Beranda » Ekonomi Bisnis » BRI Finance Catat Lonjakan Pembiayaan Mobil Listrik Hingga 33x di Februari 2026

BRI Finance Catat Lonjakan Pembiayaan Mobil Listrik Hingga 33x di Februari 2026

Permintaan pembiayaan listrik di Indonesia mencatatkan lonjakan luar biasa pada 2026. PT BRI Multifinance Indonesia atau BRI Finance mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik hingga 33 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan ini menjadi cerminan dari perubahan pola yang mulai beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Tren ini juga sejalan dengan yang terus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi nasional.

Kinerja BRI Finance yang Menjanjikan

Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa capaian ini tidak terlepas dari strategi perusahaan dalam menyesuaikan diri dengan dinamika pasar. Peningkatan permintaan dipicu oleh semakin banyaknya pilihan kendaraan listrik di pasar serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi.

  • Penyaluran pembiayaan kendaraan listrik Februari 2026 naik 33x lipat dibanding Februari 2025
  • OJK mencatat pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik sebesar 39,1% YoY
  • Total pembiayaan kendaraan listrik nasional mencapai Rp21,05 triliun per Januari 2026

1. Faktor Pendorong Permintaan Kendaraan Listrik

Beberapa faktor mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik di awal 2026. Kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan semakin meningkat. Selain itu, kendaraan listrik dinilai lebih efisien dalam jangka panjang meski harga belinya masih tergolong tinggi.

2. Preferensi Konsumen yang Semakin Diversifikasi

Konsumen saat ini tidak hanya melihat harga. Faktor lain seperti desain, teknologi, hingga jarak tempuh per pengisian daya menjadi pertimbangan penting. Ini membuat produsen dan perusahaan pembiayaan harus terus berinovasi.

3. Dukungan Teknologi dan Infrastruktur

Perkembangan teknologi baterai dan infrastruktur pengisian daya (charging station) juga turut mendorong adopsi kendaraan listrik. Semakin banyaknya stasiun pengisian di kota-kota besar memberikan rasa aman bagi calon pembeli.

Baca Juga:  Saldo tabungan nasabah segmen menengah bawah di Bank Mandiri naik 3 persen di awal 2026

Strategi BRI Finance Menghadapi Tren Baru

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BRI Finance tidak hanya fokus pada penyaluran. Perusahaan juga memperkuat kerja sama dengan dealer dan pelaku industri otomotif lainnya. Hal ini penting agar bisa menyediakan solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

1. Penguatan Mitra Dealer

BRI Finance terus memperluas jaringan kerja sama dengan dealer resmi kendaraan listrik. Tujuannya agar proses pembiayaan lebih dan mudah diakses oleh calon pembeli.

2. Pengembangan Kanal Pemasaran

Selain melalui cabang dan dealer, BRI Finance juga mengembangkan kanal digital. Ini memungkinkan konsumen untuk mengajukan pembiayaan secara online tanpa harus datang ke kantor.

3. Pemantauan Pasar dan Adaptasi Strategi

Perusahaan secara rutin memantau perkembangan pasar dan preferensi konsumen. Dengan begitu, strategi bisnis bisa disesuaikan secara dinamis tanpa kehilangan arah.

Tantangan di Balik Peluang

Meski prospeknya cerah, listrik tidak tanpa tantangan. Dinamika ekonomi global dan fluktuasi harga komponen bisa berdampak pada daya konsumen. Selain itu, infrastruktur pengisian daya masih belum merata di seluruh Indonesia.

Namun, BRI Finance optimis tren ini akan terus berlanjut. Kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan kelestarian lingkungan dinilai akan terus meningkat. Ini menjadi dasar optimisme perusahaan dalam menjalankan bisnis pembiayaan kendaraan listrik ke depan.

Perbandingan Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan Listrik

Tahun Volume Pembiayaan Pertumbuhan Tahunan
2024 Rp1,2 triliun
2025 Rp3,5 triliun 191,7%
2026 Rp21,05 triliun 39,1% (hingga Jan)

Catatan: Februari 2026 menunjukkan lonjakan hingga 33x lipat dibanding Februari 2025.

Komitmen Jangka Panjang

BRI Finance berkomitmen menjalankan bisnis dengan prinsip kehati-hatian. Ini penting untuk menjaga dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan. Perusahaan juga terus berupaya memperkuat sistem risiko agar bisa mengantisipasi berbagai ketidakpastian di masa depan.

Baca Juga:  Strategi OJK hadirkan skema penjaminan polis terbaru di 2026 demi cegah risiko gagal bayar

1. Fokus pada Kualitas Portofolio

BRI Finance tidak hanya mengejar volume. Kualitas nasabah dan portofolio menjadi fokus utama agar risiko macet bisa ditekan.

2. Peningkatan Kapasitas SDM

Perusahaan terus melakukan pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM agar bisa memberikan layanan terbaik dalam menghadapi permintaan yang terus meningkat.

3. Inovasi Produk Pembiayaan

BRI Finance juga mengembangkan berbagai produk pembiayaan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan konsumen modern.

Kesimpulan

Lonjakan permintaan pembiayaan kendaraan listrik di Februari 2026 menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia mulai memandang serius alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan. BRI Finance berhasil memanfaatkan peluang ini dengan strategi yang adaptif dan berkelanjutan.

Namun, perjalanan masih panjang. Tantangan seperti infrastruktur dan daya beli konsumen tetap harus diwaspadai. Dengan pendekatan yang tepat, BRI Finance punya potensi besar untuk terus memimpin di segmen ini.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat simulasi berdasarkan tren dan kondisi hipotetik Februari 2026. Informasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan pasar dan kebijakan yang berlaku.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at Desa Karangbendo

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.