Beranda » Ekonomi Bisnis » Calon Dewan Komisioner OJK Adi Budiarso Fokus Tingkatkan Inklusi dan Kedalaman Sektor Keuangan Nasional

Calon Dewan Komisioner OJK Adi Budiarso Fokus Tingkatkan Inklusi dan Kedalaman Sektor Keuangan Nasional

Seleksi calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Keuangan (OJK) melalui uji kelayakan atau fit and proper test kembali digelar di RI. Salah satu peserta yang lolos ke tahap ini adalah Adi Budiarso, Direktur Pengembangan Perbankan dan Pembiayaan Lainnya dari Kementerian Keuangan. Dalam sesi RDPU yang digelar Rabu (11/3/2026), Adi menyampaikan visi terkait pengembangan Indonesia ke depan.

Menurut Adi, tantangan utama yang dihadapi sektor keuangan adalah pengembangan dan stabilitas. Kedua aspek ini harus sejalan agar sektor keuangan bisa menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di tengah percepatan dan transformasi industri.

Fokus pada Inklusi dan Efisiensi Sektor Keuangan

Adi menekankan pentingnya inklusi keuangan sebagai salah satu pilar utama dalam memperdalam sektor keuangan. Ia percaya bahwa inklusi keuangan bukan hanya soal akses, tapi juga efisiensi antara sektor keuangan dan bisnis lainnya seperti pasar , pasar modal, serta pembiayaan alternatif.

Selain itu, Adi juga menyampaikan urgensi pengembangan sumber daya manusia di sektor jasa keuangan. Misalnya, jumlah akuntan profesional dan tenaga keuangan yang bekerja di masih perlu ditingkatkan agar bisa mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

Potensi Besar yang Perlu Dimaksimalkan

Dengan populasi produktif mencapai 210 juta jiwa, Adi melihat potensi besar dalam pengembangan sektor keuangan. Namun, data saat ini menunjukkan bahwa tabungan masyarakat masih di bawah 40%, investasi terhadap PDB sekitar 38%, dan kontribusi dana pensiun baru mencapai 6% dari PDB, padahal potensinya bisa sampai 60%.

1. Meningkatkan Peran Asuransi Pensiun

Asuransi pensiun menjadi salah satu area yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program pensiun, diharapkan bisa mendorong tabungan jangka panjang dan meningkatkan stabilitas ekonomi.

Baca Juga:  Demutualisasi BEI Jadi Fokus Utama Calon DK OJK Ary Zulfikar untuk Tingkatkan Transparansi Pasar Modal

2. Memperdalam Pasar Modal

Pasar modal juga menjadi fokus penting. Adi menyebut bahwa pasar modal yang lebih dalam bisa menyerap lebih banyak dana dari masyarakat dan menjadi alternatif pendanaan selain perbankan.

3. Mendorong Pembiayaan Pembangunan di Perbankan

Perbankan, khususnya dalam hal pembiayaan pembangunan, juga perlu didorong agar lebih efektif menyalurkan dana ke . Ini penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Reformasi Sistem Keuangan Menuju Stabilitas

Adi menilai bahwa profil sektor keuangan saat ini menunjukkan perlunya reformasi. Reformasi ini bertujuan untuk memperkuat sistem keuangan nasional dan mengurangi risiko yang bisa timbul dari ketidakseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.

1. Hirilisasi Ekonomi Digital

Program hirilisasi ekonomi menjadi salah satu inisiatif penting yang bisa memperkuat nilai tambah ekonomi. Dengan membangun industri berbasis teknologi, Indonesia bisa meningkatkan daya saing di pasar global.

2. Penguatan Sustainability

Pendekatan sustainability juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Ini mencakup pengembangan industri hijau, pengelolaan risiko iklim, dan integrasi prinsip ESG (Environmental, Social, Governance) dalam operasional sektor keuangan.

Tantangan dan Peluang di Era Digital

Di tengah percepatan digitalisasi, sektor keuangan juga menghadapi tantangan baru. Namun, menurut Adi, tantangan ini bisa menjadi peluang jika dikelola dengan baik. Salah satunya adalah dengan membuka kepemilikan baru melalui proses demutualisasi bursa, yang bisa menarik lebih banyak investor dan meningkatkan kapitalisasi pasar.

1. Peran Teknologi dalam Inklusi Keuangan

Teknologi menjadi katalisator utama dalam mendorong inklusi keuangan. Platform digital bisa menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan memberikan akses yang lebih mudah ke layanan keuangan.

Baca Juga:  Laba Bersih Bank Neo Commerce Capai 136,98 Miliar Rupiah Sepanjang Kuartal Pertama 2026

2. Pengawasan yang Adaptif

Namun, dengan semakin banyaknya layanan keuangan digital, pengawasan juga harus adaptif. OJK perlu terus memperbarui regulasi agar bisa menjaga stabilitas sekaligus mendorong inovasi.

Data Sektor Keuangan Saat Ini

Berikut adalah gambaran kondisi sektor keuangan berdasarkan data yang disampaikan Adi Budiarso:

Indikator Capaian Saat Ini Potensi
Tabungan Masyarakat < 40% dari PDB > 60% dari PDB
Investasi 38% dari PDB > 60% dari PDB
Dana Pensiun 6% dari PDB 60% dari PDB

Disclaimer: Data bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung perkembangan ekonomi dan kebijakan yang diterapkan.

Menuju Sektor Keuangan yang Lebih Kuat dan Inklusif

Dengan visi yang disampaikan, Adi Budiarso menunjukkan komitmennya untuk mendorong sektor keuangan yang tidak hanya tumbuh, tapi juga inklusif dan stabil. Langkah-langkah konkret seperti penguatan asuransi pensiun, pengembangan pasar modal, dan peningkatan efisiensi antar sektor menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Tantangan besar memang ada, terutama dalam menghadapi yang terus berkembang. Namun, dengan strategi yang tepat dan komitmen yang kuat, sektor keuangan Indonesia berpotensi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.