PT Bank Permata Tbk (BNLI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 7 April 2026. Salah satu agenda utama yang dinanti adalah keputusan terkait pembagian dividen tahun buku 2025. Dengan laba bersih mencapai Rp 3,59 triliun, investor pun mulai menganalisis potensi kisi-kisi dividen yang akan dibagikan.
Rapat ini akan digelar secara luring di World Trade Center II, Jakarta, pukul 10.00 WIB. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi pemegang saham yang ingin ikut secara daring melalui fasilitas eASY.KSEI. Agenda lain yang dibahas mencakup pengesahan laporan tahunan dan keuangan 2025, serta penetapan susunan pengurus baru periode 2026–2029.
Potensi Dividen PermataBank Tahun Buku 2025
PermataBank diketahui mempertahankan komitmen terhadap kebijakan dividen yang stabil. Tahun lalu, bank ini membagikan dividen sebesar Rp 1,08 triliun atau setara Rp 30 per saham, dengan rasio pembayaran dividen (DPR) sebesar 30,26%. Angka ini menjadi acuan penting dalam memperkirakan besaran dividen tahun ini.
1. Laba Bersih Naik Tipis, Dividen Diprediksi Stabil
Laba bersih PermataBank pada tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp 3,59 triliun. Meski hanya naik 0,59% dibanding tahun sebelumnya, angka ini cukup memadai untuk menjaga kestabilan dividen. Dengan asumsi DPR tetap di kisaran 30%, potensi pembayaran dividen diperkirakan masih berada di angka Rp 1,08 triliun.
2. Rasio Dividen Dibanding Tahun Lalu
| Tahun | Laba Bersih | Dividen Dibagikan | Rasio Dividen (DPR) |
|---|---|---|---|
| 2024 | Rp 3,57 triliun | Rp 1,08 triliun | 30,26% |
| 2025 | Rp 3,59 triliun | Diprediksi Rp 1,08 triliun | ±30% |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa meski laba bersih naik tipis, kebijakan dividen cenderung konsisten. Ini menunjukkan bahwa bank tidak serta merta menaikkan dividen hanya karena laba naik, tetapi lebih fokus pada keberlanjutan dan kepastian bagi investor.
3. Faktor Pendukung Stabilitas Dividen
Beberapa faktor mendukung kebijakan dividen yang stabil, di antaranya:
- Kinerja keuangan yang konsisten meski di tengah tekanan makro ekonomi.
- Fokus pada bisnis inti perbankan ritel dan korporasi.
- Pengelolaan risiko yang baik, termasuk dalam aset berkualitas.
Penyusunan Pengurus Baru Periode 2026–2029
Selain pembahasan dividen, RUPST juga akan menetapkan susunan pengurus baru untuk periode 2026–2029. Agenda ini mencakup pengangkatan kembali anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta calon direktur baru.
1. Pengangkatan Ulang Anggota Dewan dan Direksi
Rapat akan memutuskan apakah anggota dewan saat ini akan kembali menjabat atau digantikan. Ini menjadi momen penting untuk menilai apakah akan ada perubahan strategi atau arah bisnis bank ke depannya.
2. Penetapan Remunerasi dan Fasilitas Pengurus
Selain susunan kepengurusan, RUPST juga akan menentukan besaran remunerasi serta fasilitas lain yang diberikan kepada jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Ini mencakup tunjangan, asuransi, hingga tunjangan pensiun.
Perbandingan Dividen Bank-Bank BUMN dan Swasta
PermataBank bukan satu-satunya bank yang akan mengumumkan dividen tahun buku 2025. Beberapa bank besar juga tengah mempersiapkan RUPST mereka. Berikut perbandingan potensi dividen beberapa bank:
| Bank | Laba Bersih 2025 | Dividen 2024 | DPR 2024 | Prediksi Dividen 2025 |
|---|---|---|---|---|
| BRI (BBRI) | Rp 28,9 triliun | Rp 7,6 triliun | 26,3% | Diprediksi naik |
| BCA (BBCA) | Rp 21,3 triliun | Rp 6,2 triliun | 29,1% | Tetap atau naik |
| Mandiri (BMRI) | Rp 25,7 triliun | Rp 7,1 triliun | 27,6% | Diprediksi stabil |
| PermataBank (BNLI) | Rp 3,59 triliun | Rp 1,08 triliun | 30,26% | Diprediksi stabil |
Dari data ini, terlihat bahwa meskipun laba bersih PermataBank lebih kecil dibanding bank BUMN besar, kebijakan dividen yang konsisten membuatnya tetap menarik bagi investor yang mencari return yang stabil.
Strategi Jangka Panjang PermataBank
PermataBank terus memperkuat bisnis inti perbankannya, termasuk unit usaha syariah. Namun, bank ini belum berencana melakukan spin off unit usaha syariahnya, seperti yang dilakukan beberapa bank lain.
1. Fokus pada Efisiensi Operasional
Bank terus melakukan efisiensi operasional, termasuk optimalisasi digitalisasi dan pengurangan biaya operasional. Ini penting untuk menjaga profitabilitas di tengah persaingan yang ketat.
2. Pertumbuhan Kredit yang Terjaga
Pertumbuhan kredit PermataBank tetap terjaga di kisaran yang sehat. Ini menunjukkan bahwa bank masih mampu menarik nasabah dan menjaga kualitas portofolio pinjaman.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat prediktif dan berdasarkan pada kondisi terkini. Nilai dividen, laba bersih, serta keputusan RUPST dapat berubah tergantung pada kebijakan dewan komisaris dan direksi serta kondisi makro ekonomi yang berlaku. Pembaca disarankan untuk selalu memantau pengumuman resmi dari emiten terkait.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.




