Beranda » Ekonomi Bisnis » Performa positif ini dipicu oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk akibat dampak penurunan indeks MSCI pada Januari lalu. Ketika pasar mulai stabil dan saham-s

Performa positif ini dipicu oleh pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk akibat dampak penurunan indeks MSCI pada Januari lalu. Ketika pasar mulai stabil dan saham-s

Investasi unitlink berbasis mencatatkan performa terbaik di awal tahun . dari Infovesta menunjukkan bahwa secara year to date (YTD) hingga Februari 2026, rata-rata return unitlink saham mencapai ,06%. Angka ini jauh melampaui kategori unitlink lainnya, termasuk campuran dan pendapatan tetap.

Tren positif ini tidak lepas dari pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terpuruk di awal tahun. Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menjelaskan bahwa rebound IHSG berdampak langsung pada saham. Bahkan, pada Februari 2026, kinerja unitlink saham melampaui IHSG.

10 Unitlink Saham dengan Return Tertinggi per Februari 2026

Kenaikan ini tidak terjadi begitu saja. Setelah tekanan dari efek MSCI pada Januari 2026, pasar mulai pulih karena unitlink yang lebih transparan dan berbasis fundamental. Hasilnya, sejumlah produk unitlink saham berhasil mencatatkan return yang sangat menarik.

Berikut adalah 10 unitlink saham dengan return tertinggi per Februari 2026 berdasarkan data Infovesta:

1. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik – IDR

Produk ini milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia dan mencatatkan return sebesar 28,31%. Posisinya di puncak menunjukkan konsistensi dalam manajemen investasi yang berfokus pada pasar Asia Pasifik.

2. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik – USD

Masih dari Manulife, produk ini dalam USD memberikan return 27,96%. Kinerjanya yang hampir menyamai versi IDR menunjukkan bahwa diversifikasi mata uang juga berkontribusi pada performa baiknya produk ini.

3. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah – IDR

Produk syariah dari Manulife ini mencatatkan return 19,89%. Meski berada di posisi ketiga, angka ini tetap sangat kompetitif dan menunjukkan bahwa produk syariah juga bisa memberikan hasil optimal.

4. Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah – USD

Produk syariah versi USD ini memberikan return sebesar 19,57%. Konsistensi Manulife dalam mengelola produk syariah dan konvensional menunjukkan penguasaan pasar yang kuat.

5. Q-Investa Equity Fund (Starlife)

Produk milik PT Asuransi Jiwa Starinvestama ini menempati posisi kelima dengan return 17,09%. Performa ini menunjukkan bahwa perusahaan pemain baru juga bisa bersaing di pasar unitlink saham.

Baca Juga:  Dinamika Industri Fintech Lending Pasca 10 Perusahaan Ajukan Banding Putusan KPPU 2026

6. FWD USD Equity Plus Fund

Produk dari PT FWD Insurance Indonesia ini memberikan return sebesar 16,14%. FWD terus memperkuat portofolionya dengan produk-produk berbasis ekuitas yang menarik.

7. Mandiri Golden Offshore USD (AXA Mandiri)

Produk unitlink offshore ini mencatatkan return 15,90%. Investasi di pasar offshore memberikan diversifikasi risiko yang lebih luas, dan angka ini membuktikannya.

8. PRUlink Rupiah Global Emerging Markets Equity Fund

Produk dari Prudential Indonesia ini memberikan return sebesar 15,53%. Fokusnya pada pasar emerging markets global menjadikan produk ini pilihan menarik bagi investor yang ingin diversifikasi lintas negara.

9. USD Prime Emerging Market Equity Fund (AIA Financial)

Produk ini mencatatkan return 15,52%. AIA Financial menunjukkan bahwa produknya mampu bersaing di segmen unitlink saham dengan fokus pasar berkembang.

10. PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund

Menutup daftar ini adalah produk lain dari Prudential Indonesia dengan return 14,33%. Meski berada di posisi kesepuluh, angka ini tetap menunjukkan konsistensi performa dari produk-produk Prudential.

Perbandingan Performa Unitlink Berdasarkan Kategori

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah rata-rata return unitlink berdasarkan kategori hingga Februari 2026:

Kategori Unitlink Rata-rata Return (YTD Februari 2026)
Saham 3,06%
Campuran 0,92%
Pendapatan Tetap 0,11%

Dari tabel di atas terlihat bahwa unitlink saham jauh unggul dibanding dua kategori lainnya. Ini menunjukkan bahwa investor yang bersedia mengambil risiko lebih tinggi bisa mendapatkan imbal hasil yang lebih besar.

Faktor yang Mendorong Kinerja Unitlink Saham

Kinerja positif unitlink saham tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang turut mendukung performa baik produk-produk ini:

1. Pemulihan IHSG

Setelah sempat terpuruk karena efek MSCI, IHSG mulai rebound di Februari 2026. Kenaikan ini langsung berdampak pada nilai investasi unitlink saham.

Baca Juga:  Transmisi Suku Bunga Masih Tertahan, Penyaluran Kredit ke Riil Belum Maksimal

2. Portofolio yang Lebih Transparan

Manajer investasi unitlink kini lebih selektif dalam memilih saham. Portofolio yang berbasis fundamental dan transparan memberikan kepercayaan lebih kepada investor.

3. Diversifikasi Pasar dan Mata Uang

Produk-produk terbaik tidak hanya fokus pada pasar domestik, tetapi juga memanfaatkan peluang di pasar global dan mata uang asing seperti USD.

Tips Memilih Unitlink Saham Terbaik

Bagi yang tertarik berinvestasi di unitlink saham, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisa mendapatkan hasil optimal:

1. Pilih Produk dengan Riwayat Konsisten

Produk yang memiliki track record baik selama beberapa tahun menunjukkan bahwa manajer investasinya mampu mengelola dana dengan baik.

2. Perhatikan Jenis Pasar yang Dituju

Apakah produk tersebut fokus pada pasar domestik, regional, atau global? Pemilihan pasar akan berdampak pada risiko dan return yang didapat.

3. Cek Mata Uang Investasi

Produk dalam USD atau IDR memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Pilih yang sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko.

4. Evaluasi Biaya dan Iuran

Setiap unitlink memiliki biaya yang berbeda. Pastikan untuk memahami komponen biaya seperti biaya pengelolaan, , dan biaya switching.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari Infovesta per Februari 2026. bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar. Hasil masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Sebelum memilih produk unitlink, sebaiknya konsultasikan dengan konsultan keuangan terpercaya.

Investasi unitlink saham bisa menjadi pilihan menarik di tahun 2026, terutama dengan kinerja yang menunjukkan tren positif. Namun, tetap perlu kehati-hatian dan pemahaman yang mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Erna Agnesa
Reporter at Desa Karangbendo

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.