Musim Lebaran selalu jadi momen spesial buat banyak orang. Selain berkumpul sama keluarga, banyak juga yang manfaatkan momen ini buat belanja, liburan, atau bahkan beli kendaraan baru. Nah, PT Mandiri Utama Finance (MUF) memperkirakan penyaluran pembiayaan bakal naik menjelang Lebaran tahun ini. Tren ini memang udah jadi siklus tahunan, dan MUF siap memanfaatkan momentum tersebut buat dorong pertumbuhan bisnis.
Plt Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga, bilang kalau peningkatan pembiayaan ini udah bisa diperkirakan sejak awal tahun. Biasanya, lonjakan terjadi di bulan Maret menjelang Lebaran. “Target kami di Maret lebih tinggi dari Februari, karena trennya memang begitu,” ujar Dapot. Dia juga bilang kalau kenaikan ini bisa mencapai sekitar 20% dibanding bulan sebelumnya.
Jenis Pembiayaan yang Naik Jelang Lebaran
Kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran memang beragam. Dari beli motor, mobil, sampai butuh dana tunai buat persiapan lebaran. MUF mencatat kalau pembiayaan kendaraan, khususnya motor, bakal jadi yang paling banyak dicari. Mobil juga tetap diminati, tapi pertumbuhannya lebih stagnan karena beberapa faktor eksternal.
1. Pembiayaan Motor Naik Tajam
Motor jadi primadona karena harganya yang lebih terjangkau dan kebutuhan masyarakat yang tinggi buat mobilitas. Dapot menyebut kalau motor bakal jadi fokus utama MUF menjelang Lebaran. “Mobil tantangannya banyak, mulai dari ekonomi, opsen pajak, dan lainnya. Jadi motor pasti lebih menarik,” katanya.
2. Pembiayaan Mobil Masih Stagnan
Meski tetap diminati, pembiayaan mobil nggak mengalami lonjakan yang signifikan. Faktor ekonomi dan regulasi jadi penghambat utama. Tapi MUF tetap optimistis bisa dorong pertumbuhan di segmen ini, terutama kalau kondisi ekonomi membaik.
3. Dana Tunai Jadi Alternatif
Selain kendaraan, permintaan dana tunai juga naik menjelang Lebaran. Banyak orang butuh tambahan dana buat belanja, bayar hutang, atau persiapan lebaran. MUF menyediakan produk pembiayaan tunai yang bisa disalurkan dengan cepat.
Tren Musiman yang Selalu Terjadi
Kenaikan pembiayaan menjelang Lebaran bukan hal baru. Ini udah jadi tren musiman yang terjadi setiap tahun. Setelah Lebaran, biasanya permintaan pembiayaan bakal turun lagi. Tapi, MUF tetap bisa mempertahankan pertumbuhan tahunan yang positif berkat strategi jangka panjang dan penyesuaian terhadap kondisi pasar.
1. Siklus Tahunan yang Konsisten
Setiap tahun, penyaluran pembiayaan MUF selalu naik di bulan Maret. Ini karena masyarakat mulai mempersiapkan diri buat Lebaran. Setelah Idul Fitri, permintaan biasanya turun dan baru naik lagi menjelang akhir tahun.
2. Strategi MUF Menghadapi Tren Ini
MUF mempersiapkan strategi khusus buat hadapi lonjakan permintaan ini. Mulai dari peningkatan kapasitas tim, penawaran produk yang lebih menarik, sampai percepatan proses pencairan. Mereka juga memperluas jaringan distribusi biar bisa menjangkau lebih banyak calon nasabah.
3. Target Pertumbuhan yang Realistis
MUF menargetkan pertumbuhan pembiayaan kendaraan sebesar 17,2% secara year-on-year di awal tahun ini. Angka itu didukung oleh peningkatan kualitas portofolio dan pengelolaan risiko yang lebih baik. NPF (Non Performing Financing) MUF per Januari 2026 juga turun jadi 1,30%, lebih baik dari 1,36% di periode yang sama tahun lalu.
Perbandingan Pembiayaan MUF Tahun Ini vs Tahun Lalu
Berikut perkiraan pertumbuhan pembiayaan MUF di awal tahun 2026 dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya:
| Jenis Pembiayaan | Pertumbuhan YoY (2025) | Pertumbuhan YoY (2026) | Catatan |
|---|---|---|---|
| Motor | 15% | 18% | Naik karena permintaan tinggi |
| Mobil | 8% | 9% | Stagnan karena faktor eksternal |
| Dana Tunai | 12% | 14% | Permintaan meningkat menjelang Lebaran |
Faktor yang Mendorong Kenaikan Pembiayaan
Selain tren musiman, ada beberapa faktor lain yang bikin permintaan pembiayaan naik menjelang Lebaran. Salah satunya adalah keyakinan masyarakat yang mulai pulih pasca-pandemi. Meskipun masih ada ketidakpastian ekonomi global, daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama di kelas menengah ke bawah.
1. Peningkatan Keyakinan Konsumen
Masyarakat mulai lebih percaya diri buat belanja dan mengajukan pembiayaan. Ini terlihat dari naiknya transaksi di sektor otomotif dan keuangan. MUF memanfaatkan situasi ini buat tawarkan produk yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan.
2. Kebutuhan Persiapan Lebaran
Lebaran identik dengan belanja dan berkumpul. Banyak orang butuh kendaraan baru buat mudik atau dana tambahan buat belanja. Ini jadi peluang besar buat perusahaan pembiayaan seperti MUF.
3. Penawaran Produk yang Lebih Menarik
MUF nggak cuma ngandelin tren musiman doang. Mereka juga tawarkan produk-produk menarik menjelang Lebaran, mulai dari bunga yang kompetitif sampai proses pengajuan yang lebih cepat. Ini bikin nasabah makin tertarik buat ajukan pembiayaan.
Strategi Jangka Panjang MUF
Meskipun tren musiman jadi andalan, MUF nggak berhenti di situ. Mereka punya strategi jangka panjang buat pertahankan pertumbuhan di tengah persaingan yang makin ketat. Salah satunya adalah optimalisasi digitalisasi dan penguatan jaringan distribusi.
1. Digitalisasi Proses Pengajuan
MUF terus mengembangkan platform digital biar nasabah bisa ajukan pembiayaan secara online. Prosesnya lebih cepat dan praktis, tanpa harus datang ke kantor cabang. Ini bikin pengalaman nasabah makin baik dan efisien.
2. Penguatan Jaringan Distribusi
MUF juga terus memperluas jaringan distribusi, baik lewat cabang langsung maupun mitra distribusi. Ini bikin produk mereka bisa menjangkau lebih banyak orang, termasuk di daerah pelosok.
3. Fokus pada Kualitas Portofolio
Selain mengejar pertumbuhan, MUF juga fokus pada kualitas portofolio. Mereka terus tingkatkan pengelolaan risiko biar NPF tetap rendah dan kualitas pinjaman tetap terjaga.
Disclaimer
Data dan prediksi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan tren historis dan kondisi pasar saat ini. Angka-angka bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan faktor eksternal lainnya. MUF tidak menjamin hasil yang sama di masa depan.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.




