja semakin solid dari tahun ke tahun. Ini membuktikan bahwa QRIS bukan hanya tren sesaat, tapi menjadi bagian dari transformasi yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Strategi 7 Perusahaan Asuransi dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Sepanjang Tahun 2026

Tantangan dan Peluang QRIS di Tahun Ini

Meski pertumbuhan QRIS sangat positif, LinkAja tetap menyadari bahwa momentum Lebaran bukan satu-satunya faktor yang bisa diandalkan. Oleh karena itu, strategi jangka panjang harus tetap dijaga agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.

1. Relevansi Layanan dalam Kehidupan Sehari-hari

LinkAja memandang periode Lebaran sebagai akselerator, bukan sebagai pendorong utama. Pertumbuhan jangka panjang tetap ditopang oleh relevansi layanan dalam kebutuhan sehari-hari pengguna.

2. Edukasi dan Adopsi QRIS di Masyarakat

Salah satu tantangan terbesar adalah edukasi dan peningkatan adopsi QRIS di kalangan masyarakat, terutama di wilayah yang masih belum familiar dengan pembayaran digital.

3. Keamanan dan Kenyamanan Pengguna

Keamanan dan kenyamanan pengguna juga menjadi fokus utama. LinkAja terus meningkatkan sistem keamanan agar pengguna merasa aman saat bertransaksi menggunakan QRIS.

Kesimpulan

QRIS terus menunjukkan tren positif menjelang Lebaran 2026, dan LinkAja menjadi salah satu platform yang memimpin pertumbuhan ini. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang luas, QRIS tidak hanya menjadi alat transaksi praktis, tapi juga bagian dari digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Disclaimer: Data dan angka yang disebutkan dalam artikel ini bersifat perkiraan berdasarkan informasi internal LinkAja dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar dan kebijakan perusahaan.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.